Jnis-jenis Kredit

a. Kredit apabila dilihat dari segi jangka waktunya terdiri dari
  1. Kredit jangka pendek. kredit jangka pendek adalah kredit yang diberikan dengan jangka waktu pelunasannya selama tidak lebih dari satu tahun. misalnya kredit modal kerja dalam bentuk rekening koran, dimana kredit ini diberikan oleh pihak perbankan kepada nasabahnya, dengan batas maksimun kredit tertentu,dan peminjam boleh tidak sekaligus mengambilnya, boleh sebagian-sebagian tergantung kebutuhannya, dan bunganya dibayar hanya terhadap jumlah kredit yang digunakan.
  2. Kredit jangka panjang. Kredit jangka panjang adalah kredit yang diberikan dengan jangka waktu pelunasannya lebih dari satu tahun. misalnya, kredit investasi untuk pembelian mesin-mesin, pabrik atau gedung kantor yang jangka waktu kreditnya lebih dari satu tahun, dan kredit ini diangsur hutang pokok dan bunganya setiap bulan.
b. Dari segi penggunannya
dari segi penggunannya kredit dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Kredit modal kerja. kredit modal kerja adalah kredit yang diberikan untuk membiyai kebutuhan kekurangan modal kerja perusahaan demi kelancaran usahanya. Biasanya kredit ini jangka waktunya pendek, selama satu tahun dan dapat diperpanjang setiap tahunnya, pembiyayaannya digunakan untuk membiyai pembelian bahan baku, pengadaan stock barang, pembiyaan piutang dagang, dan biaya produksi lainnya atau dengan perkataan lain untuk membiyai unsur-unsur modal kerja perusahaan. terjadinya kekurangan modal kerja perusahaan antara lain disebabkan karena:
  • pengadaan stock barang meningkat karena perusahaan melakukan pembelian stock barang melebihi dari yang biasanya, hal ini disebabkan karena permintaan pasar yang mengalami peningkatan atau sebaliknnya stock barang lambat lakunya sehingga terjadi penumpukn stock.
  • perusahaan mengalami peningkatan penjualan sebagai akibat kepercayaan konsumen mengalami peningkatan.
  • penjualan dengan sistem kredit semakin besar/atau semakin alam sehingga piutang semakin besar akibatnya perusahaan semakin mebutuhkan modal kerja.
  • hutang jangka pendek modal kerja perusahaan akan berkurang.
2. Kredit investasi. adalah kredit yang diberikan untuk membiayai barang-barang modal. kredit investasi ii misalnya, kredit untuk pembelian mesin-mesin, pembangunan baru atau renovasi pabrik, pendirian baru dan renovasi hotel, pembelian kendaraan perusahaan, pembelian atau renovasi gedung kantor, keseluruhannya ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. pada jenis kredit investasi peminjam diberikan kelonggaran untuk belum melakukan pembayaran hutang pokok sebelum investasi tersebut belum menghasilkan biasa disebut dengan grace period, misalnya pembangunan hotel baru, peminjam akan melakukan pembayaran angsuaran hutang pokok kreditya apabila hotel tersebut telah dioperasikan. jangka waktu kredit investasi ini didasarkan pada kemampuan membayar kembali proyek ini sesuai dengan proyeksi cash flow perusahaan.

3. Kredit konsumtif. adalah kredit yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif peminjam. misalnya, KPR (kredit pemilikik rumah) kredit untuk kendaraan pribadi, kredit pegawai dan kredit lainnya yang dipersamakan dengan itu. bank menghitung kemampuan membayar kembali atas kredit tersebut berdasarkan gaji atau pnghasilan dari peminjam.

Bentuk-bentuk Badan dan Usaha

Supaya tidak terjadi kegagalan dalam usaha yang hanya disebabkan oleh ketidak mampuan manajemen perusahaan dalam mengelola perusahaan khususnya kegagalan dalam ruang lingkup besar kecilnya skala perusahaan, maka perlu kiranya diketahui bentuk-bentuk badan usaha, sehingga dari pengetahuan tersebut dapat dikiranya bagi calon wirausahawan untuk menentukan bentuk usaha yang bagaimana yang sesuai dengan kemampuannya, baik kemampuan SDM, kemampuan manajemen serta kemampuan permodalan. Adapun bentuk-bentuk badan usaha adalah sebagai berikut:
  1. persero terbatas
  2. koperasi
  3. perusahaan komanditer/CV
  4. perusahaan perorangan
a.  Perseroan Terbatas
berdasarkan dengan undang-undang Republik Indonesia Nomor 40tahun 2007 tentang perseroan terbatas, dalam pasal 1 disebutkan bahwa perseroan terbatas yang selanjutnya disebut perseroan, adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaanya. Apabila memperhatikan undang-undang tersebut dapatlah dikemukanakan bahwa badan usaha perseroan terbatas mempunyai kelebihan:
  1. mudah memperoleh modal
  2. tanggung jawab pemegang saham terbatas
  3. manajemen perusahaan lebih profesional, sehingga kelangsungan perusahaan cukup terjamin.
Kekurangannya
  1. pendirian persero terbatas agak lebih sulit karena persero terbatas harus didaftarkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
  2. para pemegang saham atau yang disebut persero hanya memperoleh deviden dari saham yang dimilikinya apabila perusahaan mengalami keuntungan dan kekayaan pribadi pemilik saham terpisah dari kekayaan prusahaan perseron.
b.  Koperasi
koperasi adalah badan usaha yang anggotanya dalah orang orang atau badan hukum koperasi dengan landasan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan.
Kelebihannya:
  1. seluruh anggota koperasi mempunyai kedudukan yang sama dalam menentukan arah aktivitas usaha koperasi.
  2. keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka.
  3. hasil koperasi dimanfaatkan untuk kepentingan anggotanya.
Kekurangannya:
  1. karena sifatnya suka rela dan terbuka maka setiap saat keanggotaan koperasi juga berubah.
  2. sumber daya manusia pengelola koperasi masih kurang memadai dan kurang profesional.
  3. masih kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap badan usaha koperasi.
c.  Perseroan Komanditer
Perseroan komanditer atau commanditaire vennot schap adalah bentuk badan usaha atau perusahaan yang dibentuk oleh perseo komanditer (persero pasif) dan persero komplementer (persero aktif). Persero pasif adalah persero yang hanya menyerahkan modalnya saja keperusahaan , mereka tidak ikut menjalankan aktivitas perusahaan, sedangkan persero komplementer adalah persero yang memimpin aktivitas perusahaan serta bertanggung jawab terhadap hutang piutang perusahaan.
Kelebihannya:
  1. modalnya lebih besar dibanding perusahaan perorangan
  2. lebih mudah memperoleh kredit dari pihak pemberi kredit (kreditur)
Kekurangannya:
  1. persero aktif kemungkinannya dicurigai oleh peserta pasif dalam hal pelaksanaan aktifitas perusahaan.
  2. masing-masing peserta baik peserta aktif maupun peserta pasif tanggung jawabnya tidak sama.
  3. perse;isihan antara peserta atau sekutu terbuka lebar.
d. Firma (Fa)
Firma adalah badan usaha atau perusahaan yang aktivitasnya merupakan persekutuan dari dua orang yang aktivitasnya merupakan persekutuan dari dua orang atau lebih memakai nama bersama.
Kelebihannya:
  1. modal lebih besar dibandingkan dengan perusahaan perorangan
  2. telah ada pembagian kerja sesuai keahlian peserta firma
  3. kontrol aktivitas perusahaan lebih baik karena peserta firma saling bertanggung jawab tehadap tindakan satu sama lain peserta firma.
Kekurangannya:
  1. pengambilan keputusan lebih lambat karena kepemimpinan lebih dari satu orang.
  2. firma mudah bubar apabila salah satunya mengundurkan diri atau meninggal 
  3. kemungkinan besar terjadi perselisihan antar firma.
e. Perusahaan Perorangan
Perusahaan perorangan adalah bentuk badan usaha atau perusahaan yang aktivitas dan modalnya dimiliki oleh perorangan saja. dengan demikian seluruh harta,modal,hutang piutang perusahaan dimiliki oleh pemiliknya termasuk penanggung jawabannya.
Kelebihannya:
  1. proses pendiriannya mudah karena tidak perlu berbadan hukum.
  2. keutungan perusahaan seluruhnya menjadi milik pemilik.
  3. organisasinya sederhana sehingga lebih efesien.
Kekurangannya:
  1. tidak dapat dibedakan aset pribadi dan aset perusahaan.
  2. modal perusahaan terbatas.
  3. kelangsungan perusahaan kurang terjamin karen tergantung pada kemampuan pemilik.

Pengertian Kredit

Pengertian Kredit
kata kredit saat ini menjadi begitu populer dikalangan masyarakat,baik masyarakat pengusaha maupun masyarakat non pengusaha, termasuk masyarakat ekonomi mikro, kecil maupun masyarakat ekenomi menengah. istilah kredit sebenarnya berasal dari bahasa yunani yakni credere yang mempunyai arti percaya atau kepercayaan. Percaya bahwa antara pemberi kredit dan yang menerima kredit telah bersepakat atas dasar kepercayaan tadi bahwa sipemberi kredit sanggup menyediakan sejumlah dana kepada sipeminjam dan sipeminjam sangat memenuhi kewajiban tepat pada waktunya sesuai dengan jangka waktu yang telah diperjanjikan. dengan demikian, bahwa sebenarnya awalnya kredit itu diberikan kepada peminjam hanya berdasarkan kepercayaan, pinjaman didberikan kepada peminjam jaminanya adalah kepercayaan. namun sejalan dengan perkembangan zaman dan untuk eminjam jaminan kepercayaan tersebut maka muncullah istilah agunan,muncullah istilah jaminan pokok dan jaminan tambahan. dalam undang-undang republik indonesia nomor 10 tahun 1998 perubahan atas undang-undang Republik indonesia No7 tahun1992 tentang perbankan disebut bahwa kredit penyedian uang atau tagihan yang dapat dipersamakn dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Pihak perbankan akan melakukan analisa pemberian kredit kepada calon debiturnya berdasarkan proposal yang telah disampaikan oleh peminjam, dari proposal yang telah disampaikan diverifikasi dan dianalisa dari berbagai aspek, hal ini dimaksudkan agar kredit yang akan diberikan itu tidak terjadi kesalahan dalam pembiayaan, misalnya seharusnya diberikan kredit modal kerja, akan tetapi karena terjadi kesalahn data menjadi kredit investasi atau sebaliknya. kesalahan pembiayaan akan berakibat oada kesalahan proyeksi cah flow, kesalhan proyeksi cash flow mengakibatkan ketidak mampuan perusahaan untuk melakukan pembayaran kredit baik hutang maupun bunga tepat pada waktunya dan akhirnya pinjaman atau kredit akan menjurus ke macet. Oleh sebab itu prinsip kredit harus:

  1. kredit harus tepat waktu, dimaksudkan bahwa agar setiap pemerintah kredit tersebut diberikan tepat waktu pada saat dibutuhkan Kredit akan lebih bermanfaat apabila pemberiannya diberikan pada saat dibutuhkan oleh peminjam, misalnya kredit untuk petani diberikan pada saat sebelum panen karena apabila diberikn pada saat panen para petani tidak lagi membuthkan kredit tersbut, demikian pula kredit untuk perusahaan industri akan tepat waktu apabila diberikan pada saat musim pembelian bahan baku.
  2. Kredit harus tepat jumlah, artinya bahwa pemberian kredit tersebut harus diberikan sesuai dengan kebutuhansesungguhnya dari pemohon berdasarkan analisa kredit yang telah dilakukan. Apabila kredit yang diberikan kurang dari kebutuhan kredit yang sesungguhnya, maka kredit tersebut kemungkinannya akan bermasalah, karena usaha peminjam tidak berjalan lancar bahkan tidak beroperasi sama sekali disebabkan kekurangan dana dan pada akhirnya peminajamn tidak mampu mebayar hutang pokok dan bunga tepat pada waktunya, akhirnya macet. demikian pula sebaliknya apabila kredit diberikan melebihi dari kebutuhannya maka kredit tersebut akan bermasalah juga karena beban bunga akan lebih besar dari kemampuan operasional perusahaan, dan kemungkinan juga akan terjadi kesalahan penggunaan kredit dimaksud, yang pada akhirnya kredit akan menjadi macet.
  3. Kredit harus tepat penggunan, artinya bahwa kredit yang diberikan itu harus benar-benar diberikan sesuai dengan kebutuhan pengunaanya, misalnya kredit modal kerja tidak boleh digunakan untuk investasi, demikian pula sebaliknya kredit investasi tidak boleh digunakan untuk modal kerja, hal ini karena cash flow kredit modal kerja tidak sama dengan cash flow kredit investasi, oleh sebab itu apabila cash flow salah diterapkan atau diprediksi, maka kemapuan perusahaan membayar hutang pokok bunga akan terganggu pula, karena cash flow nya terganggu dan pada akhirnya kredit menjadi macet.

Pentingnya Studi Kelayakan Usaha

Manfaat Studi Kelayakan Usaha
sesuai dengan pentingnya bahwa studi kelayakan usaha itu merupakan dasar dalam pengambilan keputusan terhadap rencana usaha apakah layak dilaksanakan atau tidak maka tentunya manfaat dari studi kelayakan usaha ini mempunyai manfaat yang berbeda-beda dari sudut pandang masing-masing sehingga studi kelayakan itu sangat dibutuhkan oleh lembaga yakni:

  1. Investor, investor ini adalah yang akan menanamkan uang atau modal mereka dalam suatu rencana investasi atau proyek, baik sebabagai pemilik atau pemegang saham. Mereka akan lebih memperhitungkan prospek usaha dari investasi yang mereka lakukan. yang dimasudkan dengan prospek usaha adalah apakah investasi yang ditanamkan itu dapat memberikan keuntungan yang cukup memadai apabila dibandingkan dengan melakukan investasi dibidang usaha yang lain serta bagaimana tingkat resiko yang akan dihadapi dalam investasi tersebut termasuk bagaimana hubungan anatara keuntungan dengan resiko investasi dimaksud apakah sifatnya positif atau negatif. semakin tinggi resiko investasi, maka semakin tinggi pula tingkat keuntungan yang diminta oleh pihak investor.
  2. Bank, bank atau pihak krediktur sangat membutuhkan studi kelayakan usaha karena dari studi kelayakan usaha itu akan tampak kemampuan perusahaan untuk membayar kembali hutang yang diberikan oleh pihak perbankan/kreditor karena dari sisi perbankan mereka akan lebih memperhatikan segi keamanan uang atau dan yang dipinjamkan mereka kepada debiturnya. atau dengan kata lain, oihak perbankan mengharapkan agar angsuransi pokok pinjaman dan hbungannya dapat dilunasi tepat waktunya sesuai dengan jangka waktu yang diperjanjikan, oleh sebab itu kebanyakan pihak perbankan sangat memperhatikan siklus arus aliran kas masuk maupun arus kas keluar, tetapi hal ini bukan berarti pihak perbankan tidak memperhatikan prospek usaha peusahaan, namun perhatian utama mereka ada pada periode pengambilan pinjaman yang dimaksud. Dalam periode pengambilan pinjaman, bank sangat memperhatiakn perkembangan perusahaan, sedangkan setelah selesai periode pinjaman,bank kurang memperhatikan periode yang dimaksud.
  3. Pemerintah, lain halnya dengan pihak pemerintah,dalam hal ini pihak pemerintah lebih berkepentingan pada manfaat apa yang diberikan oleh proyek tersebut bagi perekonomian nasional maupun perekonomian regional, dalam hal ini pemerintah daerah, utamanya setelah adanya otonomi daerah, bagi pihak pemerintah baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah apakah investasi atau proyek tersebut akan membantu menghemat devisa atau tidak, apakah proyek tersebut dapat mengurangi penganggurang atau tidak, atau dengan perkataan lain apakah proyek tersebut dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakatnya. Manfaat ini juga terkait dengan penanggualangan masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh suatu negara atau pemerintahan daerah tersebut. Apabila proyek yang dimaksud dapat mengatasi persoalan-persoalan tersebut di atas, maka kemungkinan besar pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah akan memberikan fasilitas-fasilitas yang sangat mudah terhadap perusahaan, seperti percepatan atau mempermudah pemberian izin-izin usaha atau pembebasan pajak selama kurun waktu tertentu.

Bentuk-bentuk Neraca dan Laporan Laba/Rugi

Neraca perusahaan dibuat harus berdasarkan kebutuhan dan tujuan perusahaan, serta harus sesuai dengan peraturan-peraturan neraca dan kebiasaan yang lazim berlaku. Pada umumnya bentuk-bentuk neraca perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. neraca bentuk horizontal
  2. neraca bentuk vertical
neraca yang berbentuk horizontal terbagi dalam dua posisi yakni yang di sebelah kiri disebut dengan aktiva atau hak perusahaan yang membuat apa saja yang menjadi harta atau hak perusahaan dan disebelah kanan disebut pasiva yang memuat apa saja yang menjadi hutang atau kewajiban perusahaan termasuk hutang atau kewajiban perusahaan kepada pemiliknya yakni yang kita kenal dengan istilah modal. Sedangkan neraca dalam bentuk vertical adalah bentuk neraca yang disusun dari atas kebawah dimana susunannya dimulai dari aktiva lancar, aktiva tetap, hutang lancar, hutang jangka panjang dan modal diurut dari atas sampai kebawah

Penjelasan Neraca
Aktiva
aktiva adalah sisi kiri dari neraca yang menggambarkan harta atau hak perusahaan pada satu saat tertentu sesuai periode neraca,terdiri dari:
a. Aktiva Lancar, yang dimaksud dengan aktiva lancar adalah harta perusahaan yang cepat dijadikan uang tunai segera paling lama setahun. aktiva lancar ini meliputi:
  1. Kas, adalah jumlah uang tunai yang dimiliki oleh perusahaan pada saat periode neraca dibuat.
  2. Bank adalah dana yang dimiliki oleh perusahaan yang ada disimpan dibank dalam bentuk lain yang ada dibank .
  3. Piutang dagang, adalah jumlah tagihan yang dimiliki perusahaan yang masih harus diterima
  4. persediaan, adalah jumlah barang atau stock yang diperdagangkan saat itu. Untuk perusahaan industri stock barang ini terdiri dari, stock bahan baku, stock barang setengah jadi dan stock barang jadi atau barang siap jual.
  5. aktiva lancar lainnya adalah aktiva lainnya yang dimiliki perusahaan berupa. Uang muka pembelian barang trasaksi ini terjadi dimana telah dilakukan pembayaran pembelian barang yang dibeli namun atas pembayaran tersebut barang yang dibeli belum diterima. Biaya dibayar dimuka terhadap pengeluaran dana oleh perusahaan namun pemanfaatannya belum dinikmati oleh perusahaan pada saat periode neraca. Misalnya biaya sewa kantor untuk berikutnya, namun telah dibayarkan saat periode.
b. Aktiva tetap 
yang dimaksud dengan aktiva tetap adalah harta perusahaan yang pengembaliaannya membutuhkan waktu lebih dari satu tahun dan pengembaliannya secara beransur-ansur melalui penyusutan. Aktiva tetap berdiri antara sebagai berikut:
  1. tanah dan bangunan adalah merupakan harta perusahaan berupa tanah kosong dan bangunan baik berupa bangunan kantor,bangunan pabrik,rumah dinas dan atau yang dipersamakan dengan itu.
  2. inventaris kantor, adalah aset perusahaan berupa perlengkapan kantor yang digunakan untuk menunjang kelancaran aktivitas usaha.
  3. selain aktiva tetap tersebut termasuk dalam aktiva tetap adalah antara lain kenadaraan kantor, seperti mobil kantor,motor kantor dan lain-lain juga termasuk mesin-mesin industri.
  4. penusutan untuk mengganti aktiva tetap perusahaan yang kemungkiannnya akan mengalami keusan maka oleh perusahaan telah dipersiapkan dananya yakni melalui penyusutan aktiva tetap yang disishkan setiap tahun berdasarkan umur aktiva itu dipakai.
Bentuk laporan laba/rugi
sebagaimana neraca maka laporan laba/rugi juga dikenal bentuk-bentuknya sebagai berikut.
  1. laporan laba/rugi berbentuk single step
  2. laporan laba/rugi berbentuk multi step
laporan laba/rugi berbentuk single step disusun hanya berdasarkan pada pendapatan dan biaya saja. Dalam bentuk ini baik pendapatan maupun biaya tidak dibedakan, mana pendapatan dan biaya saja. Dalam bentuk ini baik pendapatan maupun biaya tidak dibedakan, mana pendapatan operasional dan mana pendapatan non operasioanal. Demikian juga biaya, tidak dibedakan, mana biaya operasional dan mana biaya non operasioanal sehingga tidak dapat dibedakan mana pendapatan atau biaya murni usaha oerusahaan. Sedangkan dalam bentuk multi step telah dibedakan mana pendapatan operasioanl perusahaan dan juga mana biaya operasional perusahaan, masing-masing sudah dibedakan mana yang benar-benar hasil murni dari perusahaan.

Penjelasan Laporan Laba/Rugi
komponen-komponen yang terdapat pada laporan laba/rugi anatara lain sebagai berikut:
  1. penjualan bersih adalah jumlah penjualan barang setelah dipotong pengembalian barang yang dijual dan discount harga,sehingga merupakan penjualan bersih.
  2. harga pokok pejualan adalah merupakan harga pokok pembelian dari barang yang akan dijual atau dengan istilah sederhana adalah harga modalnya suatu barang yang akan dijual.
  3. laba kotor adalah nilai jumlah penjualan bersiih dikurangi dengan harga pokok penjualan.
  4. biaya operasioanl adalah biaya yang timbul yang berhubungan langsung dengan operasioanl perusahaan, seperti, biaya gaji, biaya penjualan, biaya administrasi, biaya penyusutan, dan biaya lain yang dipersamakn dengan itu.
  5. pendapatan non operasioanl adalah pendapatan perusahaan diluar aktivitas perusahaan seperti penerimaan bunga dari dana yang disimpan di bank
  6. biaya non operasional adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dan biaya ini tidak berhubungan langsung dengan operasioanl perusahaan seperti, sumabngan-sumbangan yang tidak berhubungan dengan aktivitas perusahaan.
  7. laba/rugi sebelum bunga dan pajak, adalah laba/rugi sebelum dibayarkan bunga atas pinjaman di bank dan pembayaran pajak.
  8. laba/rugi sebelum pajak, adalah laba/rugi yang diperoleh perusahaan sebelum dikurangi pajak.
  9. laba/rugi bersih atau laba setelah pajak, adalah laba/rugi yang diperoleh perusahaan setelah pembayaran pajak.

Pengertian Neraca dan Laporan Laba/Rugi

Untuk menjalankan aktivitas usaha, perusahaan wajib melakukan pencatatan transaksi usahanya kemudian dilakukan peringkasan dan pengklafikasian masing-masing transaksi tersebut yang pada akhirnya pengklasifikasian dimaksud akan menjadi berbentuk laporan. Laporan ini yang akan tertuang dalam bentuk neraca dan laporan laba rugi yang disebut dengan laporan keuangan. Proses ini biasanya disebut dengan proses akuntansi yang dimulai dari pencatatan dalam buku harian,jurnal,buku besar dan neraca serta laba rugi. Dengan demikian data-data yang telah diklasifikasikan dalam masing-masing buku besar dan terakhir disajikan dalam bentuk neraca dan laporan laba/rugi merupakan cerminan keuangan suatu perusahaan pada saat tertentu serta aktivitas perusahaan dalam periode tertentu pula. Dari uraian tersebut maka disimpulkan bahwa laporan keuangan perusahaan adalah suatu laporan yang memuat keadaan keuangan perusahaan pada saat dan periode tertentu. Laporan keuangan secara sederhana meliputi neraca dan laporan laba/rugi, namun untuk lebih mengetahui lebih mendalam suatu aktivitas perusahaan maka di samping neraca dan laporan laba/rugi masih dibutuhkan lagi data berupa laporan perubahan modal, laporan arus kas, serta laporan lainnya sesuai kebutuhan intern/ekstern perusahaan. Secara sederhana dapat dikemukakan sebagai berikut:
  1. neraca adalah laporan yang menggambarkan jumlah harta/hak dan hutang/kewajiban perusahaan pada suatu saat tertentu.
  2. laporan laba/rugi suatu laporan yang menggambarkan aktivitas perusahaan dalam suau periode tertentu. Dalam laporan laba/rugi disajikan laporan yang menggambarkan pendapatan yang diperoleh dan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sehingga dalam laporan ini dapat diketahui apakah perushaan dalam posisi laba atau rugi.
  3. laporan perubahan modal merupakan laporan yang menggambarkan jumlah modal yang dimiliki, serta sumber-sumber serta penggunaannya dan sebab-sebab terjadinya perubahan modal perusahaan.
  4. laporan arus kas adalah laporan yang menggambarkan perubahan keadaan kas perushaan yang mencakup laporan arus kas masuk dan arus kas keluar.
Dari laporan ini dapat diketahui penggunaan uang kas dan perolehan uang kas masuk sehingga dapat diketahui dan diprediksi kapan perusahaan akan kelebihan dan kapan perusahaan akan kekurangan uang kas.

Sistem Informasi Manajemen

Tahap-Tahap Penanganan Informasi
Sesungguhnya, makin pentingnya peranan informasi dalam pengelolaan suatu oranisasi dalam lingkungan masyarakat informasional merupakan "Produk" Sebab-akibat. Faktor pemicunya ialah makin majunya masyarakat karena berbagai faktor seperti pendidikan,demokratisasi politik, pembangunan ekonomi yang membawa serta berbagai macam permasalahan yang bentuk, jenis, dan intensitasnya berbeda dari masa-masa sebelumnya. Akibatnya antara lain ialah respons yang diberikan oleh para pakar, ilmuwan, dan ahli teknologi yang berupaya untuk menciptakan berbagai instrumen baru untuk memecahkan berbagai permasalahan baru tersebut karena instrumen lama dirasakan dirasakan dan bahkan ternyata tidak ampuh lagi. Hasilnya ialah terobosan di bidang teknologi informasi, baik dalam arti perangkat kerasnya, perangkat lunaknya, dan "perangkat otak"nya (brainware -nya). Perkembangan tersebut memungkinkan ditempuhnya  dalapan tahap penting dalam penanganan iformasi, yaitu:
  1. penciptaan informasi
  2. pemeliharaan saluran informasi
  3. penerimaan informasi
  4. penyimpanan informasi
  5. penelusuran informasi
  6. penggunaan informasi, dan 
  7. penilaian kritis dan umpan balik.
Penciptaan Informasi
teori informatika menekankan bahwa agar benar-benar mampu meberikan dukungannya kepada proses pengambilan keputusan manajerial dan agar aplikasinya tepat, informasi yang dibutuhkan oleh suatu organisasi harus memenuhi persyaratan kelengkapan, kemuktahiran, kehandalan, terolah dengan baik, tersimpan dengan rapi, dan mudah ditelusuri dari tempat penyimpanannya apabila diperlukan. Perssyaratan-persyaratan tersebut hanya mungkin terpenuhi apabila data, yang merupakan bahan baku untuk informasi, digali dari sumbe-sumber yang tepat dan dengan mutu yang tinggi. Teori ini perlu mendapat penekanan karena, seperti dimaklumi, data tidak mempunyai nilai intrinsik dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu data yang dikumpulkan dari berbagai sumber memerlukan pengelolaan lebih lanjut agar sifatnya berubah menjadi informasi yang memiliki nilai sebagai alat pendukung proses pengambilan keputusan. Pentingnya identifikasi dan pengenalan sumber-sumber informasi yang pantas dan layak digarap semakin relevan untuk diperhatikan karena disamping lebih menjamin bahwa data yang dikumpulkan untuk diolah bermutu, tinggi juga karena proses penciptaan informasi tersebut harus diupayakan agar berlangsung dengan tingkat yang tinggi.

Pemeliharaan Saluran Informasi
telah umum diketahui bahwa salah satuperkembangan pesat yang terjadi dalam era informasi dewasa ini ialah terjadinya "perkawinan" anatar teknologi komunikasi dengan teknologi informasi. Akibatnya makin banyak saluran  penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain, misalnya dari sumber informasi kepada penggunaanya. Itulah yang dimaksud dengan saluran informasi multimedia. Baik secara eksternal dan internal, saluran tersebut dapat berupa (a)selalu melalui komunikasi lisan, (b)seluran dengan menggunakan tulisan, (c)komputer satuan-satuan kerja dalam organisasi yang on-line dengan komputer utama (mainframe), (d)saluran telepon, (e)teleks, (f)faksimile dan (g)electronic mail. Walaupun tidak semua organisasi mutlak menggunakan semua saluran tersebut, karena tergantung pada banyak faktor-seperti jarak, lokasi, persyaratan kecepatan penyampaian informasi, dan berbagai faktor lainya-yang jelas ialah bahwa berbagai saluran tersebut tersedia dan pemilikannya pun dewasa ini tidak lagi memerlukan biaya yang besar.

Seleksi dan Transmisi Informasi
tidak semua satuan kerja dan tidak semua otrang yang terdapat dalam satu organisasi memerlukan informasi yang sama. Misalnya, satuan kerja yang menangani kegiatan produksi memerlukan informasi yang berbeda dari informasi yang dibutuhkan oleh satuan kerja yang menangani sumber daya manusia. Dengan perkataan lain. informasi yang dimiliki oleh organisasi perlu diseleksi oleh berbagai pamakai informasi tersebut. Berarti mengetahui informasi apa yang dikirim kepada siapa dan untuk kepentingan apa menjadi sangat penting. Slah satu ramifikasi pandangan diatas ialah pentingnya kemampuan memilih dan menggunakan sarana transmisi informasi yang tepat.

Penerimaan Informasi Secara Selektif
jika diatas telah ditekankan pentingnya kemampuan memilih informasi apa yang akan disampaikan kepada siapa dan untuk kepentingan apa, berarti penerima informasi pun perlu memiliki kemampuan untuk melakukan seleksi. Kemampuan pengguna untuk melakukan seleksi penting supaya (a) hanya informasi yang relevan dengan misi, fungsi, dan tugas yang diambilnya, (b)biaya transmisi dapat ditekan serendah mungkin, (c) pengguna tidak memikul beban pemeliharaan yang sesungguhnya tidak diperlukan.

Penyimpanan Informasi
sebagai salah satu daya strategi dalam organisasi, informasi yang telah terkumpul dan terolah dengan baik perlu disimpan dengan sebaik mungkin. Kegiatan penyimpanan informasi sangat penting karena pengalaman menunjukkan bahwa tidak semua informasi yang dimiliki digunakan segera. Oleh karena itu informasi yang telah diolah dengan mengeluarkan biaya tertentu jangan sampai hilang atau sukar ditelusuri apabila diperlukan.

Pengunaan Informasi
sekarang ini umat manusia sudah berada diera informasi, hal itu berarti bahwa informasi sudah menyatu seluruh segi kehidupan dan penghidupan baik pada tingkat individual,tingkat kelompok, dan tingkat organisasi.

Perbedaan Antara Kepemimpinan dan Manajemen

Perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen masih menjadi kontrovers. Kotter sekan bagaimana dikutip oleh Yuki (2007) membedakan antara kepemimpinan dan manajemen dalam hal proses inti dan hasil yang diharapkan. Kepemimpinan berusaha untuk membuat perubahan dalam organisasi dengan cara: (1) menetapkan visi dan strategi untuk membuat perubahan yang diperlukan, (2) mengomunikasikan dan menjelaskan visi tersebut dan (3) memberi inspirasi serta motivasi kepada orang lain agar mencapai visi tersebut. Sedangkan manajemen berusaha untuk membuat perkiraan dan aturandengan: (1) menetapkan sasaran operasional, membuat rencana tindakan sesuai dengan jadwal, dan mengalokasikan sumber daya, (2) mengorganisasikan dan menugaskan orang ke berbagai tugas/pekerjaan, dan (3)memantau hasil dan memecahkan masalah. Untuk menjawab kontroversi  perbedaan antara kepemimpinan dengan manajemen, seorang ahli kepemimpinan Bernard Bass menyimpulkan bahwa para pemimpin mengelola dan manajer memimpin, tetapi kedua aktivitas tersebut berbeda. Meskipun kepemimpinan dan manajemen saling tumpang tindih, masing-masing melibatkan serangkaian aktivitas/fungsi yang unik. Manajer biasanya melaksanakan fungsi-fungsi yang berkaitan dengan perencanaan, penyelidikan, pengorganisasian, dan pengawasan, sedangkan pemimpin berurusan dengan aspek-aspek antar-pribadi dari pekerjaan seorang manajer. Pemimpin juga memberikan inspirasi kepada bawahan, memberikan dukungan emosional, mencoba menggerakkan karyawan kearah pencapaian tujuan, serta menciptakan suatu visi dan rencana strategi untuk suatu organisasi. Sedangkan manajer bertugas menerapkan visi dan rencana strategis. Kepemimpinan merupakan salah satu topik yang menarik untuk menjelaskan tentang kepemimpinan. Sebagian besar teori kepemimpinan lebih menekankan pada satu variabel atau kategori tertentu sebagai pedoman untuk menjelaskan kepemimpinan yang efektif. Pendekatan dalam mempelajari teori kepemimpinan dapat digolongkan menjadi lima pendekatan, yaitu pendekatan ciri/sifat/trait, pendekatan perilaku, pendekatan kekuasaan-pengaruh, pendekatan situasional, dan pendekatanintegratif. (Yuki 2007)

Pengertian Perilaku Organisasional

Pengertian Perilaku Organisasional
Perilaku organisasional/organizational behavior adalah bidang studi yang mempelajari pengaruh yang dimiliki oleh individu,kestudi yang mempelajari pengaruh yang dimiliki oleh individu,kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi, yang bertujuan menerapkan bidang ini agar organisasi menjadi lebih efektif. Perilaku organisasional mengajarkan tiga faktor penentu perilaku dalam organisasi, yaitu individu, kelompok, dan struktur. Perilaku organisasional juga menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh tentang individu, kelompok,dan pengaruh dari struktur terhadap perilaku, dengan tujuan agar organisasi dapat bekerja secara lebih efektif. Perilaku pengorganisasional berkaitan dengan studi mengenai apa yang dilakukan oleh individu dalam suatu organisasi dan bagaimana pengaruh perilaku mereka terhadap kinerja organisasi dan bagaimana pengaruh perilaku mereka terhadap kinerja organisasi. Perilaku organisasional berhubungan dengan situasi-situasi yang berkaitan dengan pekerjaan, oleh sebab itu perilaku organisasional fokus pada cara meningkatkan produktivitas, mengurangi absenteeism, employee turnover, perilaku menimpang di tempat kerja, perilaku kewargaan organisasi/organizational citizenship behavior, dan kepuasan kerja (Robbins dan Judge 2007). Greenberg dan Baron (2003) mendefinisikan perilaku organisasional sebagai bidang multidiplisiner/multidiscplinary yang mempelajari perilaku individu, kelompok, dan proses dalam organisasi sacara sistematis. Berdasarkan defenisis tersebut, maka karakteristik bidang perilaku organisasional adalah :
  • Perilaku organisasional merupakan bidang yang bersifat multi disipliner. Perilaku organisasioanl dibangun dari berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, psikologi sosial, sosiologi, dan antropologi.
  • Perilaku organisasional mempelajari perilaku individu, kelompok, struktur, dan proses dalam organisasi secara sistematis.
Kontribusi Berabagai Ilmu Terhadap Perilaku Organisasional.
Perilaku organisasi merupakan bidang ilmu terapan yang dibentuk dari berbagai ilmu/multidisciplinary. Bidang-bidang ilmu yang memberikan kontribusi terhadap perilaku organisasional meliputi psikologi, psikologi sosial, sosialogi, dan antropologi. Adapun kontribusia masing-masing disiplin ilmu terhadap perilaku organisasional adalah(Robbins dan Judge, 2007):
  1. Psikologi. ilmu psikologi adalah ilmu pengetahuan yang berupaya mengukur, menjelaskan, dan mengubah perilaku manusia serta makhluk lainnya. Fokus psikologi terutama mempelajari dan memahami perilaku individu. Konstribusi psokologi terhadap perilaku organisasional antara lain kepribadian,persepsi,sikap dan motivasi.
  2. Psikologi sosial. Psikologi sosial berusaha untuk memadukan konsep psikologi dan sosiologi, serta fokus pada pengaruh seseorang terhadap individu lainnya. Kontribusi psikologi sosial terhadap perilaku organisasional antara lain perubahan peilaku, perubahar, sikap, komunikasi, proses-proses kelompok dan pembuatan keputusan kelompok.
  3. Sosiologi. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan budaya mereka. Kontribusi sosiologi terhadap perilaku antar-kelompok , budaya organisasi dan perubahan organisasional.
  4. Antropologi. Antropologi adalah studi kemasyarakatan yang mempelajari manusia dan aktivitas-aktivitas mereka. Kontribusi antropologi terhadap perilaku organisasional antara lain nila-nilai komparatif, sikap-sikap komparatif, analisis lintas kultural, dan budaya organisasi

Pengertian Organisasi

Pengertian Organisasi

Dilingkungan kita terdapat banyak organisasi misalnya perguruan tinggi, toko retail atau departemen store, rumah sakit, lembaga pemerintah, lembaga kepolisian, bank, perusahaan manufaktur, dan sebagainya. Organisasi tersebut ada yang berukurang besar atau kecil, milik pemerintah atau swasta. Organisasi dibentuk untuk mencapai suatu tujuan. Ada organisasi yang bertujuan untuk mencari laba, ada pula organisasi yang tidak bertujuan mencari laba/nonprofit. Apakah Organisasi Itu? Organisasi adalah suatu unit sosial yang terdiri dari dua orang atau lebih, dikoordinasi secara sadar, dan berfungsi dalam suatu dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai satu atau serangkai tujuan (Robbins dan Judge, 2007). Berdasarkan pengertian tersebut, maka suatu organisasi memiliki unsur-unsur sebagai berikut:
  1. Organisasi merupakan suatu sistem sosial, yang terdiri dari dua orang atau lebih, sehingga terjadi interaksi antar-individu.
  2. Dikoordinasi secara sadar dan berfungsi dalam suatu dasar yang terus menerus. Koordinasi yang dilakukan secara sadar mencakup koordinasi usaha, suatu tujuan bersama. Pembagian tenaga kerja, dan hierarki wewenang, yang membentuk struktur organisasi (Kreitner dan Kinicki, 2005).
  3. Organisasi dibentuk untuk mencapai satu atau beberapa tujuan. Ada organisasi yang bertujuan untuk mencari laba ada juga yang nonprofit.
Agar organisasi dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efesien, maka dibutuhkan manajer. Manajer adalah orang yang melakukan atau menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan melalui orang lain. Manajer akan membuat suatu keputusan, mengalokasikan sumber daya, dan mengatur aktivitas orang-orang yang menjadi bawahannya, untuk mencapai tujuan tersebut, manajer menjalankan fungsi-sungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, kepimimpinan, dan pengendalian.
  • Perencanaan/planning, adalah proses pendefinisian tujuan penentuan strategi untuk mencapai suatu tujuan tersebut, dan pengembangan serangkaian rencana komprehensif untuk menggabung dan mengkoordinasi berbagai aktivitas.
  • Pengorganisasian/organizing, yaitu proses yang mencakup penentuan tugas yang harus dikerjakan, siapa yang melakukan tugas tersebut, bagaimana tugas tersebut akan dikelompokkan siapa melapor kepada siapa, dan dimana keputusan-keputusan akan dibuat.
  • Kepemimpinan/leading, yaitu proses yang meliputi pemberian motivasi, pengauran orang, pemilihan saluran komunikasi, dan penyelesaian konflik.
  • Pengendalian/controling, adalah proses memantau aktivitas untuk memantau aktivitas tersebut sudah dikerjakan sesuai rencana, dan melakukan koreksi jika terjadi penyimpangan (Robbins dan Judge).


Sejarah Ekonomi Internasional

Secara garis besar ekos nomos diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajer rumah tangga sistem ini hakikatnya menciptakan rumah tangga. Sistem hakikatnya menciptakan konsekwensi logis dalam kebuutuhan dimensi material yang ada pada setiap individu. Kebutuhan primer adalah sandang, pangan dan papan. Untuk menciptakan kebutuhan primer maka dibentuk suatu sistem sosial yaitu sistem ekonomi yang berada dibawa regulasi, suatu pemerintahan negara. Sistem ekonomi berfungsi untuk memanajemen barang dan jasa dengan tujuan menciptakan kemakmuran dalam masyarakat. Adam Smit sering disebut sebagai orang yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18. Sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan melalui karyanga Welth of Nation. Dimana pengembangan teori ini bertujuan untuk mencari tau tentang sejarah perkembangan negara-negaranya di eropa "sebagai seorang ekonomi Adam Smit merupakan akar moral litasnya yang terbuang dalam The theory Of Morals Sentiment". Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi, kemudian berlanjut dengan menghasilkan toko-toko  seperti Alfred Marshall, J.M.Kepnes dan Korl Morx.X, melahirkan toko-toko ekonomi yang beraliran klasik. Aliran klasik ini beranggapan bahwa, adanya Invisible Hand, dalam mengatur pembagian sumber daya. Konsep Invisible Hand ini dipresentasikan sebagai mekanisme pasar. melalui harga sebagai Instrumenx (pekerjaan). "Moral adalag pekerjaan individu". Aliran klasik mengalami kegagalan setelah terjadi depresit besar tahun 1930 yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu, bereaksi terhadap gejala, dipasar saat, sebagai penanding aliran klasik maka muncullah keynes dalam bukunya " General Theory of Employment, Interest and Awney, menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan dan karena itu interpensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Sejarah perkembangan teori ekonomi adalah suatu pemikiran kapitalisme, yang perkembangan dimulai dari, Era Yunani Kuno sampai sekarang Aris toteles adalah pertama kali memikirkan tentang transaksi ekonomi, transaksi ekonomi adalah natural dan Un natural. Transaksi natural terkait dengan penguasan kebutuhan dan pengumpulan kekayaan yang terbatasi jumlahnya oleh tujuan yang dikehendakinya transaksi Un natural bertujuan pada pengumpulan kekayaan yang secara natural tak terbatas karena dia menjadi akhir dari dirinya sendiri, ketimbang sebagai sarana, menuju akhir  yang lain, yaitu pembunuhan kebutuhan.

Toko pemikir islam yaitu Khaldum dari tunisia (1332-1402) Menulis masalah teori ekonomi dan politik dalam karyanya proleqomena, menunjukkan bagaimana kepadatan populasi, terkait dengan pembagian tenaga kerja yang dapat mamcu, pertumbuhan ekonomi dan sebaliknya mengakibatkan penambahan populasi, dalam sebuah lingkaran diajukan memperkenalkan konsep Laffer Curva adalah keterkaitan antara tingkat pajak dan pendapatan pajak dalam curva yang berbentuk U. Mercentalisun adalah suatu sistem perdagangan untuk profit meskipun produksinya masih dikerjakan dengan non kapitalis produksi metode, Karl Polanyi berpendapat bahwa kapitalisme belum muncul sampai berdirinya Free Trade (perdagangan bebas) pada tahun 19930. Dibawa mercantalis, European Marchan, diperkuat oleh sistem kontrol dari negara. Subside and monopolis, menghasilkan kebanyakan provite dari jual beli bermacam barang. Diantara berbagai merkantalis teori, salah satunya adalah bulliomisar yaitu diktorin yang menekankan pada pentingnya akumulasi precious metals marchantalis berpendapat bahwa negara seharusnya mengekspor barang lebih banyal dibanding yang di impor, bahwa negara seharusnya mengekspor barang lebih banyak sehingga luar negeri membayar selisinya dalam bentuk precious metals. pendapat keduanya bahwa bahan mentah diimpor dan mempromosikan subsidi, seperti penjaminan monopoli protektif tarif untuk meningkatkan produksi dalam negeri (manufaktur).

Ciri-ciri dan Klasifikasi Protozoa

Ciri-ciri Protozoa
bersel satu. inti eukariotik. Habitat di tempat berarir atau lembap atau parasit pada organisme lain. Reproduksi dengan generatif dan vegetatif (generatif dengan konjugasi, vegetatif dengan membelah diri). Tidak berdinding selulosa. Ada yang soliter dan ada yang berkoloni.

Klasifikasi protozoa
berdasarkan alat geraknya dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu:

1. Rhizopoda (Sarcodina)
alat geraknya berupa aliran isi sel atau tonjolan sitoplasma yang disebut pseudopodia. contoh spesies dalam kelas Rhizopoda:

a) amoeba. jenis amoeba yang hidup didalam tubuh manusia disebut Entamoeba, misalnya Entamoeba dysentriae, penyebab penyakit disentri, karena menyerang dan merusak jaringan usus, disebut juga Entamoeba histolitica, Entamoeba ginggivalis hidup dirongga mulut, Entamoeba coli hidup dalam kolon, sebenarnya bukan parasit, tetapi kadang-kadang menyebabkan diare.

b) Foraminifera, hidup dilaut, terlindung kerangka luar yang beruang banyak yang terbuat dari kalsium karbonat. kerangka yang telah kosong mengendap di dasar laut dan merupakan tanah "globigerina" Fosilnya berguna sebagai petunjuk dalam pencarian minyak bumi.

c) Radiolaria, hidup dilaut. Kerangka tubuhnya tersusun dari silikat membentuk tanah radiolaria yang dapat  dimanfatkan sebagai bahan penggosok.

2. Flagellata 
alat bergerak berupa bulu cambuk (flagellum), flagellata dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu
a. flagellata yang mempunyai kromatofora dan struktur yang mengandung pigmen hijau klorofil, disebut  kelompok fitofflagellata contoh: Euglena viridis hidup diair tawar, Volvox globator hidup di air tawar berkoloni merupakan kumpulan ribuan hewan bersel satu yang berflagel dua. selsel pembentuk koloni dihubungka dengan benang-benang plasma, Noctiluca miliaris hidup dilaut mempunyai dua flagel, yang satu panjang dan yang satu pendek, hewan ini menyebabkan laut tampak bercahaya pada waktu malam hari.

b)Flagellata yang tidak mempunyai pigmen klorofil disebut kelompok zooflagellata, contoh : Trypanosoma gambiense dan trypanosoma rhodasiense penyebab penyakit tidur pada manusia. Hospes perantaranya adalah lalat tse-tse yaitu Glosina palpalis dan Glosina mursitans. Trypanosoma hidup didalam kelenjar getah bening atau cairan serebro spinal manusia, Trichomonas vaginalis parasit pada vagina saluran urine wanita.

3. Ciliata (ciliophora)
alat gerak berupa cilia atau bulu getar. Bentuk tubuh tetap, hidup di air tawar yang banyak mengandung zat organik dan bakteri. Ada yang hidup bersimbiosis dalam usus vertebrata.Contoh Paramaecium caudatum bereproduksi secara aseksual dengan membela diri dengan arah transversal, seksual dengan konjugasi dengan terjadi pertukaran inti kecil (mikronukleus), Stentor bentuk seperti terompet dan menetap di suatu tempat, Vorticella bentuk seperti lonceng bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral yang dilengkapi cilia di sekitar mulutnya.

Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Perpetual

Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Perpetual.

Pada sistem perpertual, semua kenaikan dan penurunan barang dagang dicatat dengan cara yang sama dengan pencatatan kanaikan dan penurunan kas. Akun persediaan pada awal periode menunjukkan stok pada tanggal tersebut. Pembelian dicatat dengan mendebet akun Persediaan Barang Dagang dan Mengkredit akun Kas atau Utang Usaha. Pada tanggal penjualan, harga pokok barang dagang yang terjual dicatat dengan mendebet akun harga pokok penjualan dan mengkredit akun persediaan barang dagang.

a. Metode FIFO Perpetual
Diketahuai PT LMN memiliki transaksi seperti dibawah ini.








metode ini paling banyak digunakan karena sebagian besar perusahaan menjual barang sesuai dengan urutan pembeliannya, terutama untuk barang-barang yang tidak tahan lama dan modelnya cepat berubah. Jadi, biaya-biaya yang dimasukkan dalam penjualan disesuaikan dengan urutan terjadinya biaya tersebut. perhatikan peraga1.6 untuk memperjelas hal ini! kita menganggap bahwa semua unit dijual secara kredit masing-masing seharga Rp.30.000,00. Perhatikanlah bahwa setelah 7 unit terjual pada tanggal 4 januair, masih tersisa persediaan sejumlah 3 unti seharga Rp20.000,00. delapan unit yang dibeli pada tanggal 10 januari berharga Rp21.000,00 per unit, bukan Rp20.000,00. Oleh larena itu, persediaan seelah tanggal 10 januari dilaporkan dalam dua baris, yaitu 3 unit seharga Rp20.000,00 per unti dan 8 unit seharga Rp21.000,00 per unit. Perhatikan pula bahwa harga pokok sebesar Rp81.000,00 untuk empat unit yang dijual pada tanggal 22januari terdiri dari 3 unit seharga Rp20.000,00 per unit dan 1 unit seharga Rp21.000,00. Pada saat ini masih ada tersisa 7 unit dalam persediaan dengan harga pokok penjualan Rp21.000,00 per unit. Demikian seterusnya.

b. Metode Lifo Perpeptual 

perhatikan kembali peraga 1.6 akun buku besar pada metode LIFO dan FIFO akan menunjukkan jumlah yang sama hingga tanggal 10 januari. Namun, berdasarkan metode lifo, harga pokok penjualan 4 unit yang dijual pada tanggal 22 januari adalah harga pokok penjualan per unit dari pembelian tanggal 10 januari (21.000 per unit). Harga pokok penjualan 7 unit dalam persediaan setelah penjualan 22 januari adalah harga pokok penjualan 3unit yang tersisa dari persediaan awal dan harga pokok penjualan 4 unit yang tersisa dari pembelian tanggal 10 januari. Demikian seterusnya.

c. Metode Average Perpetual
dalam metode ini, biaya rata-rata per unit masing -masing barang dihitung setiap kali pembelian dilakuka. biaya per unit ini kemudian digunakan untuk menentukan harga pkok penjualan setiap penjualan sampai terjadi lagi pembelian berikutnya. Setelah itu, rata-ratanya dihitung kembali untuk harga barang berikutnya metode ini jarang digunakan oleh perusahaan.

Jurnal Pembalik





Jurnal Pembalik
Pada perusahaan dagang, jurnal pembalik dibuat dengan cara yang sama dengan jurnal pembalik pada perusahaan jasa. Untuk mengulang kembali bahasan jurnal pembalik pada perusahaan jasa, berikut akan disajikan akun-akun deferal dan akural yang perlu dibuat pembaliknya.

1. Beban yang dibayar kemudian
beban yang dibayar dikemudian adalah beban yang pencatatnya dilakukan kemudian, namun manfaat dari beban utang gaji, utang bunga, dan lain sebagainya. Contoh pencatatan beban yang dibayar kemudian dengan menggunakan dan tidak menggunakan jurnal pembalik dapat kamu lihat berikut ini. Misalkan pada saat tutup buku 31 desember 2006 masih ada gaju bulan desember yang belum dibayar sebesar rp 300.000,00. jurnal penyesuainnyaadalah sebagai berikut;

beban gaji                                     300.000,00
utang gaji                                         300.000,00
pada tanggal 20 januari 2007, dibayar gaji sebesar rp2.000.000,00. jurnalnya adalah sebagai berikut.

Utang gaji                                  300.000,00
beban gaji                                1.700,000,00.
   kas                                               2.000,000,00

jurnal pembayaran gaji tanggal 20 januari di atas harus demikian jika pada awal bulan januari tidak dibuat jurnal pembalik. jika pada awal januari, misalnya tanggal 2 januari, dibuat jurnal pembalik sebagai berikut:

 Utang gaji                                 300.000,00
  Beban gaji                                         300.000,00
maka akun utang gaji menjadi tidak bersaldo. Namun, akun beban Gaji bersaldo kredit Rp.300.000,00. Dengan demikian, jurnal pada tanggal 20 januari 2006 adalah sebagai berikut.
Beban gaji       2.000.000,00
  Kas                    2.000.000,00

2. Beban dibayar dimuka
beban dibayar dimuka adalah beban yang dibayar terlebih dahulu sementara manfaatnya diterima di kemudian hari. Jurnal pembalik untuk beban dibayar di muka perlu dibuat jika transaksinya dicatat sebagai beban. Sebaliknya, jika transaksiknya dicatat sebagai harta, maka jurnal pembalik tidak diperlukan, karena pada jurnal penyesuaiannya muncul akun beban yang akan menjadi nol pada waktu jurnal penutup diposting. Misalnya pada tanggal 1 oktober 2006 dibayar di muka asuransi sebesar Rp800.000,00 untuk masa 4 bulan. jika transaksi ini dicatat sebagai beban, maka jurnalnya adalah sebagai berikut.

Beban asuransi                                     800.000,00
  Kas                                                      800.000,00
jurnal penyesuaian pada akhir periode, yaitu 31 desember 2006 adalah sebagai berikut.

Asuransi dibayar dimuka               200.000,00
       Beban asuransi                            200.000,00
sedangkan jurnal pembalik, pada awal peridoed berikutnya adalah sebagai berikut.

Beban asuransi                     200.000,00
   Asuransi dibayar dimuka        200.000,00
jika transaksi tersebut dicatat sebagai harta, maka jurnalnya adalah sebagai berikut.

Asuransi dibayar di muka    800.000,00
   Kas                                   800.000,00
sedangkan jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut.

Beban asuransi                          600.000,00
   Asuransi dibayar di muka                600.000,00

dalam hal ini,jurnal pembalik tidak diperlukan karena saldo akun yang muncul, yaitu beban asuransi, akan menjadi nol oleh jurnal penutup dan setiap membayar asuransi digunakan akun asuransi dibayar dimuka.

3. Pendapatan yang masih harus diterima
pendapatan yang masih harus diterima adalah pendapatan yang sampai pada akhir periode telah dihasilkan tetapi belum dicatat sebagai pendapatan. contohnya adalah pendapatan piutang sewa. Misalkan pada tanggal 31 desember 2006, masih harus diterima sewa di bulan november dan desember sebesar Rp600.000,00. pada saat sewa diterima, penerimaan sewa dicatat pada akun pendapatan. jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 desember 2006 sebagai berikut.

Piutang sewa                  600.000,00
    Pendapatan sewa            600.000,00

sedangkan jurnal pembalik pada awal periode berikutnya, yaitu 1 januari 2007 adalah sebagai berikut.

pendapatan sewa          600.000,00
  piutang sewa                 600.000,00

4. Pendapatan diterima di muka
pendapatan diterima di muka adalah pendapatan yang telah diterima perusahaan tetapi dilihat dari segi waktu belum merupakan pendapatan. Misalnya, pada tanggal 1 april 2006 diterima sewa di muka sebesar Rp4.800.000,00 untuk satu tahun. jurnal transaksinya adalah sebagai berikut.

Kas                                   4.800.000,00
   Pendapatan sewa                  4.800.000,00

jurnal penyesuainnya pada akhir periode adalah sebagai berikut.

pendapatan sewa                  1.200.000,00
  sewa diterima di muka                       1.200.000,00

pendaptan sewa yang dialokasikan sebagai pendapatan 2006 adalah 1 April-31 Desember atau 9bulan, yaitu 9/12 x Rp4.800.000,00= Rp3.600.000,00. jadi, selisih sebesar Rp1.200.000,00 harus dicatat sebagai sewa diterima di muka. sedangkan jurnal pembaliknya pada awal periode adalah sebagai berikut.

Sewa diterima di muka           2.000.000,00
   pendapatan sewa                      2.000.000,00

dari penjelasan diatas jelaslah bahwa jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat guna membalik jurnal penyesuaian untuk menghapus akun yang tidak lazim digunakan selama periode akuntansi berjalan. Sebagai tambahan, jurnal pembalik tidak mengubah jumlah yang dicatat dalam laporan keungan. oleh karena itu, perlu digaris bawahi bahwa jurnal pembalik bukanlah suatu keharusan (pilihan)dalam sistem akuntansi. Meskipun persediaan barang dagang berhubungan dengan jurnal penyesuaian pembaliknya tidak diperlukan.



Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi
laporan laba rugi pada perusahaan dagang menyajikan informasi mengenai penjualan, harga pokok penjualan, beban usaha, pendapatan lain-lain, dan biaya lain-lain yang dirangkaikan untuk mengetahui laba atau rugi. beban usaha pada perusahaan dagang dibedakan antara biaya penjualan dan biaya umum dan administrasi. Biaya penjualan adalah biaya-biaya yang digunakan untuk kegiatan penjualan seperti beban gaji penjualan, beban iklan, beban perlengkapan toko, beban penyusutan gedung toko, dan biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan kegiatan penjualan. Biaya umum dan administrasi adalah beban usaha yang bersifat umum, atau biaya yang tidak termasuk dalam biaya penjualan. Biaya ini tidak mempunyai hubungan langsung dengan penjualan. Biaya umum dan administrasi itu antara lain biaya gaji bagian umum, biaya sewa, biaya surat menyurat, dan biaya-biaya yang digunakan di knator pusat. Biaya penjualan serta biaya umum dan administrasi perlu dibedakan agar pengeluaran kedua jenis biaya tersebut dapat dianalisis. Dengan cara ini, misalnya, dapat dianalisis perbandingan antara jumlah penjualan dengan biaya promosi. Laporan laba rugi dapat disusun dalam bentuk single step (langsung) atau multiple step (bertahap).

Laporan Laba-Rugi Bentuk Single Step
Laporan laba rugi bentuk single step tidak membedakan antara biaya untuk kegiatan usaha utama dan biaya untuk kegiatan di luar usaha utama. laporan laba-rugi bentuk ini juga tidak membedakan antara biaya penjualan dan biaya umum. Dengan bentuk penyajian demikian, laporan laba rugi single step kurang dapat diandalkan sebagai bahan untuk menghasilkan penjualan apabila biaya penjualan diketahui. Struktur dasar laporan laba-rugi bentuk single step disajikan dalam peraga 4-4 berdasarkan kertas kerja UD Jaya



Laporan laba rugi bentuk single stop
laporan laba rugi bentuk multiple step memisahkan biaya penjualan dengan biaya umum dan administrasi. Disamping itu, laporan laba rugi bentuk ini juga memisahkan pendapatan usaha dengan pendaptan diluar usaha. Pemisahan itu sangat berguna untuk menganalisis variabel-variabel yang saling berhubungan. Misalnya, apakah pemanfaatan biaya penjualan terhadap omzet penjualan cukup efektif. untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan biaya penjualan terhadap omzet penjualan, perlu dilihat perusahaan sejenis. Dengan membandingkan data perusahaan dengan data perusahaan sejenis, dapat disimpulkan apakah penggunaan biaya pada perusahaan sudah rasional dan efektif. Jika tidak efektif dan efesien, perlu dicari dimana kesalahannya. Jika biaya penjualan dan biaya umum dan administrasi tidak dipisahkan, maka pihak manajemen akan sulit membuat analisis. Oleh karena itu, laporan laba rugi hendaknya disusun dalam bentuk multiple step. Pada kenyataannya, memang lebih banyak perusahaan yang menyukai dan menggunakan laporan laba rugi multi step. Ilustrasi penyusunan laporan laba rugi bentuk multiple step berdasarkan kertas kerja UD Jaya disajikan dalam Peraga 4-5brikut.


Teori Globalisasi

Globalisasi adalah sebuah istilah yang dikenal pertama kali oleh wartawan Theodore Levitt pada tahun 1980-an. Istilah tersebut sampai sekarang masih terus diperdebatkan di kalangan akademis dan dunia pemerintahan, baik nasional maupun internasional. 

Teori Globalisasi
Kendati ada berbagai versi teori globalisasi, terdapat kecenderungan di hampir semua teori tersebut untuk menjaga jarak dramatis dari fokus di Barat dan menelaah tidak hanya proses-proses tradisional yang mengalir ke berbagai penjuru, namun juga dapat batas-batas tertentu, yang otonom dan independen dari bangsa atau wilayah perang (Appadurai, 1996). Menurut George Ritzer, globalisasi dapat dianalisis secara budaya, ekonomis, politis, dan/atau institusional. Pada masing-masing kasus, perbedaan utamanya dalah apakah orang melihat semakin besarnya homogenitas atau heterogenitas. Kecenderungan kearah homogenitas sering kali diasosiasikan dengan imerialisme internasional dari kebudayaan tertentu. Ada berbagai imperialisme budaya termasuk yang menekankan peran kebudayaan Amerika (Kuisel, 1993; Ritzer, 199, 2000), Barat (Giddens,1990), atau negara-negara inti (Hannerz,1990). Namin Robertson (1992) menentan gagasan ini, meskipun ia tidak menggunakan istilahnya imperialisme budaya, melalui konsepnya yang terkenal dengan istilah globalisasi. Konsep globalisasi ini melihat yang global berinterkasi dengan yang lokal untuk menghasilkan sesuatu yang khas sifatnya, yaitu glokal. Pandangan yang menegaskan heterogenitas budaya seperti itu tidak hanya dari Robertson, beberapa orang lainmenegaskan hal yang sama termasuk Garcia Cancilini (1995) dan Pieterse (1995). Yang dalam kategori umum ini adalah karya sarjana seperti Friedman (1994), yang menggambarkan dunia yang dicirikan oleh pasticbe budaya. 

Pemikiran ilmu sosial yang memusatkan perhatian pada faktor-faktor ekonomi, seperti DR Mansour Fakih di  atas, cenderung menitikberatkan faktor ekonomi dan efek homogenesis faktor-faktor tersebut bagi dunia. Pada umumnya mereka melihat globalisasi sebagai menyebarnya ekonomi pasar ke berbagai kawasan dunia. Contoh lain pemikir sosial jenis ini adalah George Stiglitz, ekonom pemenang hadia Nobel dan mantan ketua Dewan Penasihat Ekonomi Presiden Amerika Serikat pada masa Bill Clinton, mengemukakan kritik IMF karena peran mereka dalam memperburuk, ketimbang memperbaiki, krisis ekonomi global. Stigliz memberi argument yang meyakinkan akan pentingnya reformasi lembaga-lembaga dunia PBB,IMF, dan Bank Dunia, juga perjanjian-perjanjian perdagangan internasional dan peraturan tentang kekayaan intelektual supaya lembaga-lembaga itu benar-benar mampu menjawab permasalahan masa kini. Stiglitz mengecam IMF dan lembaga-lembaga keuangan internasional lainnya yang tidak sungguh-sungguh berupaya untuk membanti negara-negara miskin agar bisa keluar dari masalahnya dan sebaliknya banya menawarkan solusi "satu untuk semua" yang terbukti gagal menyelesaikan masalah-masalah spesifik dari negara-negara miskin tersebut. 

KonsesnsusWshington, 10 formula yang diracik ekonom John Williamson pada tahun 1987-1988 diadopsi oleh institusi-institusi keuangan terkemuka seperti IMF, Bank Dunia, dan Departemen Keuangan Amerika Serikat sebagai resep untuk memulihkan kesehatan ekonomi sebuah negara tatkala mengalami kelumpuhan. Hal itu ditolak oleh Stigitz. Ia berpendapat bahwa negara-negara yang patuh mengikuti resep tersebut justru sulit bangkit dari keterpurukan ekonomi. Stiglitz menekankan pentingnya kebiajakn yang lebih terpila-pilah di IMF dan organisasi ekonomi global lainnya. Bentuk heterogenitas lain pada ranah ekonomi antara lain komodifikasi budaya lokal dan adanya spesialisasi yang fleksibel sehingga memungkinkan dihasilkannya beragam produk yang bisa memenuhi kebutuhan bermacam spesifikasi lokal. Lebih umum lagi, mereka yang menekankan heterogenisasi berargumen bahwa interaksi pasar global dengan pasar lokal menyebabkan terciptanya pasar glokal unik yang mengintegrasikan permintaan pasar global dengan realitas pasar lokal. Orientasi politis atau institusional juga menekankan homogenitas atau heterogenitas. Contoh dari mereka yang menggunakan prspektif homogenisasi pada wilayah ini antara lain Meyer et al. (1997), yang berfokus pada penyebaran model negara bangsa keseluruh dunia dan munculnya berbentuk-bentuk pemerintahan sejenis di seluruh dunia. Lebih besar lagi, Keohane dan Nye (1989) memusatkan perhatiannya pada pengaruh global berbagai institusi. Habsbawn and Appadurai melihat tumbuhnya institusi dan organisasi tradisional telah menggerogoti kekuasaan negara bangsa dan struktur sosial lain yang lebih bersifat lokal dalam menciptakan perbedaan dalam kehidupan masyarakat. Hardt dan Negri dalam bukunya yang berpengaruh besar, Empire, mendiskusikan kemunculan bentuk kedaulatan imperial global baru yang terlepas dari bangsa manapun namun menjalankan kontrol yang semakin kuat terhadap semua bangsa dan orang-orang yang ada di dalamnya. Mereka menitikberatkan pada perkembangan sistem konstitusi supra nasional baru. Salah satu pandangan paling ektrem dalam homogenisasi ranah politik adalah pemikiran Barber(1995) tentang "McWorld," atau tumbuhnya orientasi politik tunggal yang semakin berkuasa di seluruh dunia. Pandangan Barber tentang McWorld tidak terbatas pada politik; ia melihat banyak ranah lain mengikuti model McWorld. Menurutnya, jihad sebagai perspektif alternatif yang melibatkan kekuatan politik lokal,etnis, dan reaksioner (termasuk "negara-negara kuno") yang berdampak pada tebangunnya nasionalisme dan membawa ke arah heterogenitas politik di seluruh dunia. Wujud heterogenitas tersebut antara lain berupa bangunan politik glokal unik yang lahir dari interaksi McWorld dengan Jihad. Bangunan politik tersebut mengintegrasikan elemen-elemen McWorld (misalnya, penggunaan Internet untuk menggalang dukungan) dengan yang Jihad (misalnya, penggunaan gagasan-gagasan dan retorika tradisional). Sekali lagi, teori globalisasi sangat dipengaruhi oleh pemikiran mengenai globalisasi sangat dipengaruhi oleh pemikiran mengenai homogenisasi dan heterogenisasi. 
gambar globalisasi

Akuntansi Keuangan

Laporan Keungan dan Tujuan Akuntansi
Laporan keuangan dan Tujuan akuntansi menurut berbagai sumber dapat kita lihat daripenjelasan di bawah ini. Prinsip akuntansi Indonesia (1984) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan itu adalah sebagai berikut:
  1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
  2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
  3. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
  4. Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan. seperti informasi mengenai aktivas pembiayaan dan investasi.
  5. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dibuat perusahaan.
APB Statement No. 4(AICPA) menggambarkan tujuan laporan keuangan dengan membagi duanya.
Tujuan umum:
"menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan secara wajar sesuai prinsip akuntansi yang diterima"
Tujuan Khusus adalah:
"memberikan informasi tentang kekayaan, kewajiban, kekayaan bersih. proyeksi laba perubahan kekayaan dan kewajiban serta informasi lainnya yang relevan".

akuntansikeuangan.com

Revolusi (Deprivasi Relativ dan Kekerasan)

Apakah sedikit sekali yang kita ketahui tentang sebab-sebab kerusuhan pemberontakan sehingga kita harus menggunakan aksorsisme saat ini, seprti agresif atau konspirasi untuk menjelaskannya? saya pikir  tidak. Orang memberontak terhadap pemimpinnya selama ribuan tahun, dan selama ribuan tahun itu banyak pengamat pintar telah memberikan penjelasan seksama mengenai orang memberontak, baik secara khusus ataupun secara umum. Dalam hal tertentu kita tahu banyak tentang kecenderungan kita terhadap kekerasan. Akumulasi karangan ilmiah dan laporan serta data tentang revolusi ini dan revolusi itu, teori ini dan teori itu, cenderung mengaburkan pandangan kita tentang keseragaman mental dan sosial. Studi ini berusaha mengidentifikasikan dan menyusun sebagian keseragaman itu. Apakah orang secara inheren agresif, atau hanya agresif sehubungan dengan bahwa orang memiliki kemampuan, tetapi bukan kebutuhan akan agresi, dan bukan lainnya tentang pola-pola keadaan sosial tempat orang melaksanakan kemampuan itu secara kolektif. Apakah sebagaian orang belajar menggunakan kekerasan jawabannya jelas ya. Yang kurang jelas adalah mengapa dan bagaimana beberapakelompok menggunakan kekerasan, sedangkan yang lainnya menjauhkan diri darinya yang pasti penggunaan kekuatan publik untuk menghalangi kekerasan perorangan dan sifat organisasi manusia, membedakan bentuk dan tingkat kekerasan. Di sini kita juga akan memahami pola-pola pelaporan dan retorika; penggunaan kekuatan tertentu dan jenis-jenis hubungan antarorang pada umumnya memiliki pengaruh yang dapat diramalkan terhadap kekerasan politik.

Tulisan ini adalah latihan penyederhanaan jenis yang dikenal dengan bangunan teori. Saya akan berusaha menunjukkan keragaman yang lebih penting sebab-sebab kekerasan politik, yang di ambil dari karya semua ilmu pengetahuan manusia. Saya akan berusaha tetap menggambarkan dan mendefinisikan keseragaman ini, bahkan resiko menjelaskan beberapa kebenaran, mutlak dengan dasar bahwa prinsip yang dinyatakan dengan tetap merupakan alat yang lebih baik untuk memahami dari pada analogi yang membosankan. Keseragaman juga didokumentasikan dengan sampel bukti untuknya; pekerjaan labolatorium psokolog eksperimental pekulasi teoritikus besar dan kecil, studi kasus pemberontakan, bukti kompratif mereka yang menghitung tuntutan dan kematian, dan langkah deduksi. Penjelasan tentatif yang muncul dari proses ini masih kompleks, tidak sederhana. Kekerasan, seperti mereka yang menggunaknnya, adalah kompleks tetapi dapatdibaca. Paling tidak didemonstrasikan oleh tulisan ini.

Penjelasan umum kekerasan politik bisa menjadi tuntutan bagi aksi dari pemahaman, meskipun tidak sepenuhnya tepat. Penjelasan tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi, untuk tujuan kebijakan, potensi revolusioner negara tertentu ,dan untuk meramalkan pengaruh berbagai aksi terhadap potensi itu. Teori ini tidak direncanakan untuk aplikasi ini, tetapi banyak karakteristik yang membuatnya cocok bagi penyelidikan ilmiah dan tujuan kebijakan, Teori sosial bisa diperuntukkan cocok bagi penyelidik ilmiah dan tujuan kebijakan. Teori sosial bisa diperuntukkan bagi tujuan etis dan tidak etis. Akan tetapi saya yakin bahwa sejauh studi ini memiliki kegunaan kebijakan, studi tersebut harus lebih memberikan sumabangan untuk meredakan kesengsaraan manusia daripada memperpanjangnya. Ada kecongkakan dalam hal ini. Dampak studi tersebut bisa sangat marjinal, tetapi dunia luas dan dampak "marjinal" dapat mempengaruhi ribuan jiwa manusia.

Tulisan ini bisa dibaca oleh pemberontak ataupun pemimpin dan menyajikan banyak aksi efektif bagi keduanya. Pemberontak seharusnya membacanya, karena menurut tulisan ini menimplikasikan cara-cara pencapaian cita-cita manusia yang lebih efektif dan tidak bersifat merusak bagi mereka sendiri dan orang lain daripada beberapa taktik yang mereka gunakan bsekarang. Tulisan ini pasti akan dibaca oleh orang yang mencari cara mempertahankan ketertiban umum. Mereka akan menemukan sedikit justifikasi pada kepercayaan terhadap taktik kontrol represif. Terdapat banyak bukti dan prinsip bahwa kebijakan represif pada akhirnya mengalahkan tujuannya. Ketertiban umum dipertahankan dengan sangat  efektif -ia hanya dapat dipertahankan-apabila cara-cara diberikan di dalamnya bagi otrang untuk bekerja menuju pencapaian cita-citanya. Ini bukan penilaian etis, atau bukan hanya penilaian etis. Ia mendekati status hukum ilmiah organisasi sosial. Jenis-jenis kekuatan tertentu mungkin penting jika orang yang revolusioner atau elit yang memimpin menciptakan dan mempertahankan ketertiban sosial di waktu krisis, sehingga cara-cara konstruktif dapat dibangun. Namun, kepercayaan eksekutif pada kekuatan akhirnya meningkatkan kekuatan itu dan menghancurkannya. Bagaimanapun juga studi ini tidak dirancang untuk tujuan kebijakan, tetapi untuk penjelasan, dan untuk tujuan pada tingkat umum. Jika studi ini mengklarifikasi penjelasan dan konsekuensif aksi kekerasan manusia, ia berarti memenuhi tujuannya.

Penggunan bahan-bahan ilustratif dalam studi ini memerlukan catatan penjelasan. Banyak hubungan umum yang diselidiki menjelaskan asal-usul masing-masing kejadian konflik politik kekerasan. Namun, tidak satupun kasus kekerasan politik menggambarkan atau dianalisis secara komprehensif. Aspek tertentu dari banyak kejadian khusus, dan generalisasi komparatif tentangnya, dicantumkan untuk mendukung atau mengilustrasikan hipotesis tertentu . Semua referensi ini bukan gambaran lengkap kejadian yang dicantumkan, kecuali ditentukan. Referensi itu iyalah bukti, fase revolusi perancis mungkin diringkas menjadi satu atau dua tanpa mengacu pada fakta bahwa ringkasan itu hanyalah satu dari banyak seginya. Studi tersebut hanya dapat dikritik dari segi apakah karakteristik tersebut benar dalam arti sempit. Jika dkritik atas dasar bahwa peristiwa tertentu salah dipresentasikan karena hanya sebagian yang dianalisis, objek studi tersebut disalah pahami.

Tekanan Dari Sistem Internasional




Suatu gejala besar yang bentuknya makin lama makin jelas di bidang hubungan internasional ialah kesenjangan raksasa yang makin membesar antara negara-negara maju dan Negara-negara berkembang: bangsa-bangsa yang kaya dan miskin. Di seluruh dunia berkembang revolusi meningkatnya harapan dengan cepat dikejar oleh revolusi meningkatnya kekecewaan. Dunia berkembang dihadapi oleh bermacam-macam krisis----pertumbuhan penduduk yang sangat cepat meningkat, berlipat-gandanya perkampungan dan pedesaan miskin, keonaran SARA, agitasi politik, yang diikuti dengan represi pemerintah, perang saudara, korupsi, hilangnya nilai-nilai tradisional, inflasi, utang yang bertambah dan berkurangnya pendapatan devisa. 

Bila kita melihat fakta kita menemukan bahwa kebanyakan Negara berkembang telah menjadi lebih miskin, tidak hanya dibandingkan dengan pertumbuhan dinamik Negara-negara kaya tetapi dalam arti yang mutlak. Suatu gejala yang terdapat di kebanyakan Negara berkembang dalam bidang dalam negerinya yaitu yang kaya menjadi makin kaya, dan jurang antara yang kaya dan yang miskin terus melebar dan jumlah orang yang hidup dibawah batas kemiskinan terus bertambah dari sepertiga menjadi dua pertiga penduduk---sedang terulang pada tingkat internasional. Kira-kira dua pertiga ummat manusia, termasuk mayoritas Negara yang besar, adalah sangat miskin, dan selagi kita bergerak menuju akhir abad kedua puluh kita menuju ke suatu keadaan di mana dunia mungkin terbagi menjadi suatu golongan minoritas yang terdiri atas 20 sampai 30 persen orang dari yang agak sampai yang sangat kaya dan segolongan mayoritas dari 70 sampai 80 persen yang bagi mereka kelaparan, penyakit, kebodohan, dan kekecewaan pribadi telah menjadi hukum yang keras bagi kehidupan sehari-hari mereka. 

Tiga puluh tahun setelah penandatanganan Piagam PBB, yang meluncurkan suatu usaha untuk mendirikan suatu tertib internasional baru, seperti yang dikemukakan oleh Deklarasi Cocoyoc, tertib itu sedang mencapai titik-balik yang kritis. Harapannya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk seluruh keluarga ummat manusia pada umumnya tetap belum tercapai. Pada waktu ini ada lebih banyak orang yang lapar, sakit, tuna-wisma, dan buta huruf daripada ketika PBB pertama didirikan. Masyarakat dunia telah gagal untuk menyediakan “suatu kehidupan yang aman dan bahagia bagi penduduknya yang makin bertambah.” 

Meningkatkan keberdikarian nasional adalah dasar yang harus digunakan untuk membangun perkembanagan dalam strategi apa pun. Keberdikarian bukan berarti anarki. Ia berarti bahwa bangsa dapat memuaskan kebutuhan dasarnya dengan suatu pemerataan sumber-sumber dunia secara tegas. Tetapi kepercayaan terutama harus diletakkan pada sumber-sumbernya sendiri---alam dan manusia. Ketergantungan pada pengaruh-pengaruh dan kekutan dari luar pada akhrnya akan membawa tekanan-tekanan politik dan pola-pola perdagangan yang eksploitatif. 

Teknologi yang tidak di impor secara borongan tetapi secara yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan niscaya akan mengakibatkan suatu desentralisasi ekonomi dunia dan kadang-kadang juga ekonomi nasional. Tetapi ini tentu saja akan membutuhkan partisipasi yang lebih dari bangsa-bangsa dan kerja sama internasional yang makin bertambah. Sebenarnya, untuk mengejar sasaran keberdikarian nasional dengan tujuan untuk mencipatakan perkembangan masyarakatnya suatu system politik bahkan mungkin perlu atau bijaksana untuk melepaskan diri, walaupun untuk sementara, dari system ekonomi internasional. 

Barangkali tidak mungkin memperkembangkan keberdikarian melalui partisipasi penuh dalam suatu system yang mengekalkan ketergantungan ekonomi. Suatu usaha seperti ini pasti akan ditentang oleh mekanisme pasaran internasional yang ada yang cenderung akan mempergunakan bermacam-macam manupulasi ekonomi--- mulai dari menarik atau menahan kredit, mengenakan embargo dan sanksi-sanksi ekonomi, menggunakan badan-badan intelligence untuk melakukan subversi, mempergunakan represi, termasuk siksaan, operasi-operasi counter intelligence, sampai intervensi besar-besaran. Sebenarnya memang perlu sekali ada kewaspadaan di fihak Negara-negara baru---suatu kewaspadaan terhadap aktivitas mereka yang secara ekonomi dan politik lebih kuat. Karena itu suatu Negara-bangsa yang kuat dan swatantra (otonom) akan merupakan landasan yang layak bagi pengembangan suatu system internasional yang baru. 


Referensi:
Varma, SP. 2010. Teori Politik Modern. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada



8 Tolak Ukur Sebuah Produk Lulus Jasa


  1. Performance: Kinerja fungsional yang bisa saja terkait dengan nilai ergonomic
  2. Features; Kegunaan, nilai tambah, positive side-effect
  3. Reliability; Keandalan dalam mencukupi kegunaan dan kepuasan
  4. Conformance: Kesesuaian disbanding rencana awal dalam menanggapi keinginan dan/ atau kebutuhan konsumen
  5. Durability; Kelanggengan dan daya tahan dalam melewati normalitas masa pakai tertentu
  6. Service-abilty; layanan purnajual disertai kesiapan persediaan suku cadang untuk perbaikan dan perawatan produk.
  7. Aesthetics; Keindahan, keelokan, kemulusan, keindahan, kesenangan, streamline, subjektivitas konsumsi
  8. Perceived quality; Mutu yang dapat terasa meningkatkan harga diri, nama baik, kredibilitas, reputasi, Semisal kemampuan brand image bus Volvo yang aman, sedan Mercedes yang mewah, sepeda motor Honda yang nyaman, baju Van Heusen yang tahan lama, maupun dasi Louis Vuitton yang rapi.


Referensi:
Sagir, Soeharsono dkk. 2009. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia. Jakarta: Kencana.  

Tips Menurungkan Berat Badan

Menurunkan berat badan adalah cara yang banyak dilakukan untuk badan menjadi lebih proposinal. Tujuan dari menurunkan berat badan yaitu membuat tubuh menjadi lebih fres dan sehat. Ada banyak cara melangsingkan tubuh, tetapi yang biasa dilakukan dikalangan masyarakat yaitu dengan cara diet. Itu sama sekali tidak benar karena jika tidak makan tubuh akan menjadi lemah dan sakit. Untuk itu ada hal yang lain yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan berat badan dengan aman selain dengan melakukan diet.silahkan simak hal berikut.



  1. Banyak mengonsumsi air putih. Karena air putih sangat berguna bagi tubuh dan dipercaya dapat membuat berat badan menurun apabilah rutin mengonsumsi setiap hari.
  2. Hindri stres. Karena terkadang orang lebih cenderung makan dengan porsi yang banyak dalam keadaan marah. 
  3. Jangan mengabaikan sarapan. Sarapan sangat penting karena dapat memberikan tenaga saat melakukan katifitas dipagi hari dan mencegah makan yang banyak pada siang hari.
  4. Olahraga. Menurunkan berat badan yang paling efektif dengan melakukan olahraga yang rutin. sehingga dapat mempercepat menurunkan berat badan.
  5. Badan harus dijaga. Merupakan hal yang sulit untuk diterapkan, sebab komitmen untuk terus menerapkan pola hidup sehat cenderung sulit. Mengapa? Karena banyak yang tidak melanjutkan pola hidup sehat ketika semua cara telah berhasil dilakukan untuk menurunkan berat badan.

Tips Menghilangkan Kaki yang Pecah-pecah

Saat ini kaki anda kering dan pecah-pecah? jangan biarkan kaki anda terus terjadi seperti itu, silahkan simak beberapa tips menghilangkan kaki yang pecah-pecah.



  1. Madu. Mengapa? itu karena madu mengandung zat pelembab alami serta memiliki efek antimikroba. Sediakan setengah air hangat dalam ember lalu sediakan satu cangkir madu untuk dicampur kedalam air hangat. Kemudian benamkan kaki selam kurang lebih 15-20menit. Lalu gosok kakik anda dengan sikat lembut kemudia bersihkan dengan air biasa
  2. Minyak gosok levender dan lemon. Gunakan kapas untuk mengoleskan minyak zaitun pada kaki yang lalu pijatlah kaki selama 10-15menit. Kenakan kaus kaki diamkan selama satujam kemudian cuci kaki anda. Kemudian gabungkan 1 sendok makan minyak zaitun wadah yang kecil dengan minyak lavender atau lemon, tambahkan air dalam bagian yang sama aduk sampai kental. Terapkan secara teratur pada kaki yang kering dan pecah-pecah.