JARINGAN TUMBUHAN

Pada organisme bersel banyak, sel-sel berkelompok untuk membentuk jaringan, yang berfungsi untuk menjalankan tugas-tugas tertentu. Gabus yang menyusun kulit kayu dan akar tumbuh-tumbuhan yang banyak kayunya adalah sebuah jaringan. Ia melindungi lapisan dalam terhadap cedera dan ia menghalangi pengupan yang berlebihan.
 Jaringan tumbuhan dibagi menjadi 2, yaitu : jaringan meristem dan jaringan permanen.

1. Jaringan Meristem

Pada tumbuhan terdapat jaringan yang selalu membelah, jaringan tersebut disebut sebagai jaringan meristem.
Berdasarkan cara terbentuknya, jaringan meristem dibedakan menjadi 3, yaitu:
  • Promeristem, sudah ada waktu tumbuhan dalam masa embrional.
  • Meristem primer, masih bersifat membela diri, terdapat pada tumbuhan dewasa di ujung batang, ujung akar, kuncup.
  • Kristem sekunder, berasal dari meristem primer.
Menurut letaknya Meristem dibedakan menjadi:
  • Meristem apikal.
  • Meristem lateral, yaitu kambium vaskuler dan felogen.
  • Meristem interkalar, yaitu pada ruas tumbuhan monokotil.
2. Jaringan Permanen

Sel-sel meristem, baik primer maupun sekunder akan berdiferensiasi menjadi jaringan permanen. Jaringan permanen tidak tumbuh dan memperbanyak diri lagi.
Menurut fungsinya jaringan permanen dibagi menjadi:
a.   Jaringan epidermis (jaringan pelindung)
     Jaringan terluar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan, seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji dinamakan jaringan epidermis. Fungsi epidermis yaitu untuk melindungi jaringan lainnya.
b.   Jaringan parenkim (jaringan dasar)
     Jaringan parenkim merupakan jaringan yang terbentuk dari meristem dasar.
Ciri-ciri parenkim:
Susunan sel-sel tidak rapat, tidak selalu berkloroplas, terdiri dari sel-sel hidup, banyak vakuola, ukuran sel besar, dinding sel tipis, banyak rongga-rongga antar sel.
Menurut fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi:
  1. Parenkim fotosintetis, yaitu parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim bunga karang (jaringan spons)
  2. Parenkim penyimpan bahan makanan.
  3. Parenkim penyimpan air.
  4. Parenkim penyimpan udara.
  5. Parenkim transportasi 
Menurut bentuknya, jaringan parenkim dibedakan menjadi:
  1. Parenkim palisade, bentuk memanjang, tegak. 
  2. Parenkim bunga karang, bentuk seperti bunga karang.
  3. Parenkim bintang, bentuk seperti bintang dengan ujung saling berhubungan.
  4. Parenkim lipatan, dinding sel melipat kedalam.
c.   Jaringan penyokong (Jaringan penunjang)
     Untuk penunjang tanaman dapat berdidi kokoh dan kuat di dalam tumbuhan terdapat jaringan yang disebut jaringan penyokongterdiri dari:
  1. Jaringan kolenkim, merupaka jaringan yang dindingnya mengalami penebalan dari selukosa dan pektin terutama di bagian sudut-sudutnya. Banyak terdapat pada tumbuhan yang masih muda, yang belim berkayu, merupakan sel hidup.
  2. Jaringan sklerenkim, merupakan jaringan yang sel-selnya mengalami penebalan dari lignin (zat kayu), sel-selnya sudah mati. Menurut bentuknya, sklerenkim dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
  • Skelereid (sel batu): selnya mati, bentukbulat, dan berdinding keras sehingga tahan tekanan. contoh: sel-sel tempurung kenari dan tempurung kelapa.
  • Serabut-serabut sklerenkim (serat): selnya dengan bentuk panjang, umumnya terdapat pada permukaan batang. 
d.   Jaringan pengangkut
     Untuk mengangkut hasil fotosintetis dari daun keseluruh bagian tumbuhan serta mengangkut air dan garam-garammineral dari akar ke daun, tumbuhan menggunakan jaringan pengangkut.
Jaringan pengangkut terdiri dari:
  1. Xilem (pembuluh kayu), disusun oleh trakeid, trakea, pembuluh xilem (pembuluh kayu), parenkim kayu, dan skerenkim kayu (serabut kayu). Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dan dari tanah menuju ke daun.
  2. Floem (pembuluh tapis), Floem disusun oleh sel ayakan atau tapis, pembuluh tapis, sel penggiring, sel parenkim kulit kayu, dan serabut kulit kayu (sel sklerenkim). floem berfungsi untuk mengangkut zat-zat hasil fotosintetis keseluruh bagian tubuh. Xilem dan floem bersatu membentuk suatu ikatan pembuluh angkut. Macam-macam ikatan pembulu angkut.
  • Ikatan pembuluh kolateral, xilem dan floem yang letaknya berseblahan di dalam suatu jari-jari (xilem di sebelah dalam dan di sebelah luar)
  • Ikatan pembuluh bikolateral, Xilem diapit floem, terletak pada radius yang sama.
  • Ikatan pembuluh radial, xilem dan floem letaknya bersebelahan, tetapi tidak berada di dalam jari-jari yang sama, misalnya pada akar.
  • Ikatan pembuluh konsentris, xilen dan floem berbentuk cincin silinder.                                         - Amfigribal, letak xilem di tengah dan dikelilingi floem.                                                              - Amfivasal, letak floem di tengah dan dikelilingi xilem.
Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

DAMPAK PENYALAGUNAAN IPTEK

Permasalahan yang timbul akibat adanya kemajuan tekhnologi adalah adanya dampak negatif yang disebabkan oleh kemajuan tekhnologi tersebut di antaranya :

1. NUKLIR

Meledaknya bom di Hirosima dan Nagasaki mengakhiri perang Dunia ke II. Akhirnya, perang untuk menghentikan kekejaman, penghancuran dan perusakan. Pada waku itu banyak korban berjatuhan,  tetapi kejadian tidak beerhenti di situ karena radiasi akibat senjata nuklir masih dapat dirasakan sampai sekarang. Penyebabnya adalah debu-debu radioaktif yang erasal dari bom nuklir serta reaktor-reaktor atom. Bahaya yang ditimbulkan adalah radiasi yang ditimbulkan oleh sinar alpha, beta dan gamma, serta partikel neutron kainnya hasil pembelahan inti. Efek yang ditimbulkan oleh radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur zat serta pol reaksi kimianya, sehingga merusak sel tubuh. Bila hal ini terjadi pada gen maka gen akan menyebabkan terjadinya mutasi gen yang berakibat kanker.

