Home » » Pengertian Interaksi Sosial dan Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Pengertian Interaksi Sosial dan Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

A. Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi adalah proses dimana orang-orang berkomunikasi saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain. Ada beberapa pengertian interaksi sosial yang ada dilingkungan masyarakat, di antanya.
  1.  H. Booner dalam bukunya, Social Psychology, memberikan rumusan interaksi sosial, bahwa: "Interaksi sosial adalah hubungan antara dua individu atau lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya."
  2. Gillin dan Gillin (1954) menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang-orang secara individual, antarkelompok orang, dan orang perorangan dengan kelompok.
  3. Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu, antar kelompok dengan kelompok, antara individu dengan kelompok


B. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
  1. Bentuk interaksi Asosiatif (Association processes) Interaksi sosial dengan proses asosiatif bersifat positif. Maksudnya, mendukung seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Kerja Sama (cooperation) Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama berawal dari kesamaan orientasi. misalnya warga rela bekerja bakti membersihkan lingkungan karena sama-sama menyadari manfaat lingkungan yang bersih. Kerja sama dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut. Kerja sama spontan, yaitu kerja sama yang terjadi secara serta-merta. Kerja sama langsung, yaitu kerja sama sebagai hasil dari perintah atasan kepada bawahan atua penguasa terhadap rakyatnya.Kerja sama kontrak, yaitu kerja sama atas dasar syarat-syarat atau ketetapan tertentu, yang disepakati bersama.Kerja sama tradisional, yaitu kerja sama sebagai atau unsur-unsur tertentu dari sistem sosial. Sejumlah ahli berpendapat bahwa masyarakat yang terlalu mementingkan kerja sama justru cenderung kurang mempunyai inisiatif ataupun daya kreasi. Warga dalam masyarakat seperti itu terlalu mengandalkan bantuan dari rekan-rekannya. Orang cenderung mempersilakan orang lain tampil lebih dahulu, atau menunggu sejumlah orang untuk memulai. Meskipun demikian harus diakui bahwa kerja sama meruppakan salah satu bentuk interaksi sosial yang universial pada masyarakat manapun. Akomodasi (Accomodation) Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian diri individu atau kelompok manusia yang semula saling bertentangan sebagai upaya untuk mengatasi ketegangan. Akomodasi berarti adanya keseimbangan interaksi sosial dalam kaitannya dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat. Akomodasi merupakan salah satu jalan untuk menyelesaikan pertentangan, entah dengan cara menghargai kepribadian yang berkonflik atau dengan cara paksaan atau tekanan. Bentuk-bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut: Koersi adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanankan karena adanya paksaan.Kompromi, adalah suatu bentuk akomodasi simana pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Arbitrasi, adalah cara untuk menyampaikan kompromi apabila ypihak yang berhadapan tidak sanggup untuk mencapainya sendiri. Mediasi, adalah hampir menyerupai arbitasi diundang pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada. Konsiliasi adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih, bagi tercapainya suatu persetujuan bersama. Toleransi, adalah bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. Stalemate, merupakansuatu akomodasi dimana pihak-pihak yang berkepentingan mempunyai kekuatan yang seimbang, berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangan. Ajudikasi, yaitu penyelesaian perselisihan perkara atau sengketa di pengadilan.
  2. Bentuk Interaksi Disosiatif. Proses disosiatif disebut pula proses oposisi. Oposisi dapat pula diartikan cara yang bertentangan dengan seseorang ataupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Proses disosiatif dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu: Persaingan (Competition) Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa menggunakan kekerasan. Kontravensi (Contravention) Kontravensi adalah bentuk interaksi yang berbeda antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai oleh adanya ketidak pastian terhadap diri seseorang, perasaan tidak suka yang disembunyikan, dan kebencian terhadap kepribadian orang, akan tetapi gejala-gejala tersebut tidak sampai menjadi pertetntangan atau pertiakaian. Pertentangan (conflict) Pertentangan adalah suatu bentuk inteaksi individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan. Pertentangan memiliki bentuk-bentuk yang khusus, antara lain: Pertentangan pribadi, pertentangan antar individu. Pertentangan rasional, perbedaan yang muncul karena perbedaan ras. Pertentangan kelas sosial, pertentangan yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan antara kelas sosial. Pertentangan politik, biasanya terjadi diantara partai-partai politik untuk memperoleh kekuasaan negara. Demikian artikel tentang Pengertian Interaksi Sosial dan Bentuk-bentuk Interaksi Sosial, semoga bermanfaat bagi kita semua, dan atas perhatian teman-teman kami ucapkan banyak terimakasih.

    Referensi: Setiadi Elly M. Dkk. 2013. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Kencana
    Muin Idianto. 2006. SOSIOLOGI SMA/MA untuk kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga