Manajemen Keputusan Risiko



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata “Resiko” dan sudah biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Resiko  merupakan bagian dari kehidupan kerja individual maupun organisasi.  Berbagai macam resiko, seperti resiko kebakaran, tertabrak kendaraan lain di jalan, resiko terkena banjir di musim hujan dan sebagainya, dapat menyebabkan kita menanggung kerugian jika resiko-resiko tersebut tidak kita antisipasi dari awal.  Resiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Sebagaimana kita pahami dan sepakati bersama bahwa tujuan berwirausaha adalah membangun dan memperluas keuntungan kompetitif dalam organisasi.
Aktivitas suatu badan usaha atau perusahaan pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari aktivitas mengelola resiko. Operasi suatu badan usaha atau perusahaan biasanya berhadapan dengan resiko usaha dan resiko non usaha. Imam Ghazali dalam Kasidy, Manajemen Resiko (2010) menyatakan bahwa, resiko usaha adalah resiko yang berkaitan dengan usaha perusahaan untuk menciptakan keunggulan bersaing dan memberikan nilai bagi pemegang saham. Sedangkan resiko non usaha adalah resiko lainnya yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan.
Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.  Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.  Menurut Wideman, ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (opportunity), sedangkan ketidakpastian yang menimbulkan akibat yang merugikan disebut dengan istilah resiko (risk).  Dalam beberapa tahun terakhir, manajemen resiko menjadi trend utama baik dalam perbincangan, praktik, maupun pelatihan kerja.  Hal ini secara konkret menunjukkan pentingnya manajemen resiko dalam bisnis pada masa kini.
Oleh karena itu penulis mengambil judul makalah “ MANAJEMEN KEPUTUSAN RISIKO”

B.  Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian dari risiko dan manajemen risiko?
2.    Apa pengertian dari manajemen risiko keputusan?
3.    Apa manfaat dan tahap-tahap dalam melaksanakan manajemen risiko?
4.    Apa alternatif-alternatif keputusan dalam menghindari risiko?
5.    Apa keputusan pemimpin perusahaan dalam menyelesaikan risiko?

C.  Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian risiko dan manajemen risiko.
2.      Untuk mengetahuia pengertian dari manajemen risiko keputusan
3.      Untuk mengetahui manfaat dan tahap-tahap dalam melaksanakan manajemen risiko.
4.      Untuk mengetahui alternatif-alternatif keputusan dalam menghindari risiko.
5.      Untuk mengetahui keputusan pemimpin perusahaan dalam menyelesaikan risiko.

    
BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Risiko dan Manajemen RisiKo
Risiko merupakan bahaya : risiko adalah ancaman atau kemungkinan suatu tindakan atau kejadian yag menimbulkan dampak yang berlawanan dengan tujuan yang ingin dicapai. Risiko juga merupakan peluang: risiko adalahn sisi yang berlawanan dari peluang untuk mencapai tujuan. Guna mempertahankan eksistensi kehidupan, maka diperlukan suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan, diperlukan tindakan atau aktivitas. Aktivitas memiliki risiko jika dampaknya berlawanan. Sebaliknya, aktivitas memberikan peluang untuk memperoleh hasil yang diinginkan.
Manajemen resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu resiko.
B.      Pengertian Manajemen Keputusan Risiko
Manajemen risiko keputusan adalah suatu ilmu yang menggabungkan antara risiko dan keputusan untuk dilihat dan di manage agar mampu memberikan hasil sesuai dengan pengharapan para pengambil keputusan. Entuk mewujudkan itu bagi para pengguna ilmu manajemen risiko keputusan diharuskan untuk memahami persoalan secara komprehensif dan realistis sesuai dengan kondisi yang ditemui dilapangan.
3
Bahwa harus diakui dalam setia keputusan yang dibuat selalu saja menyimpan risiko yang bias timbul. Pengambilan keputusan yang berisiko adalah dihasilkannya suatu keputusan yang mengandung lebih dari satu kemungkinan hasil berdasarkan beberapa alternative keputusan yang diambil, dank arena terdapat beberapa alternative maka otomatis terdapat pula beberapa eluang yang sama besarnya.
Untuk mengatasi risiko yang timbul dalam suatu organisasi baik yag bersifat profit maupun yang non-profit adalah dengan menerapkan manajemen risiko. Dalam manajemen risiko ini dibahas bagaimana mengolola risiko aar bias memberikan keuntungan serta mekanisme memperkecil risiko. Bahwa jika risiko itu bias dikelola secara sistematis maka ia akan memberikan keuntungan yang sistematis juga begitu juga sebaliknya. Maka dari itu dibutuhkan kapasitas keilmuan yang mencukupi guna mengolola risiko yang sudah dan akan timbul nantinya.
C.  Manfaat dan Tahap- tahap Dalam Melaksankan Risiko
1.     Manfaat manajemen risiko
Dalam buku manajemen risiko Drs. Hermawan Darmawi menuliskan beberapa manfaat manajemen risiko yaitu sebagai berikut:
a.    mendukung pencapaian tujuan
b.    memungkinkan untuk melakukan aktivitas yang memberikan peluang yang jauh lebih tinggi dengan mengambil risiko yang lebih tinggi; risiko yang lebih tinggi diabil dengan dukungan sikap dan solusi yang sesuai terhadap risiko
c.      mengurangi kemungkinan kesalahan  fatal
d.      menyadari bahwA risiko dapat terjadi pada setiap aktivitas dan tingkatan dalam organisasi sehingga setiap individu harus mengambil dan mengelola risiko masing-masing sesuai sengan wewenang dan tanggung jawab.
2.    Tahap- tahap dalam melaksanakan manajemen risiko
Untuk mengiplementasikan manajemen risiko secara komprehensif ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan oleh suatu perusahaan, yaitu
a.     Identifikasi risiko adalah kegiatan mengidentifikasikan semua risiko uang usaha yang dihadapi, baik risiko yang bersifat spekulatif maupun risiko sifatnya murni.
b.     Menidentifikasi bentuk-bentuk risiko. Pada tahap ini diharapkan pihak maajemen telah mampu menemukan bentuk-bentuk dan format risiko yang dialami.
c.     Menempatkan ukuran ukuran risiko. Pada tahap ini pihak manajemen sudah menempatkan ukuran atau skala yang dipakai, termasuk rancangan model metedologi penelitian yang akan digunakan.
d.     Menempatkan alternatif-alternatif pada tahap pihak manajemen perusahaan melakukan pengelolaan data.
e.     Menganalisis setiap alternatif. Pada tahap ini dimana setiap alternatif yang ada selanjutnya dianalisis dan dikemukakan berbagai sudut pandang serta efek-efek yang mungkin timbul.

D.      Alternatif-alternatif  Keputusan Dalam Menghindari Risiko
Salah satu penghalang orang meraih kesuksesan, melangkah lebih lanjut, mencoba menyelesaikan tugas,mengatasi masalah, dan memutuskan untuk berhenti adalah rasa takutnya yang terlampau besar. Bila ia mempunyai rasa takut yang berlebihan, maka dampaknya akan negatif (tidak baik) dalam penyelesain masalah.
Kegagalan orang dalam berwirausaha adalah besarnya rasa takut yang mengubur untuk mencoba menjadi wirausahawan. Teknik pemecahan masalah yang harus dilakukan adalah kalahkan rasa takut anda yang ternyata hanya sebuah angan-angan yang berlebihan. Padahal dalam kenyataannya, hal itu tidak seperti yang anda bayangkan. Contoh
1.    Dulu sewaktu kecil, kita tidak takut belajar berjalan karena kita tidak mengenal rasa takut, yang setelah besar akhirnya bisa berjalan dengan mempersiapkan terlebih dahulu faktor keamanannya.
2.    Kita melihat api lilin dan takut menyentuhnya, tetapi pelan-pelan jari kita mendekatinya maka api lilin itu tidak menakutkan bukan?bahkan bisa kita matikan dengan dua jari.
3.    Takut gagal dalam memulai sebuah usaha atau menjadi wirausahwan. Hal ini dikarenakan kita belum mengetahui apa  yang terjadi. Coba jika bertanya kepada seseorang, membaca buku kehirausahaan, mencoba terlebih dahulu, ikut orang berbisnis, maka niscaya rasa takut itu bisa hilang perlahan-lahan.


E.   Keputusan Pemimpin Perusahaan Dalam Menyelesaikan Risiko
Berdasarkan pandangan para ahli  yaitu Robins (1997);Drommond (1985);Monday dan Premeuax (1995)  dapat dirumuskan bahwa pengambilan keputusan merupakan proses pemecahan masalah dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatif untuk menetapkan suatu tindakan yang ingin dilakukan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Pengambilan keputusan merupakan proses memilih sejumlah alternatif pengambilan keputusan penting bagi manajer administrator karena proses pengambilan keputusan mempunyai peran penting dalam motivasi kepemimpinan,komunikasi,koordinasi,dan perubahan organisasi. (usman,2013;440).
Dapat dipahami bahwa betapa pentingnya seorang pemimpin dalam pengambilan keputusan, sebab apabila dalam sebuah organisasi tidak ada pengambilan keputusan, maka dipastikan organisasi tersebut tidak akan mengalai kemajuan, apalagi peningkatan kualitas organisasi, kendati pengambilan keputusan tersebut dimungkinkan menimbulkan risiko yang tidak diharapkan. Oleh karena itu dibuthkan keahlian seorang pemimpin dalam mengambil keputusan sebab ketetapan pengambilan keputusan sangat mempengaruhi tercapainya tujuan organisasi. Pengambilan kepututsan pada dsarnya adalah memilih, sebab dalam pengambilan keputusan biasanya terdapat beberapa alternatif untuk dipilih yang terbaik dari beberapa pilihan yang tersedia.
Pengambilan keputusan juga bisa dipandang sebagai sebuah tindaka untuk menyelesaikan permasalahan. Biasayna keputusan diambil karena terdapat masalah yang harus dicarikan solusi, maka pengambilan keputusan sangat diperlukan agar masalah yang ada tidak larut-larut  hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang filakukan oleh Didi Wahyu Sudirman (2003;001) yang menunjukkan bahwa seorang manajer harus mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi secara cerdik dan berkualitas melalui pengambilan keputusan yang dilakukan secara cepat dan efektif. Dalam kontek dunia pendidikan misalnya kita ambil dalam satuan pendidikan sekolah, hampir setiap saat seorang pemimpin dalam hal ini seorang kepala sekolah selalu diperhadapkan dengan berbagai masalah yang timbul yang harus diputuskan dalam rangka memecahkan masalah. Misalnya dalam suatu
sekolah tertentu terdapat anak yang terlibat tawuran dengan anak-anak sekolah lain, dimana anak-anak yang terlibat tawuran adalah anak anak yang sudah biasa melakukan tawuran dengan berbagai usaha untuk mencegahnya namun belum memberikan hasil signifikan, maka kepala sekolah sebagai pemimpin perlu menentukan langkah-langkah strategis mengatasi masalah agar tidak berlarut-larut. Mengacu teori yang diajukan oleh veithzal rivai maka kepala sekolah perlu menetapkan masalah, dalam arti mencari sumber masalah yang sesungguhnya, selanjutnya perlu mengidentifikasi masalah mengapa anak-anak itu terlibat tawuran, mengembangkan beberapa alternatif pemecahan untuk proses penyembuhan anak dari kebiasaan tawuran, kemudian melakukan berbagai evaluasi dari berbagai alternatif sehingga bisa menemukan alternatif terbaik dengan tujuan dapat menyembuhkan anak yang terbiasa tawuran tanpa harus mengorbankan  risiko yang tidak seharusnya dikeluarkan.
Pengambilan keputusan yang efektif dilakuakn oleh pemimpin, yaitu pengambilan keputusan yang biasa dibutuhkan dalam situasi yang mendesak. Agar dapat mengambil keputusan yang efektif, terdapt beberapa model pengambilan keputusan yaitu model simon, model rasional,dan model klasik.



BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Manajemen resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu resiko. risiko adalahn sisi yang berlawanan dari peluang untuk mencapai tujuan. Guna mempertahankan eksistensi kehidupan, maka diperlukan suatu tujuan.
Manajemen risiko keputusan adalah suatu ilmu yang menggabungkan antara risiko dan keputusan untuk dilihat dan di manage agar mampu memberikan hasil sesuai dengan pengharapan para pengambil keputusan
Salah satu penghalang orang meraih kesuksesan, melangkah lebih lanjut, mencoba menyelesaikan tugas,mengatasi masalah, dan memutuskan untuk berhenti adalah rasa takutnya yang terlampau besar. Bila ia mempunyai rasa takut yang berlebihan, maka dampaknya akan negatif (tidak baik) dalam penyelesain masalah.
Dapat dipahami bahwa betapa pentingnya seorang pemimpin dalam pengambilan keputusan, sebab apabila dalam sebuah organisasi tidak ada oengamilan keputusan, maka dipastikan organisasi tersebut tidak akan mengalai kemajuan, apalagi peningkatan kualitas organisasi, kendati pengambilan keputusan tersebut dimungkinkan menimbulkan risiko yang tidak diharapkan.









DAFTAR PUSTAKA

   Hendro, 2001. Dasar-dasar kewirausahaan, Jakarta: Erlangga














9
 









Manusia Sebagai Makhluk Beradab dan Masyarakat Adab

Manusia adalah Makhluk yang beradab sehingga mampu menciptakan peradaban. Peradaban sebagai produk yang bernilai tinggi. halis, indah, dan maju menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki kecerdasan yang tidak dimiliki makhluk lainnya. Akan tetapi yang perlu diingat adalah bahwa peradaban tidak hanya merujuk pada hasil-hasil kebudayaan manusia yang sifatnya fisik, seperti barang, bangunan, benda-benda, tetapi juga menunjuk pada wujud gagasan, ide, dan perilaku manusia yang tinggi, halus, dan maju.

Manusia sebagai makhluk beradab juga memiliki pengertian bahwa  pribadi manusia itu memiliki potensi untuk berlaku sopan, berakhlak, dan berbudi pekerti luhur. Manusia yang beradab mampu menyeimbangkan antara cipta, rasa, dan karsa untuk berbuat suatu kebaikan. Sebaliknya, manusia yang tidak beradab adalah orang yang perilakunya tidak sopan, tidak berakhlak, dan tidak memiliki budi pekerti luhur. Artinya, jika manusia tidak mampu menyeimbangkan antara cipta, rasa, dan karsa, maka manusia bisa jatuh dalam perilaku kebiadaban, karena cenderung akan berbuat tidak sopan, kasar, dan lain sebagainya.

Manusia selain makhluk individu juga di sebut sebagai makhuk sosial, manusia membentuk persekutuan hidup, yaitu masyarakat. Manusia beradab pasti berkeinginan untuk membentuk masyarakat beradab, yang sekarang populer disebut dengan "masyarakat madani atau masyarakat sipil (civil society)", atau masyarakat yang beradab. Artinya masyarakat yang beradab adalah individu yang selalu mentaati seluruh aturan/norma yang ada sehingga tercipta masyarakat yang adil makmur, tentram, dan teratur.

Masyarakat adab pada dasarnya merupakan keinginan yang tulus dari manusia sebagai makhluk beradab. Di indonesia masyarakat adab populer disebut dengan masyarakat madani. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI (2008), Masyarakat madani adalah" Masyarakat yang manunjang tinggi norma, nilai-nilai, dan hukum yang ditopang oleh penguasa teknologi yang beradab, iman dan ilmu". 

Masyarakat madani merupakan konsep yang dibentuk dari proses sejarah yang panjang dan memerlukan konsep yang dibentuk dari proses sejarah yang panjang dan memerlukan perjuangan yang terus menerus. Apabila dikaji masyarakat dinegara-negara maju yang sudah dikatakan sebagai masyarakat madani, mereka sudah memenuhi hal seperti berikut:
  1. Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, kelompok dalam masyarakat.
  2. Berkembangnya modal manusia (human capital) yang kodusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinnya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok.
  3. Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan.
  4. Adanya hak, kemampuan, dan kesempatan bagi masyarakat serta lembaga-lembaga swadaya untuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama kewajiban publik dapat dikembangkan.
  5. Saling menghargai perbedaan antar budaya dan memiliki rasa saling percaya.
  6. Sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi, hukum dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial.
 Bagaimana dengan masyarakat indonesia? untuk menuju masyarakat madani, maka sudah menjadi kewajiban seluruh masyarakat indonesia untuk ikut serta ambil peran dalam usaha bersama bangsa untuk mewujudkan masyarakat berperadaban/masyarakat madani. karena terbentuknya masyarakat madani adalah bagian mutlah dari wujud cita-cita kenegaraan, yaitu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Demikian artikel Manusia Sebagai Makhluk Beradab Dan Masyarakat Adab tentang semoga bermanfaat.

Macam-macam Buah dan Bagian-bagiannya, (Buah dan Biji)

Bagian Manakah dari bunga yang akan berkembang menjadi buah? Tidak semua tumbuhan yang berbunga dapat menghasilkan buah. Secara umum, buah berkembang dari bakal buah (ovarium). Bakal buuah merupakan bagian bawah dari putik
1. Macam-macam Buah
  1. Buah tunggal: Buah yang dibentuk oleh hanya satu bahkal buah, contoh: buah mangga dan pepaya.
  2. Buah agregata: Buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari satu bunga contoh: buah murbai.
  3. Buah majemuk (buah berganda): Buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari banyak bunga, contoh: Buah nanas, nangka dan kluwih 
2. Bagian-bagian Buah
Buah terdiri dari kulit buah (perikarp) dan biji. berdasarkan struktur kulit buahnya, buah dapat dibedakan menjadi buah kering dan buah berdaging. buah berdagiang ialah buah yang mempunyai kulit buah tebal dan berdaging, sedangkat buah kering mempunyai kulit buah yang tipis
Kulit buah dapat dibedakan menjadi tiga lapisan, yaitu eksokarp (kulit buah luar), mesokarp (kulit buah tengah), dan endokarp (kulit buah dalam). Ada buah yang mempunyai satu ruang berisi satu buji atau beberapa biji. Ada pula yang mempuyai lebih dari satu ruang dan setiap ruang dapat berisi satu biji atau lebih. 
3. Biji
Biji terdiri dari kulit biji, endosperma (putih lembaga), dan embrio (lembaga). Biji merupakan alat perkembang biakan tumbuhan biji (Angiospermae), karena didalam biji terdapat embrio yang merupakan calon tumbuhan baru. 
Untuk berkecambah, biji memerlukan tenaga yang diperoleh dari pemecahan cadangan makanan. berdasarkan letak cadangan makana, biji dibedakan menjadi dua macam. Ada  biji yang cadangan makanannya terletak di dalam endosperma, ada pula biji yang mempunyai makanan tidak terletak di endosperma, karena endospermanya telah habis untuk perkembangan embrio. Cadangan makanan tersebut ada didalam kotiledon (bagian dari embrio), contohnya kacang tanah, kacang panjang dan buncis.
Ambrio memiliki bagian-bagian calon akar (akar lembaga atau radikula), calon daun ( plimula), daun lembaga (kotiledon), dan betang lembaga (cauliculus). Ruas batang lembaga di bawah daun lembaga disebut hipokotil dan diatas batang lembaga disebut epokotil.
Demikian artikel tentang, Macam-macam Buah dan Bagian-bagiannya, (BUAH DAN BIJI), semoga bermanfaat.

Pengertian dan Fungsi Jarigan Xilem dan Floem

  1. Pada tumbuah berpembuluh, pengengkut air dan garam mineral serta hasil fotosintesis dilakukan oleh jaringan pembuluh. Jaringan pembuluh terdiri dari dua kelompok sel yaitu Xilem dan Floem. . Xilem, adalah merupakan jaringan yang berfungsi mengangkut air tanah serta zat yang terlarut didalamnya  dari akar sampai kedaun. 
  2. Floem, adalah merupakan jaringan yang berfungsi mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan.  

Kelompok sel xilem dan kelompok sel floem membentuk berkas yang sejajar dengan sumbu organ tumbuhan. Pada batang, berkas xilem umumnya bergabung dengan berkas floem dalam satu ikatan berkas pembuluh.
1. Xilem 
Xilem berfungsi ,emyalurkan air dan mineral dari akar ke daun. Jaringan utama penyusun xilem adalah trakea ( unsur pembuluh) dan trakeid. Kedua macam sel tersebut merupakan sel mati, tidak mengandung sitoplasma dan inti hanya tinggal dinding selnya. Ujung dinding sel antara sel-sel yang berdekatan menghilang sehingga membentuk tabung-tabung berlubang dari akar-batang-daun.

Trakea terdiri dari tabung-tabung berdinding tebal karena adanya lapisan selulosa dan lignin. trakea hanya terdapat pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) dan tidak terdapat pada tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae), kecuali pada anggota golongan melinjo. trakeid berupa sel runcing panjang dan ujung selnya berlubang seperti saringan.

2. Floem
Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun kebagian lain tumbuhan. pada tumbuhan dikotil, floem terletak disebelah luar xilem. Jaringan floem terdiri dari dua tipe sel, yaitu tabung tapis dan sel pengiring. Tabung tipis merupakan sel hidup berbentuk silinder (seperti tabung); yang mengandung sitoplasma tetapi tidak memiliki inti. Dinding sel tabung tapis tidak mempunyai penebalan oleh lignin. Ujung-ujung selnya saling menyambung. Dinding sel pada ujung sel yang saling menyambung pempunayi banyak lubang seperti saringan (tapis) sehingga disebut tabung tapis.

Lubang-lubang tersebut memungkinkan bahan-bahan terlarut mengalir dari satu del kesel lainnya; sehingga dapat diangkut dari satu bagian ke bagian lain pada tumbuhan sel pengiring terrdapat disamping setiap tabung tapis. sel pengiring membantu aktivitas tabung tapis.

 Demikian artikel tentang Pengertian dan Fungsi Jaringan Xilem dan Floem, semoga bermanfaat. 

Kelebihan Manusia Dari Penghuni Lainnya

Manusia sebagai salah satu penghuni bumi mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan makhluk penghuni alam semesta lainnya. Seperti diketahui bahwa benda mati (anorganik) relatif tidak memiliki perilaku dan tunduk pada hukum alam, seperti halnya benda cair akan menguap bila temperatur meningkat, Mengalir ketempat yang lebih tendah. Sefangkan makhluk hidup (organis) mempunyai perilaku bervariasi mulai dari sederhana seperti tumbuhan, sampai makhluk yang berperilaku kompleks seperti binatang dan yang berperilaku sangat kopleks seperti manusia. Namun secara filosofis semua makhluk hidup memiliki prinsip yang sama secara umum yaitu daya gerak, naluri mempertahankan diri dan kemampuan berkembang biak. Dalam persfektif atau istilah lsin juga dapat dijadikan rujukan, mengenai sudut pandang tentang kelebihan manusia jika dibandingkan dengan makhluk hidup yang lain, yaitu:
  1. Manusia sebagai mekhluk berfikir yang bijaksana (homo sapiens) yang dicerminkan dalam tindakan dan prilaku terhadap lingkungannya.
  2. Manusia sebagai pembuat alat karena sadar akan keterbatasan inderanya sehingga perlu bantuan peralatan untuk keperluan hidupnya (homo faber), baik fisik maupun nalarnya.
  3. Manusia berbicara (homo lengues) baik secara lisan maupun tulisan sehingga dapat dikomunikasikan  pada generasi berikutnya tentang apa yang diinginkan, apa yang ditemukan dan lain-lain.
  4. Manusia dapa bermasyarakat (homo sosious)  dan dapat pula berbudaya (homo humanis), artinya manusia bermasyarakat dengan tata tertib dan aturan yang diciptakan untuk kepentingan bersama dan saling menolong
  5. Manusia dapat mengadakan usaha (homo aconomicus) artinya mengadakan tukar menukar barang (barter) maupun jual beli dengan prinsip ekonomi dan sekaligus kebutuhan materinta terpenuhi.
  6. Manusia berkepercayaan dan beragama (homo religious) karena menyadari adanya kekuatan gaib yang besar dan mengatur jagad raya ini.