2. POLUSI

Adanya bahan polusi tentunya dapat merusak lingkungan. Timbulnya pencemaran tentu erat kaitannya atau di sebabkan oleh berbagai aktivitas manusia antara lain:
  1. Kegiatan-kegiatan industri dalam bentuk limbah, zat-zat buangan berbahaya seperti, logam-logam berat, zat radioaktif, air buangan panas, juga dalam bentuk kumpulan asap, dan kebisingan suara.
  2. Kegiatan pertambangan, berupa terjadinya kerusakan instalasi, kebocoran, kebocoran, pencemaran buangan-buangan penambangan, pencemaran udara, dan rusaknya lahan-lahan akibat pertambangan.
  3. Kegiatan transportasi, berupa kepulan asap, naiknya suhu udara kota, kebisingan dari kendaraan bermoto, tumpahan-tumpahan bahan bakar kendaraan bermotor terutama minyak bumi dari kapal  tanker.
  4. Kegiatan pertanian, terutama akibat dari residu pemakaian zat-zat kimia yang memberantas hama seperti insektisida, pestisida herbisida, demikian pula dengan pupuk organik. 
 Suatu zat dikatakan polutan :
  • Kadarnya melebihi batas normal; 
  • Berada pada tempat yang tidak semestinya; dan
  • Berada pada waktu yang tidak tepat.
Sifat-sifat polutan antara lain:
  • Merusak untuk sementara, dan setelah bereaksi dengan zat lingkungannya tidak merusak lagi.
  • Merusak setelah jangka waktu tertentu.
Bencana polusi dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
  • Yang langsung mengganggu kesehatan manusia.
  • Efek tak langsung pada manusia, misalnya efek koronis dari polusi udara atas gedung-gedung.
  • Efek langsung yang mengancam kualitas kehidupan manusia, seperti onggokan pupuk kandang dan selokan mampet.
  • Efek tak langsung terhadap masyarakat, misalnya, usaha pertambangan minyak Bumi di wilayah lepas pantai, penebangan hutan yang berlebihan.
Pencemaran lingkungan dapat berupa:
  • Pencemaran air tanah
  • Pencemaran udara
  • Pencemaran suara
  • Pencemaran benda-benda radioaktif
a. Pencemaran air tanah
  1. Zat kimia seperti limbah industri, pupuk buatan, dan detergen, dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan tumbuhan serta organisme lainnya.
  2. Sampah plastik tidak hancur, sehingga menurunkan porositas tanah.
  3. Zat-zat limbah industri. 
  4. Berbagai sampah organik yang dibuang kesungai, kolam atau parit akan mengalami pembusukan. Untuk proses ini bakteri pembusukan memerlukan banyak O2.
  5. Terjadinya pembusukan yang berlebihan di perairan akan menyebabkan terjadinya penimbunan senyawa.
  6. DDT merupakan insektisida yang dahulu banyak digunakan petani untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebab penyakit lainnya,
b. Pencemaran Udara

pencemaran udara terutama terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna dari pabrik, minyak, batu bara, dan lain-lain. Asap rokok juga merupakan polutan, baik bagi sipeokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Gas-gas yang merupakan pencemaran udara adalah CO,CO2,NO,NO2,SO, dan SO2, .

c. Pencemaran suara

Penyebabnya adalah suara bising yang terus-menerus. satuan kekuatan suara adalah desibel (dB). percakapan normal : 40 dB
  1. Keributan = 80 dB
  2. Suara kereta api = 95 dB
  3. Mesin motor 5 PK = 105 dB
  4. Petir = 120 dB
  5. Pesawat jet lepas landas = 150 dB
Suara berkekuatan 80 dB sudah menimbulkan gangguan. Gangguan yang timbul terutama pada sistem pendengaran yang selanjutnya dapat mempengaruhi sistem lainnya seperti:
  1. perubahan tekanan darah;
  2. perubahan denyut nadi;
  3. kontaksi perut, gangguan jantung, stres, dan lain-lain.
d. pencemaran sosial dan budaya

Kemajuan tekhnologi pada kota-kota besar sangat berpengaruh sekali terhadap kehidupan di kota, kemajuan kehidupan di kota-kota besar membawa pengaruh yang sangat cepat terhadap kehidupan di pedesaan. Penduduk di pedesaan ingin merasakan hasil kemajuan tersebut.  Hal ini dalam satu segi membawa pengaruh yang kurang baik, yaitu penduduk pedesaan menjadi konsumtif adanya perubahan kebudayaan yang kurang baik terhadap muda mudinya.

3. KLONASI/KLONING
Dengan kemajuan genetika dan biologi  reproduksi, maka di mungkinkan rekayasa duplikasi atau multiplikasi manusia secara seksual dengan klonasi. tujuan klonasi dapat dirangkum sebagai berikut:
  1. Memberi anak yang baik pada pasangan yang tidak memiliki anak.
  2. Menyediakan jaringan atau organ fetus untuk transflantasi.
  3. Mengganti anak yang mati muda dengan anak yang sama cirinya.
  4. sebagai bagian dari eugenetika positif dengan membuat genetipus yang dianggap unggul sebanyak-banayaknya.
  5. Merealisasi teori dan memuaskan rasa ingin tahu ilmiah.
  6. memperoleh sampel dengan genetipus, yang sama untuk penelitian, misalnya tentang peran relatif  pengaruh lingkungan dan genetika pada genetipus manusia
  7. Memperoleh orang dalam jumlah banyak untuk pekerjaan yang sama dengan ciri-ciri tertentu.
Namun adapula dampak yang kurang baik, yaitu dengan hal-hal tersebut di atas banayak yang belum menyetujui dan banyak yang menentang akan adanya kloning tersebut. selain itu, pada segi agama pun sudah barang tentu bertentangan karena kita menantang akan kodrat kita sendiri, bagaimanapun manusia sebagai makhluk ciptaannya tidak akan mampu menandingi sang penciptanya. Jika wewenang kloning jatuh pada tangan diktraktor, maka dia dapat berbuat macam-macam yang merugikan spesies manusia dalam jangka panjang.

4. EFEK RUMAH KACA

Efek rumah kaca ini disebabkan akibat adanya pencemaran udara yang banyak mengandung zat-zat yang dapat mengubah suhu udara. Dengan adanya pencemaran udara akan menyebabkan pemanasan global. yaitu dengan adanya efek rumah kaca. yang dimana adanya efek rumah kaca ini sinar ultra violet yang dapat membahayakan manusia tidak akan disaring lagi oleh lapisan ozon, sehingga akan langsung manuju bumi  dan selanjutnya akan diam dan bersirkulasi di Bumi.

Penggunaan Sumber-sumber Alam

Manusia memandang alam lingkungan dengan bermacam-macam  kebutuhan dan keinginan. manusia bergulat dan bersaing dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar dibanding organisme laiinnya, terutama pada penggunaan sumber-sumber alamnya.
Berbagai cara telah dilakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa : tanah, air, fauma, flora, bahan-bahan galian, dan sebagainya.


a. Pertanian dan Tanah


Tanah permukaan (top soil) mengandung kadar unsur-unsur bahan makanan yang begitu tinggi dan siap digunakan oleh tanaman. dengan adanya kemajuan dalam bidang pertanian, penggunaan tanah untuk pertanian dapat digunakan secara efisien untuk meningkatkan hasil pertanian. Hasil pertanian tersebut dapat ditingkatkan baik dengan cara memperluas areapertanian maupun dengan meningkatkan hasil tanah pertanian  yang sudah ada. Di beberapa negara yang sedang berkembang seperti Thailand, Burma, Malasyia, Filipina, Indonesia masih ada kemungkinan perluasa  areal pertanian. Tetapi dalam pelaksanaan sangat lambat karena kurangnya modal. Jepang misalnya sudah tidak mungkin memperluas area pertanian, Karena adanya pertambahan penduduk yang pesat, banyak tanah-tanah digunakan untuk perumahan, industri, jalan-jalan, dan sebagainya dari tahun 1020-1960 Jepang telah kehilangan tanah pertanian rata-rata seluas 49.000 acre/tahun. Adapun dalam intensifikasi pertanian, untuk memperoleh hasil yang lebih tinggi dapat ditempuh dengan beberapa cara antara lain, Mengusahakan panenan lebih dari satu kali pertahun, penggunaan pupuk, irigasi, penggunaan pestisida dan bibit unggul, serta mekanisasi alat-alat pertanian. semuanya itu memerlukan modal besar. Adapun panen lebih dari satu kali telah berhasil di Taiwan, Korea, dan Jepang dimana 50%-60% tanah pertanian menghasilkan panen dua kali per tahun. Demikian juga penggunaan pupuk di dunia cenderung meningkat terus.  Eropa barat yang hanya memiliki 6%  dari seluruh pertanian biji-bijian di dunia, telah menggunakan pupuk sebanyak 10 ton pada tahun 1960-1961. Selain itu, hama juga dapat dengan mudah dibasmi dengan insektisida, herbisida, dan pestisida. Sedangkan peranan mekanisasi alat-alat pertanian dapat mempertinggi hasil pertanian. Dengan cara-cara tersebutlah Manusia selangkah demi selangkah memperbaiki cara-cara bertani dan hasil panen untuk memenuhi bahan pangan yang selalu meningkat.


b. Hutan


Kalau kita tinjau dari segi pertanahan hutan, maka hutan dapat di golongkan kedalam dua golongan yaitu :
  1. Hutan pelindung, merupakan hutan yang sengaja diadakan untuk melindungi tanah dari erosi, kehilangan humus, dan air tanah;
  2. Hutan penghasil atau hutan produksi, yaitu hutan yang sengaja ditanami jenis-jenis kayu yang dapat dipungut hasilnya, misalnya hutan pinus, damar dan sebagainya,
c. Air

Air merupakan sumber alam yang terdapat di mana-mana  di Bumi, di sungai, di danau, di lautan, di bawah tanah dan udara sebagai uap air kesemuanya meliputi 4/5 bagian seluruh permukaan bumi. Seyogianya manusia menggunakan  air dengan baik dan berusaha mencegahnya dari pencemaran-pencemaran yang menggangu berjalannya fungsi vital air dalam kehidupan manusia.

d Bahan tambang

Begitu banyak mineral dan bahan tambang lain yang dapat digali dan ditemui serta dimanfaatkan secara seimbang dalam kehidupan manusia. Pemakaian baja du dunia pada tahun 1967 diperkirakan mencapai 144 kilogram per kapita. Di Amerika pada tahun yang sama diperkirakan mencapai 568 kg per kapita. pemakaian ini cenderung akan meningkat terus dan demikian juga dengan bahan tambang lainnya. Oleh karena itu, kita harus menemukan cara untuk menggunakannya setepat dan sehemat mungkin  mangingat bahan tambang adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.


Sebagai pengguna sumber daya alam, tentunya kita tidak boleh agois, dengan hanya mementingkan keperluan pribadi, tampa melihat jangka panjang sumber alam yang ada. Gunakanlah secara bijaksana dengan melihat dari berbagai sisi mangingat ada beberapa seumber alam yang tidak dapat diperbaharu. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Pengaruh Teman Terhadap Pembinaan Nilai Moral

Sebagai makhluk sosial, anak pasti punya teman, dan pergaulan dengan teman akan menambah pembendaharaan informasi yang akhirnya akan mempengaruhi berbagai jenis kepercayaan yang dimilikinya. Kumpulan kepercayaan yang dimiliki anak akan membentuk sikap yang dapat mendorong untuk memilih atau menolak sesuatu. Sikap-sikap yang mengkristal pada diri anak akan menjadi nilai dan nilai tersebut akan berpengaruh pada perilakunya.
Setiap orang yang menjadi teman anak akan menampilkan kebiasaan yang dimilikinya, pengaruh pertemanan ini akan berdampak positif manakala isu dan kebiasaan teman itu positif pula. Sebaliknya akan berdampak negatif bila sikap dan tabiat yang ditampilkan memang buruk. Pertemanan yang paling berpengaruh timbul dari teman yang sebaya, karena di antara mereka relatif lebih terbuka , dan intensitas pergaulannya relatif sering, baik di sekolah/kampus maupun dalam lingkungan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian Abbas Asyyafah (1997, hlm, 102)
" Kebiasaan merokok lebih banyak disebabkan karena pengaruh teman sebaya". Bukan sesuatu yang mustahil bila upaya mencoba perilaku buruk lain disebabkan pula karena pengaruh teman sebaya.
Keluarga sering dikagetkan oleh penolakan anak ketika memberikan nasihat dengan alasan bahwa apa yang disampaikan orang tua berbeda atau bertentangan dengan " aturan" yang disampaikan oleh temannya. Kelompok sebaya tentu mempunyai aturan main sendiri, dan anak cenderung akan menyesuakan dengan aturan main tersebut dengan harapan akan diterima oleh kelompoknya. perbedaan sududt pandang antara keluarga dengan temannya menjadi masalh tersendiri bagi nilai anak-anak. Anak di hadapkan pada keharusan untuk mematuhi aturan keluarga dan risiko dikeluarkannya dari pertemanan. Bagi anak situasi ini menjadi dilematis. Persoalan nilai mana yang akan menjadi keyakinan individu (Mahasiswa) tentu diperlukan adanya upaya pendidikan untuk Membimbing mereka keluar dari kebingungan nilai serta menemukan nilai hakiki yang harus menjadi pegangannya.

Minyak Bumi Indonesia

Minyak  bumi adalah hasil tambah yang sangat penting bagi kita, karena dari hasil tambang ini banyak menghasilkan dana bagi negara kita untuk pembangunan. Berikut ini ada beberapa pembahasan terkait dengan minyak bumi indonesia.

a. Daerah penghasil minyak bumi :

- Peureula, lhoksumawe            : D. I. Aceh
- Tanjung pura                           : Sumatra utara
- Dumai, Sungaipaking             : Riau
- Sungai mahakam, pulau
  Pulau Tarakan, pulau Bunyu  : Kalimantan Timur
- Kembatin                                : Kalimantan Tengah
- Delta sungai brantas               : Jawa Timur
- Cepu                                       : Jawa Tengah
- Majalengka                             : Jawa Barat
- Pulau Seram, Pulau
  Tenggara                                 : Maluku
- Sorong, Babo, Klamano         : Irian Jaya

b. Pabrik pengolahan minyak bumi:

- Pangkalan brandan                 : Sumatra Utara
- Plaju, Sungaigerong               : Sumatra selatan
- Cepu, Cilacap                         : Jawa Tengah
- Wonokromo (Surabaya)         : Jawa Timur
- Balikpapan                              : Kalimantan Timur

c. Dari bumi ini dapat dihasilkan :

- Bensol, bensin, minyak tanah, premium, veselin, parafin, malam, malatiol, aspal dan kerosi.

d. Yang melaksanakan penambangan minyak bumi adalah :

- Pengusaha Nasional                   : - Pertamina
                                                        - permigan
- Pengusaha asing                        :  - P. T. Caltex.
                                                        - P. T. Stanvac Indonesia

Mungkin itulah beberapa hal yang berkaitan dengan minyak bumi Indonesia, semoga bermanfaat

LETAK NEGARA INDONESIA

Negara Indonesia mempunyai letak yang sangat strategis, hal ini dapat ditinjau dari beberapa segi, antara lain:


a. Strategis menurut peta



Hal ini karena negara indonesia terletak pada :

- Antara garis 6o LU dan  11o LS.
- Antara garis 95o BT dan 141o BT


b. Strategis menurut geografis



Hal ini dapat ditinjau karena negara indonesia terletak pada :

- Antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia.
- Antara dua lautan, yaitu laut Pasifik dan lautan Hindia.


c. Strategi menurut ekonomi



Karena terletak diantara dua benua dan dua lautan maka letak negara indonesia sangat strategis bila ditinjau dari segi perekonomian, karena :

- Sebagai jembatan pelayaran dan perdagangan antar negara, antar benua dan antar bangsa.
- Banyak hasil kekayaan alamnya, kekayaan lautan yang berupa ikan, dan juga hasil kekayan bumi, tanah yang subur serta kekayaan hasil tambang.
- Terdiri dari puau-pulau dan berbagai suku bangsa yang mempunyai ciri kebudayaan sendiri-dendiri sebagai sumber kekayaan kebudayaan bangsa.


d. Strategis menurut kejadiannya.



Bila kita tinjau dari proses kejadian darat dan lautnya maka negara republik indonesia tanahnya terdiri dari :

- Daerah dangkalan/paparan Sunda, yaitu meliputi P. Jawa, P. Sumatra (P. Andalas), P. Kalimantan. (P. Borneo)
- Daerah dangkalan/paparan Suhul, yaitu meliputi dataran P. Aru dan P. Irian Jaya, L. Arafura dan selat Flores.
- Daerah laut Tengah, yaitu meliputi L. Sulawesi, selat Makassar, L. Flores, L. Banda, L. Maluku dan L. Buru



Untuk lebih melengkapi dan lebih memberikan mengenai lrtak negara Republik Indonesia yang strategis itu menurut garis peta maka kita kenal lebih lanjut tentang istilah-istilah dibawah ini.

  • Garis khatulistiwa, yang juga disebut dengan garis lini atau garis equator yaitu garis melintang yang membagi dunia menjadi dua  bagian yang sama luasnya menjadi bagian Utara dan bagian Selatan.
  • Garis Lintang, Adalah garis-garis yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Yang terletak di sebelah Utara khatulistiwa disebut Lintang Utara (LU) dan yang terletak disebelah Selatan khatulistiwa disebut  garis Lintang Selatan (LS).
  • Garis Green wich , Adalah garis yang membujur dan dan membagi dunia menjadi dua bagian yang sama luas menjadi Barat dan Timur Greenwich adalah nama kota di negara Inggris.

Konsep Teknologi

Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan bahwa teknologi adalah transformasi (perubahan bentuk) dari alam. Tekhnologi adalah realitas atau kenyataan yang diperoleh dari dunia ide, tekhnologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan, sampai kenyataan teknologi adalah segala hal, dan segala hal adalah teknologi.
Istilah "teknologi" berasal dari kata techne dan logia. Kata yunani kuno techne berarti seni kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah technikos yaitu seseorang yang memiliki kemampuan tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan seseoramg yang menjadi semakintetap karena menunjukkan suatu pola, langkah, dan metode yang pasti, keterampilan itu lalu menjadi teknik.
Sampai pada permulaan abad XX ini, istils teknologi telah dipakai secara umum dan merangkum suatu rangkaian sarana, proses, dan ide disampin alat-alat dan mesin-mesin. perluasan arti itu berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini muncul perumusan tekhnologi sebagai sarana atau aktivitas yang dengannya manusia berusaha mengubah atau menangani lingkungannya. Ini merupakan suatu pengertian yang sangat luas karena setiap sarana perlengkapan maupun kultural tergolong suatu teknologi.
Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada pembuatan atau perwujudan sesuatu. kecenderungan ini pun mempunyai suatu akibat di mana kalau teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, maka dalam perwujudan tersebut dengan sendirinya setiap jenis teknologi/bagian ilmu pengetahuan dapat ada tanpa berpasangan dengan ilmu pengetahuan dan pengetahuan tentang teknologi perlu disertai oleh pengetahuan akan ilmu pengetahuan yang menjadi pasangannya.
Adapun tiga macam teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli, yaitu:

a. Teknologi Moderen

Jenis teknologi moderen ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Padat modal.
  2. Mekanis elektris.
  3. Menggunakan bahan impor.
  4. Berdasarkan penelitian mutakhir, dan lain-lain
b. Teknologi Madya

Jenis teknologi madya ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Padat karya.
  2. Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat.
  3. Menggunakan alat setempat.
  4. Berdasarkan alat penelitian.
c. Teknologi Tradisional

Teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kerja).
  2. Menggunakan keterampilan setempat.
  3. Menggunakan alat setempat.
  4. Menggunakan bahan setempat.
  5. Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan.
Demikianlah, teknologi adalah segenap kemampuan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan
  1.  

MASYARAKAT DESA DAN KOTA

Kita sering mendengar jenis-jenis masyarakata, seperti masyarakat desa dan kota. Desa dan kote memiliki perbedaan baik secara fisik maupun secara sosial.
Sebuah desa sering kali ditandai dengan kehidupan tenang, jauh dari hiruk pikuk keramaian, penduduknya ramah-tamah, saling mengenal satu sama lain, mata pencaharian penduduknya kebanyakan sebagai petani, atau nelayan.
Orang di desa mempunyai hubungan yang lebih erat dan mendalam antar-sesama warganya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok, atas dasar kekeluargaan. Penduduk masyarakat desa pada umumnya hidup dari pertanian dan nelayan. Pekerjaan bertani biasanya dilakukan secara bersam-sama antara masyarakat desa lainnya. Hal itu mereka lakukan, karena biasanya satu keluarga saja tidak cukup melakukan pekerjaan tersebut. Sebagai akibat dari kerja sama ini, timbullah kebiasaan dalam masyarakat yang namanya gotong royong. Pada masyarakat desa jarang ditemukan pekerjaan berdasarkan keahlian, alkan tetapi biasanya pekerjaan didasarkan pada usia (karena kekuatan fisik) dan kelamin.
Usia dan ketokohan sangat berperan penting dalam masyarakat desa. Golongan orang tua pada masyarakat pedesaan, pada umumnya memegang peran penting. Orang-orang akan selalu meminta nasihat-nasihat kepada mereka, apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Kesukarannya adalah orang-orang tua itu mempunyai pandangan-pandangan yang didasarkan pada tradisi yang kuat, sehingga perubahan akan sulit terjadi.
Desa mengalami perubahan sehingga unsur-unsur kota masuk di dalamnya. Begitu pula kota, meskipun disebut sebuah kota, ciri-ciri atau kebiasaan desa masih ada yang melekat di dalamnya.
Sebuah kota sering kali ditandai dengan kehidupan yang ramai, wilayahnya yang luas, banyak penduduknya, hubungan yang tidak erat satu sama lain, dan mata pencaharian penduduknya bermacam-macam.
Menurut Soerjono Soekamto (1986), masyarakat kota dan desa memiliki perhatian yang berbeda, khususnya perhatian terhadap keperluan hidup. Di desa yang diutamakan adalah perhatian  khusus terhadap kebutuhan pokok, fungsi-fungsi yang lain diabaikan. lain dengan pandangan orang kota, mereka melihat selain keperluan pokok, Contoh pada orang kota, makanan harus kelihatan mewah dan tempat menghidangkannya harus mewah dan terhormat. Di sini, terlihat ada beberapa penilaian, orang desamenilai makanan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan biologis, sedangkan bagi orang kota  sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan sosail.
Pembagian kerja (division of labor) pada masyarakat kota sangat terspesialisasi. Begitu pula jenis profesi pekerjaan sudah sangat banyak macamnya (heterogen). Dari sudut keahlian (spesialisasi), seseorang mendalami pekerjaan pada satu jenis keahlian yang semakin spesifik, contohnya: ada dokter umum, yang lebih terspesialisasi ada dokter khusus akhli THT (telinga hidung tenggorokan), dokter ahli penyakit dalam (internis), dokter ahli kandungan (genekolog), dan laim-lain. Di samping itu jenis pekerjaan banyak sekali macamnya, contohnya, ada tukang listrik, ada ahli bangunan, guru, polisi, tentara, angkutan dan lain-lain,
Antara satu pekerjaan dan pekerjaan lain sangat erat kaitannya, ada saling ketergantungan diantara mereka.Ibu-ibu rumah tangga sangat bergantung pada tukang sayur, pada tukang listrik  pada tukang gas, sehingga kegiatan rumah tangga akan terganggu ketika salah satu di antara mereka tidak ada. Seorang pelajar, pegawai atau pekerja lain, akan terganggu aktivitasnya bila para sopir angkutan umum melakukan mogok kerja. Begitu pula para sopir, atau para pengguna kendaraan lainnya akan terganggu aktivitasnya bila para penjual bensin dan bahan bakar lain melakukan mogok kerja.
Ada saling ketergantungan yang tinggi antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain karena perbedaan pekerjaan. Satu jenis pekerjaan dengan pekerjaan lain saling ketergantungan. Saling ketergantungan antara satu anggota masyarakat dengan masyarakat lain yang disebabkan karena perbedaan pekerjaan (heterogenitas pekerjaan) menurut Emile Durkheim (1973:63) disebut dengan solidaritas arganis (organic solidarity).
Di sisi lain masyarakat desa memiliki jenis pekerjaan yang sama, seperti bertani, berladang, atau sebagai nelayan. Kehidupan orang desa yang memiliki jenis pekerjaan yang sama (homogen) sangat menggantungkan  pekerjaannya kepada keluarga lainnya. Mereka tidak bisa mengerjakan semuanya oleh keluarganya sendiri. Untuk mengolah tanah, memanem padi, atau pekerjaan bertani lainnya, mereka harus sepakat dengan yang lain dengan menuggu giliran. Begitu pila jika ada pekerjaan lain, seperti membuat atau memperbaiki rumah. saling ketergantungan pada masyarakat yang disebabkan karena adanya  persamaan dalam bidang pekerjaan oleh Emile Durkheim disebut dengan solidaritas mekanis (mechanic solidaritiy).
Ferdinand Tonnies mengemukakan pembagian masyarakat dengan sebutan masyarakat gemainschaft dan geselschaft. Masyarakat gemainschaft atau disebut juga paguyuban adalah kelompok masyarakat di mana anggotanya sangat terikat secara emosional dengan yang lain, adapun masyarakat geselschaft. atau patembeyan ikatan-ikatan di antara anggotanya kurang kuat dan bersifat rasional. paguyuban sebagai refleksi masyarakat desa, sedangkan patembeyan refleksi masyarakat kota.

Penulisan Huruf Besar Atau Kapital

Dalam Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan terdapat tiga belas penulisan huruf kapital berikut ini disajikan beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan:
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam penulisan ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci termasuk kata ganti untuk tuhan.
Misalnya :
Allah Yang Mahakuasa
Bimbinglah hamba-Mu
Quran, dan Injil
atas rahmat-mu (bukan atas rahmatMu)
dengan kuasa-Nya (nukan dengan kuasaNya)
 Akan tetapi, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama untuk menuliskan kata-kata, seperti imam, maakmum, doa, dan puasa,
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Misalnya:
Haji Agus Salim, Imam Hanafi
Sultan Hasanuddin, Nabi Ibrahim
Akan tetapi, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Benar
Neneknya menunaikan ibadah haji.
Sebagai seorang sultan, ia tidak bertindak sewenang-wenang
Salah
Neneknya menunaikan ibadah Haji.
Sebagai seorang Sultan, tidak bertindak sewenang-wenang
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama trmpat.
Misalnya:
Gubernur Asnawi Mangku Alam
Letnan Kolonel Saladin
Huruf kapital tidak tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.
Misalnya:
Sebagai seorang bupati yang baru dilantik, ia berkeliling di desa-desa untuk berkenalan dengan masyarakat yang dipimpinnya
(bukan: Seabai seorang Bupati yang baru dilantik, ia berkeliling di desa-desa untuk berkenalan dengan masyarakat yang dipimpinnya.)
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.
Misalnya:
bangsa Malasyia 
suku Makassar
bahasa Arab
Perhatikan penulisan berikut.
Meng-Indonesiakan-kan kata-kaya asing
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Misalnya:
tahun Masehi
bulan Agustus
hari Natal
Perang Candu
Proklamasi kemerdekaan
Republik Indonesia
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.
Misalnya:
Teluk Jakarta
Bukit Barisan
Danau Toba
Sungai Mahakam
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.
Misalnya:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Majelis Permusyawaratan Rakyat
Undang-undang Dasar 1945
Benar
Dia menjadi pegawai di salah satu departemen
Menurut  undang-undang, perbuatan itu dapat dijatuhi hukum setinggi-tingginya lima tahun.
Salah:
Dia menjadi pegawai di salah satu Departemen
Menurut Undang-Undang, perbuatan itu dapat dijatuhi hukum setinggi-tingginya lima tahun.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kaka, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
Misalnya:
Kapan Paman berangkat?
Apakah itu, Kak?
Surat Anda sudah saya terima.
Saya akan disuntik, Dok?
Di mana rumah Bu Rimang?
Benar
Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
semua adik dan kakak saya telah menikah.
Rumah Pak Lurah terletak di tengah-tengah desa.
Salah
Kita harus menghormati Ibu dan Bapak kita.
Semua Adik dan Kakak saya telah manikah.
Rumah pak lurah terletak di tengah-tengah desa.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
Misalnya:
Benar
Tahukan Anda bahwa gaji pegawai negeri dinaikkan?
Apakah kegemaran Anda?
Salah 
Tahukah anda bahwa gaji pegawai negeri dinaikkan?
Apakah kegemaran anda?


PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN

Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar, artinya orang asing. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui, mengapa suatu lingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan menghasilkan kebudayaan yang berbeda pula.
Usaha untuk menjelaskan pengaruh manusia sebagai perilaku budaya dalam kaidah dengan lingkungannya, terlebih lagi perspektif lintas budaya akan mengandung banyak variabel yang saling berhubungan dalam keseluruhan sistem tebuka. pendekatan yang saling berhubungan dengan psikologi lingkungan adalah pendekatan sistem yang melihat rangkaian sistemik antara beberapa subsistem yang ada dalam melihat kenyataan lingkungan total yang melingkupi satuan budaya yang ada.
Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan sebagai berikut:
  1. phyisical Envitonment, menunjuk pada lingkungan natural, seperti temperatur, curah hujan, iklim, wilayah geografis, flora, dan fauna,
  2. Cultural Social Environment, meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisasi seperti; norma-norma, adat istiadat, dan nilai-nilai.
  3. Environmental Orientation and Representation, mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungan,
  4. Environmental Behavior and Procces, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan sosial.
  5. Out Carries Product, meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah, komunitas, kota beserta usaha-usaha manusia dalam memodifikasi lingkungan fisik seperti budaya pertanian, dan iklim.
Dengan demikian dapat disimpulkan,bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan  tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai dan aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainya. 

MANUSIA SEBAGAI MAHKLUK SOSIAL

  Kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari pengaruh orang lain. selama manusia hidup ia tidak akan lepas dari pengaruh masyarakat, di rumah, di sekolah, dan lingkungan yang lebih besar manusia tidak lepas dari pengaruh orang lain. Oleh karena manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, yaitu makhluk yang di dala, hidupnya tidak bisa melapaskan diri dari pengaruh orang lain.
Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk mencari teman atau kawan. kebutuhan untuk berteman biasanya didasari atas kesamaan ciri atau kepentingannya masing-masing, misalnya orang kaya cenderung berteman lagi dengan orang kaya.
Manusia dikatakan juga makhluk sosial, karena manusia tidak akan hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Beda dengan hewan, jerapa misalnya, ketika ia lahir hanya dalam hitungan menit ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti induknya. kenapa hewan mampu mempertahankan hidupnya tanpa pertolongan hewan lain? karena untuk mempertahankan hidupnya hewan dibekali dengan insting. Insting atau naluri adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, yang diperoleh bukan dari proses belajar. Berbeda dengan manusia, insting yang dimiliki manusia sangat terbatas, ketika bayi lahir ia hanya mampu menagis, ia hanya memiliki insting menangis. manusia mempunyai potensi akal untuk mempertahankan hidupnya, namun potensi yang dimiliki manusia hanya mungkin berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. Untuk bisa berjalan saja manusia harus belajar dari manusia lainnya.
Menurut mead, setiap anggota baru masyarakat harus mempelajari peranan-peranan yang ada dalam masyarakat. Soaialisai adalah proses di mana di dalamnya terjadi pengambilan peranan (role taking). 
Sosialisasi merupakan proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. 


Dapat disimpulkan bahwa manusia dikatakan makhluk sosial karena  beberapa alasan, sebagai berikut

  1. Manusia tunduk pada aturan, Norma sosial.
  2. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
  3. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
  4. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusai.



MODERNISASI, KONSEP MODERNISASI, SYARAT MODERNISASI, DAN CIRI-CIRI MODERNISASI

MODERNISASI

1. Konsep Modernisasi

Modernisasi dimulai di italia abad ke-15 dan tersebar ke sebagian besar ke dunia barat dalam lima abad berikutnya. Kini gejala modernisasi telah menjalar pengaruhnya keseluruh dunia. Manifesto modernisasi pertama kali terlihat di ingris dengan meletusnya revolusi industri pada abad ke-18, yang mengubah cara produksi menjadi modern.
Modernisasi masyarakat adalah suatu proses transformasi yang mengubah:
  1. Di bidang ekonomi, modernisasi berarti tumbuhnya kompleks industri yang besar, di mana produksi barang konsumsi dan sarana dibuat secara massal.
  2. Di biidang politik, dikatakan bahwa ekonomi yang modern memerlukan ada masyarakat nasional dengan integrasi yang baik.
Modernisasi menurut Cyril Edwin Black (1991) adalah rangkaian perubahan cara hidup manusia yang kompleks dan saling berhubungan, merupakan bagian pengalaman yang universal dan yang dalam banyak kesempatan merupakan harapan bagi kesejahtraan manusia.
Manusia yang yang telah mengalami modernisasi, terungkap pada sikap mentalnya yang maju, berpikir rasional, berjiwa wiraswasta, berorientasi ke masa depan, dan seterusnya.

2. Syarat-syarat Modernisasi

Modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan pada faktor rehabilitasi, modernisasi bersifat preventif, dan kontarktif agar proses tersebut tidak mengarah pada angan-angan.
Modernisasi dapat terwujud melalui beberapa syarat, yaitu:
  1. Cara berpikir ilmiah yang instututionalized dalam kelas penguasa maupun masyarakat. Hal ini menghendaki sistem pendidikan dana pengajarn yang terencana dan baik.
  2. sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi.
  3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu atau lembaga tertentu. 
  4. Penciptaan iklim yang baik dan teratur dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara menggunakan alat media massa.
  5. Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak disiplin tinggi baik pihak lain di pihak pengurangan kepercayaan.
  6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaannya.
3. Ciri-ciri Modernisasi

Modernisasi merupakan salah satu model kehidupan yang ditandai
dengan ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Kebutuhan materi dan ajang persaingan kebutuhan manusia.
  2. Kemajuan teknologi dan industrialisasi, invidualisasi, sekularisasi, diferensiasi, dan akulturasi.
  3. Modernisasi banyak memberikan kemudahan bagi manusia
  4. Berkat jasanya, hampir semua keinginan manusia terpenuhi.
  5. Modernisasi juga melahirkan teori baru
  6. Mekanisme masyarakat berubah menuju prinsip dan logika ekonomi serta orientasi kebendaan yang berlebihan.
  7. Kehidupan seseorang perhatian religiusnya dicurahkan untuk bekerja dan menumpuk kekayaan.

Unsur-unsur keragaman dalam masyarakat indonesia


Adapun unsur-unsur dalam masyarakat indonesia adalah sebagai berikut:

1. Suku Bangsa da Ras

Suku bangsa yang menempati wilayah indonesia dari sabang sampai merauke sangat beragam. Adapun perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut, warna kulit, ukuran-ukuran tumbuh, mata, dan ukuran kepala.
Di indonesia, terutama bagian barat muai dari sulawesi adalah termasuk ras mongoloid melayu mua (Deutero Malayan Mongoloid). Kecuali Batak dan Toraja yang termasuk Mongoloid MelayunTua (Proto Melayan Mongoloid) sebelah timur indonesia termasuk ras Austroloid, termasuk bagian NTT. Adapun kelompok terbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan chia yang termasuk Astratic Mongoloid

2. Agama dan Keyakinan

Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Ikatan yang dimaksud berasal dari sesuatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap dengan pancaindra, namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari (Harun Nasution hlm. 10).
Agama sebagai bentuk keyakinan memang sulit diukur secara tepat dan perinci. Hal ini pula yang barang kali menyulitkan para ahli untuk memberikan definisi yang tepat tentang agama. Namun apapun bentuk kepercayaan yang dianggap sebagai agama, tampaknya memang memiliki ciri umun yang hampir sama baik dalam agama primitif maupun monoteisme. menurut Robert H. Thouless, fakta menunjukkan bahwa agama terpusat pada Tuhan atau dewa-dewa sebagai ukuran yang menentukan yang tak boleh di abaikan (psikologi agama; 14).
Masalah agama tak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Dalam praktisinya fungsi agama dalam masyarakat antara lain:
  1. Berfungsi edukasi: Ajaran agama secara yudiris berfungsi menyuruh dan melarang.
  2. Berfungsi penyemangat.
  3. Berfungsi sebagai perdamaian.
  4. Berfungsi sebagai social control.
  5. Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas.
  6. Berfungsi transformatif.
  7. Berfungsi kreatif.
  8. Berfungsi sublimatif.
Pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keragaman bangsa Indonesia. hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui Indonesia.

3. Ideologi dan Politik

Ideologi adalah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaru kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan kepercayaan yang fundamental. Ideologi membantu untuk lebih memperkuat landasan moral bagi sebuah tindakan. politik mencakup baik konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh, kekuasaan yang digunakan oleh pemenang bagi keuntungannya sendiri atas kerugian dari yang di lakukan. Politik juga bemakna usaha untuk menegakkan ketertiban sosial.
Keragaman masyarakat indonesia dalam ideologi dan politik dapat dilihat dari banyaknya partai politik sejak berakhirnya masa Orde lama. Meskipun pada dasarnya Indonesia hanya mengakui, satu Ideologi, yaitu Pancasila yang benar-benar mencerminkan kepribadian bangsa indonesi.

4. Tata Krama

Tata krama yang dianggap bahasa dari bahasa jawa yang berarti "adat sopan santun, basa-basi"  pada dasarnya ialah segala tindakan, perilaku, adat istiadat, tegur sapa, ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu.
Tata krama dibentuk dan di kembangkan oleh masyarakat, tata krama terdiri atas aturan-aturan yang kalau dipatuhi diharapkan akan tercipta interaksi sosial yang tertib dan efektif di dalam masyarakat yang bersangkutan. Indonesia memiliki beragam suku bangsa memiliki adat tersendiri meskipun karena adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun-temurun dan berkesinambungan dari generasi ke generasi menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang relatif sama.

5. Kesenjangan Ekonomi

Bagi sebagian Negara berkembang, perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus ditingkatkan. Namun umumnya, masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya  kesenjangan yang tak dapat dihindari lagi.

6 Kesenjangan Sosial

Masyarakat indonesia merupakan masyarakat majemuk dengan bermacam tingkat, pangkat, dan strata sosial yang hierarkis. Hal ini, dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas dengan adanya penggolongan orang berdasarkan kasta.
Hal inilah yang dapat menimbulkan kesenjngan sosial yang tidak saja dapat menyakitkan, namun juga membahayakan bagi kerukunan masyarakat. Tak hanya itu bahkan bisa menjadi sebuah pemicu perang antar-etnis atau suku.    

CARA MEMBUAT JUDUL YANG BAIK DAN BENAR



Judul sama maknanya dengan nama. Ia memiliki makna tertentu. Dengan mengetahui nama , dapat diperkirakan apa yang dibicarakan, Dengan judul "memahami dan menulis wacana" dapat di perkirakan pusat pembicaraan buku itu bagaimana menulis sebuah wacana. Judul lebih banyak diatikan dengan pokok pembicaraan atau pokok pembahasan.
Dalam dunia teoritis judul dibedakan dengan topik. Judul tidak bersinonim dengan topik. tetapi dalam dunia paragmatis, lebih banyak ditemukan judul sama dengan topik.
Dalam penentuan sebuah judul dikenal adanya "judul langsung" dan "judul tak langsung". "judul langsung" merupakan judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita/informasi, sehingga hubungannya dengan bagian utama berita/informasi nampak jelas. sedangkan "judul tak langsung" merupakan judul yang hubungannya tidak langsung dengan bagian utama berita   tetapi tetap menjiwai seluruh isi tulisan.
         Untuk mendapatkan judul yang baik, seorang harus memperhatikan hal berikut :
  1.  Asli. Hendaknya tidak mengugunakan judul yang pernah digunakan oleh orang lain. terpaksa dapat dicarikan persamaannya
  2. Relevsn . setelah menulis, baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda (harus mempunyai pertalian dengan temannya, atau ada peralihan dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut).
  3. Provokatif. judul tidak boleh terlalu sederhana, sehingga (calon) pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, kalau (calon) pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi.
  4. Singkat. judul tidak boleh bertele-tele, harus singkat dan langsung pada inti yang ingin dibicarakan sehingga maksud yang ingin disampaikan dapat tercermin lewat judul.
  5. Harus berbentuk frasa.
  6. Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi.
  7. Tanpa tanda baca di akhiri judul karangan.
  8. Menarik perhatian.
  9. Logis.
  10. sesuai dengan isi.
sumber-sumber untukmendapatkan "judul" sebaiknya menunjukkan kesesuainnya dengan pokok pembicaraan menarik, sehingga membuat orang berkeinginan membaca buku itu, dan singkat. judul yang baik harus sesuai dengan topik yang pernah ditulis oleh orang lain, maka judul itu biasa ditambahkan dengan judul tambahan. Judul merupakan identitas dari jiwa seluruh karya tulis yang bersifat menjelaskan diri, menarik perhatian dan ter kadang menentukan lokasi. Judul merupakan nama yang dipakai untuk tulisan, buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain. Judul sebaiknya dibuat ringkas, padat, dan menarik. Usahakan judul suatu tulisan tidak lebih dari lima kata tetapi dapat menggambarkan isi tulisan secara eksplisit.

Fungsi judul:
  1. Merupakan identitas atau cermin dari jiwa seluruh tulisan.
  2. Temannya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membaca isinya.
  3. Gambar global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.
  4. Relevan dengan seluruh isi tulisan, maksud masalah, dan tujuannya 
Syarat-syarat pembuatan judul :
  1. Harus relevan = Mempunyai keterkaitan dengan temanya atau bagian-bagian penting dari tema.
  2. Harus provokatif = Menarik sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa ingin tahu tiap pembaca terhadap isi tulisan
  3. Harus singkat = Tidak boleh mengambil kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangkaian kata yang singkat. jika penulis tidak dapat menghindari judul yang panjang, maka dapat menggunakan solusi dengan membuat judul utama yang singkat, tetapi dengan judul tambahan yang panjang.
  4. Harus asli = Jangan menggunakan judul yang sudah pernah di pakai
syarat-syarat judul yang baik :
  1. Harus berbentuk frasa.
  2. Tanpa ada singkatan atau angkronim.
  3. Awal kata harus kapital, kecuali preposisi dan konjungsi.
  4. Menarik.
  5. Logis.
  6. Sesuai dengan isi. 
Demikianlah cara membuat judul yang baik semoga dapat membantu teman-teman dalam berbagai penulisan karya tulis. 

145, Contoh Kata Baku Dan Tidak Baku lengkap

Dalam berinteraksi sehari-hari mungkin kita pernah mengucapkan sebuah kata yang tidak Baku atau tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), contoh yang paling umum seperti ketika mengucapkan atau menulis kata Atlet biasanya orang mengucapkan atau menulisnya dengan kata Atlit, padahal yang Bakunya adalah Atlet. Agar hal seperti ini tidak terjadi pada anda di sini saya ingin berbagi contoh kata Baku Dan Tidak Baku, sebagai berikut,

KATA BAKU - TIDAK BAKU

  1. apotek - apotik 
  2. atlet - atlit
  3. atmosfer- atmosfir
  4. aktif - aktip 
  5. aktivitas - aktifitas
  6. akais - arkhais
  7. arkeologi - arkheologi
  8. akhir ahir; - akir
  9. akhlak - aklak
  10. advis - adpis
  11. advokat - adpokat
  12. adjektif - ajektif
  13. asas - azas
  14. asasi - azasi
  15. analisis - analisa
  16. penganalisisan - penganalisaan
  17. ambulans - ambulan
  18. anggota - anggauta
  19. beranggotakan -beranggautakan
  20. balans - balan
  21. depot - depo
  22. diferensial - differensial
  23. ekspor - eksport
  24. ekstrover - ekstrovert
  25. efektif - efektip
  26. esai - esei
  27. formal - formil
  28. februari - pebruari
  29. fisik - pisik
  30. foto - photo
  31. frekuensi - frekwensi
  32. film - filem
  33. hakikat - hakekat
  34. hipotesis - hipotesa
  35. intensif - intensip
  36. insaf - insyaf
  37. ikhlas - ihlas
  38. ikhtiar - iktiar
  39. impor - import
  40. istri - isteri
  41. iktikad - itikad
  42. ijazah - ijasah
  43. izin - ijin 
  44. ilustrasi - illustrasi
  45. jenderal - jendral
  46. jadwal - jadual
  47. komedi - komidi
  48. konkret - konkrit
  49. karier - karir
  50. kaidah - kaedah
  51. khotbah - khutbah
  52. konsepsional - konsepsionil
  53. konferensi - konperensi
  54. kreativitas - kreatifitas
  55. kongres - konggres
  56. kompleks - komplek
  57. kuantum - kwantum
  58. konsekuensi - konsekwensi
  59. kualifikasi - kwalifikasa
  60. kualitas - kwalitas
  61. kuarsa - kwarsa
  62. kuitansi - kwitnsi
  63. kuorum - kwuorum
  64. kuota - kwota
  65. konfrontasi - konfrontir
  66. konsinyasi - konsinyir
  67. koordinasi - kordinir
  68. kategori - katagori
  69. konsesi - konsessi
  70. kelas - klas
  71. klasifikasi - kelasifikasi
  72. liguistik - lingguistik
  73. lazim - lajim
  74. likuidasi - likwidasi
  75. metode - metoda
  76. motif - motip
  77. motivasi - motifasi
  78. masyarakat - masarakat
  79. mantra - mantera
  80. manajemen - managemen
  81. manajer - manager
  82. massa - masa (orang banyak)
  83. masalah - masaalah
  84. masal - massal
  85. misi - missi
  86. November - Nopember
  87. nasihat - nasehat
  88. nasionalisasi - nasionalisir
  89. operasiaonal - operasionil
  90. objek - obyek
  91. ons - on
  92. organisasi - organisir
  93. problem - problim
  94. problematik - problimatik
  95. positif - posisp
  96. produktif - produktip 
  97. produktivitas - produktifitas
  98. psikis - psikhis
  99. paspor - pasport
  100. putra - putera
  101. putei - puteri
  102. produksi - produsir
  103. proklamasi - proklamir
  104. profesi - professi, propesi
  105. rasional - rasionil
  106. resistans - resistan
  107. rezeki - rejeki
  108. risiko - resiko
  109. sistem -sistim
  110. sistematika - sistimatika
  111. sistematis - sistimatis
  112. spesies - spesis
  113. sintesis - sintesa
  114. spiritual - spirituil
  115. subjek - subyek
  116. syakwasangka - sakwasangka
  117. syukur - sukur
  118. sah - syah
  119. sahih - syahih
  120. saraf - syaraf
  121. sutera - sutra
  122. standar - standard
  123. survai - survei
  124. sukses -sakses
  125. teori - tiori
  126. teoretis - toritis
  127. telepon - tilpun
  128. tradisional - tradisionil
  129. tafsiran - tapsiran
  130. tarif - tarip 
  131. teknik - tehnik
  132. teknologi - tekhnologi
  133. teleks - telek
  134. tripleks - triplek
  135. terampil - trampil
  136. terap - trap
  137. ubah - rubah
  138. penerapan - penetrapan
  139. transpor - transport
  140. teladan - tauladan
  141. tim - team 
  142. terjemah - terjamah
  143. wujud - ujud
  144. yudikatif - yudikatip
  145. zaman - jaman

Demikianlah 145 contoh  kata baku berikut kata tidak baku, semoga bermanfaat buat teman-teman,

KERAJAAN DI INDONESI

Sebelum menjadi negara dengan sistem pemerintaha dulunya indonesia terbagi menjadi beberapa kerjaan, pada kesempatan ini saya akan berbagi informasi kepada teman-teman mengenai kerajaan di indonesia.


KERAJAAN DI INDONESIA 

  • Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur tahun 400 M 
Kerajaan hindu
Raja yang pertama : Kadungga
Raja yang terkenal : Mulawarman
  • Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat tahun 500 M
Kerajaan hindu
Raja yang terkenal : Purnawarman
  • Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah tahun 620 M
Kerajaan Hindu
Raja yang pertama : Ratu shima
  • Kerajaan Mataram Hindu di Jawa Tengah tahun 723 M
Kerjaan Budha
Raja yang pertama : Sanjaya
Raja yang terkenal : Balitung
  • Kerajaan Sriwijaya di Palembang abad IIV 
Kerjaan Budha
Raja yang pertama : Sri jaya Naga
Raja yang terkenal : Bala Putra Dewa
  • Kerajaan Medang di Jawa Timur abad IX
Kerajaan Hindu
Raja yang terkenal : Mpu Sendok
  • Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur tahun 1970
Kerajaan Hindu
Raja yang terkenal : Airlangga
  • Kerajaan Kediri di Jawa Timur abad XII
Kerajaan Hindu
Raja yang pertama : Jaya Warsa
Raja yang terkenal : Jaya Baya
  • Kerajaan SingoSari di Jawa Timur tahun 1222-1292
Raja yang pertama : Sri Rajasa (Ken Arok)
Raja yang terkenal : Kartanegara (Joko Dolok)
  • Kerajaan Majapahit di Jawa Timur tahun 1293-1520
Kerajaan Hindu
Raja yang pertama : R.Wijaya
Raja yang terkenal : Hayam Wuruk
Patih terkenal         : Gajahmada
  • Kerjaan Pajajaran du Jawa Barat tahun 1333
Kerajaan Hindu
Raja yang terkenal : Sri Baduga Maharaja
Raja yang terakhir : Prabu Sedeh
  • Kerajaan Demaka di Jawa Tengah tahun 1513-1546
Kerajaan islam
Raja yang pertama : R.Patah (Sultan Bintoro)
Raja yang terkenal : Sultan Trenggono
  • Kerajaan Pajang di Jawa Tengah  tahun 1568-1586
Kerajaan islam
Raja yang pertama : Joko Tingkir (Hadi Wijaya)
Raja yang terkenal : Ario Pangiri
  • Kerajaan Mataram di Jawa Tengah abad XVI 
Kerajaan islam
Raja yang pertama : Suto Wijoyo
Raja yang terkenal : Sultan Agung
  • Kerajaan Banten di Jawa Barat tahun 1556-1580
Kerajaan islam
Raja yang pertama : Stn. Ageng Tirtayasa

Perjanjian-perjanjian bersejarah bangsa Indonesia

Banyak sekali masyarakat indonesia yang mngakui dirinya sebagai warga negara indonesia tetapi kurang tau akan sejarah negaranya sendiri dan mungkin anda salah satu diantaranya. nah pada kesempatan ini saya akan berbagi informasi kepada teman-teman, terkait dengan sejarah negara kita, yaitu.

Perjanjian-perjanjian Bersejarah Bangsa Indonesia
  • Perjanjian Bongaya tahun 1666 M    
Isi perjanjian :
- Raja Sultan Hasanuddin dari Makassar harus menyerah kepada VOC.
  • Perjanjian Jepara Tahun 1676 M
Isi perjanjian :
- Sultan Amangkurat 11 Raja Mataram harus menyerahkan pesisir utara jawa jika VOC menang dalam pemberontakan Trunojoyo.
  • Perjanjian Gianti tahun 1755 M
Isi Perjanjian :
- Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua yaitu yogyakarta dan Surakarta.
  • Perjanjian Salatiga tahun 1757 M
Isi perjanjian :
- Surakarta dibagi menjadi dua yaitu Kasunanan dan Mangkunegara.
  • Perjanjian Kalijata tahun 1942 M
Isi perjanjian :- Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.
  • Perjanjian Lingkarjati tahun 25 Maret 1947 
Isi perjanjian :
- Belanda mengakui kedaulatan RI atas Sumatra, Jawa dan Madura.
- Belanda dan RI bekerja sama membentuk Negara Indonesia serikar.
  • Perjanjian Renville tanggal 7 Januari 1948
Isi perjanjian :
- RI mengakui daerah-daerah yang diduduki Belanda pada Agresi 1 menjadi daerah Belanda.
  • Perjanjian Roem Royan tanggal 7 Mei 1949
Isi perjanjian :
- Pemerintah Indonesia Akan diserahkan ke Yogyakarta, Indonesia dan Belanda Akan segera mengadakan Perundingan.
  • Perjanjian KMB tanggal 23 Agustus 1949 
Isi perjanjian :
- Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia serikat.
- Irian Barat akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan.
  •  Perjanjian New York tanggal 5 Agustus 1962
Isi perjanjian :
- Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia melalui PBB.
- Akan diadakan penentuan pendapat Masyarakat irba.
  • Perjanjian Bangkok tanggal 11 Agustus 1966 
Isi perjanjian :
- RI menghentikan konfrensi dengan Malasyia.


= semoga bermanfaat ;) =

Akibat Dari Perang Dunia ke2



Teman-teman pasti tidak asing lagi dengan kata perang dunia kedua atau mungkin pernah mempelajari sejarah dari perang dunia kedua di bangkuh skolah. nah berikut adalah akibat yang cukup besar dari perang dunia II di bidang politik, ekonomi, sosial, dan kerohanian bagi negara-negara di dunia.

1. Bidang politik

a. Amerika serikat dan Rusia ( Uni Soviet) sebagai pemenang perang dunia II tumbuh menjadi negara raksasa (adikuasa).
b. Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika serikat dan Uni soviet yang menimbulkan peran dingin. jika keduanya berimbang terjadi keseimbangan kekuatan (Balance of power policy), walaupun perdamaian diliputi ketakutan.
c. Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara-negara merdeka seperti Indonesia (17 Agustus 1945), Fhilipina (4 juli 1946), India dan Pakistan Dominon (15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh 26 Januari 1950, Birma (4 januari 1948), dan ceylon (Domination 4 februari 1948)
d. Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang di bentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO, METO, dan SEATO.
e. Munculnya politik memecah belah negara, Misalnya:
1) Jerman dibagi menjadi dua negara, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur
2) Korea dibagi menjadi dua negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.
3) Indo-Cina dibagi menjadi tiga negara, yaitu Laos, Kamboja dan Indo-Cina
4) India dibagi menjadi dua Negara, yaitu India dan Pakistan.

2. Bidang Ekonomi

Peran dunia II  menghancurkan perekonomian negara-negara  di dunia kecuali Amerika serikat. Amerika serikat menjadi pusat kekayaan dan kreditur dari seluruh dunia.
Untuk menanamkan pengaruhnya di negara-negara Eropa dan yang lain, Amerika serikat melaksanakan program. misalnya Truman Doctrine (1947), Marsyhall Plan (1947), Point Four Colombo Plan. program-program ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya komunisme.

3. Bidang Sosial

Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban perang dunia II PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Adsminitration). Tugas UNRRA di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Memberi makan kepada orang-orang yang terlantar.
b. Mendirikan rumah sakit.
c. Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.
d, mengerjakan kembali tanah yang rusak.

4. Bidang Kerohanian

 Setiap manusia menginginnkan perdamaian. Berbagai upaya dilakukan agar tercipta perdamaian dengan membentuk lembaga perdamaian.
Penderitaan yang ditimbulkan akibat perang Dunia II menyadarkan manusia akan akibat buruk perang. Penduduk dunia menyadari perlunya lembaga yang dapat menjaga perdamaian dunia setelah Liga Bangs-Bangsa atau United Nations Organization (UNO). Lembaga ini diharapkan dapat menjaga perdamaian dunia.