Penulisan Huruf Besar Atau Kapital

Dalam Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan terdapat tiga belas penulisan huruf kapital berikut ini disajikan beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan:
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam penulisan ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci termasuk kata ganti untuk tuhan.
Misalnya :
Allah Yang Mahakuasa
Bimbinglah hamba-Mu
Quran, dan Injil
atas rahmat-mu (bukan atas rahmatMu)
dengan kuasa-Nya (nukan dengan kuasaNya)
 Akan tetapi, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama untuk menuliskan kata-kata, seperti imam, maakmum, doa, dan puasa,
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Misalnya:
Haji Agus Salim, Imam Hanafi
Sultan Hasanuddin, Nabi Ibrahim
Akan tetapi, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Benar
Neneknya menunaikan ibadah haji.
Sebagai seorang sultan, ia tidak bertindak sewenang-wenang
Salah
Neneknya menunaikan ibadah Haji.
Sebagai seorang Sultan, tidak bertindak sewenang-wenang
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama trmpat.
Misalnya:
Gubernur Asnawi Mangku Alam
Letnan Kolonel Saladin
Huruf kapital tidak tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.
Misalnya:
Sebagai seorang bupati yang baru dilantik, ia berkeliling di desa-desa untuk berkenalan dengan masyarakat yang dipimpinnya
(bukan: Seabai seorang Bupati yang baru dilantik, ia berkeliling di desa-desa untuk berkenalan dengan masyarakat yang dipimpinnya.)
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.
Misalnya:
bangsa Malasyia 
suku Makassar
bahasa Arab
Perhatikan penulisan berikut.
Meng-Indonesiakan-kan kata-kaya asing
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Misalnya:
tahun Masehi
bulan Agustus
hari Natal
Perang Candu
Proklamasi kemerdekaan
Republik Indonesia
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.
Misalnya:
Teluk Jakarta
Bukit Barisan
Danau Toba
Sungai Mahakam
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.
Misalnya:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Majelis Permusyawaratan Rakyat
Undang-undang Dasar 1945
Benar
Dia menjadi pegawai di salah satu departemen
Menurut  undang-undang, perbuatan itu dapat dijatuhi hukum setinggi-tingginya lima tahun.
Salah:
Dia menjadi pegawai di salah satu Departemen
Menurut Undang-Undang, perbuatan itu dapat dijatuhi hukum setinggi-tingginya lima tahun.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kaka, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
Misalnya:
Kapan Paman berangkat?
Apakah itu, Kak?
Surat Anda sudah saya terima.
Saya akan disuntik, Dok?
Di mana rumah Bu Rimang?
Benar
Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
semua adik dan kakak saya telah menikah.
Rumah Pak Lurah terletak di tengah-tengah desa.
Salah
Kita harus menghormati Ibu dan Bapak kita.
Semua Adik dan Kakak saya telah manikah.
Rumah pak lurah terletak di tengah-tengah desa.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
Misalnya:
Benar
Tahukan Anda bahwa gaji pegawai negeri dinaikkan?
Apakah kegemaran Anda?
Salah 
Tahukah anda bahwa gaji pegawai negeri dinaikkan?
Apakah kegemaran anda?


CARA MEMBUAT JUDUL YANG BAIK DAN BENAR



Judul sama maknanya dengan nama. Ia memiliki makna tertentu. Dengan mengetahui nama , dapat diperkirakan apa yang dibicarakan, Dengan judul "memahami dan menulis wacana" dapat di perkirakan pusat pembicaraan buku itu bagaimana menulis sebuah wacana. Judul lebih banyak diatikan dengan pokok pembicaraan atau pokok pembahasan.
Dalam dunia teoritis judul dibedakan dengan topik. Judul tidak bersinonim dengan topik. tetapi dalam dunia paragmatis, lebih banyak ditemukan judul sama dengan topik.
Dalam penentuan sebuah judul dikenal adanya "judul langsung" dan "judul tak langsung". "judul langsung" merupakan judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita/informasi, sehingga hubungannya dengan bagian utama berita/informasi nampak jelas. sedangkan "judul tak langsung" merupakan judul yang hubungannya tidak langsung dengan bagian utama berita   tetapi tetap menjiwai seluruh isi tulisan.
         Untuk mendapatkan judul yang baik, seorang harus memperhatikan hal berikut :
  1.  Asli. Hendaknya tidak mengugunakan judul yang pernah digunakan oleh orang lain. terpaksa dapat dicarikan persamaannya
  2. Relevsn . setelah menulis, baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda (harus mempunyai pertalian dengan temannya, atau ada peralihan dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut).
  3. Provokatif. judul tidak boleh terlalu sederhana, sehingga (calon) pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, kalau (calon) pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi.
  4. Singkat. judul tidak boleh bertele-tele, harus singkat dan langsung pada inti yang ingin dibicarakan sehingga maksud yang ingin disampaikan dapat tercermin lewat judul.
  5. Harus berbentuk frasa.
  6. Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi.
  7. Tanpa tanda baca di akhiri judul karangan.
  8. Menarik perhatian.
  9. Logis.
  10. sesuai dengan isi.
sumber-sumber untukmendapatkan "judul" sebaiknya menunjukkan kesesuainnya dengan pokok pembicaraan menarik, sehingga membuat orang berkeinginan membaca buku itu, dan singkat. judul yang baik harus sesuai dengan topik yang pernah ditulis oleh orang lain, maka judul itu biasa ditambahkan dengan judul tambahan. Judul merupakan identitas dari jiwa seluruh karya tulis yang bersifat menjelaskan diri, menarik perhatian dan ter kadang menentukan lokasi. Judul merupakan nama yang dipakai untuk tulisan, buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain. Judul sebaiknya dibuat ringkas, padat, dan menarik. Usahakan judul suatu tulisan tidak lebih dari lima kata tetapi dapat menggambarkan isi tulisan secara eksplisit.

Fungsi judul:
  1. Merupakan identitas atau cermin dari jiwa seluruh tulisan.
  2. Temannya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membaca isinya.
  3. Gambar global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.
  4. Relevan dengan seluruh isi tulisan, maksud masalah, dan tujuannya 
Syarat-syarat pembuatan judul :
  1. Harus relevan = Mempunyai keterkaitan dengan temanya atau bagian-bagian penting dari tema.
  2. Harus provokatif = Menarik sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa ingin tahu tiap pembaca terhadap isi tulisan
  3. Harus singkat = Tidak boleh mengambil kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangkaian kata yang singkat. jika penulis tidak dapat menghindari judul yang panjang, maka dapat menggunakan solusi dengan membuat judul utama yang singkat, tetapi dengan judul tambahan yang panjang.
  4. Harus asli = Jangan menggunakan judul yang sudah pernah di pakai
syarat-syarat judul yang baik :
  1. Harus berbentuk frasa.
  2. Tanpa ada singkatan atau angkronim.
  3. Awal kata harus kapital, kecuali preposisi dan konjungsi.
  4. Menarik.
  5. Logis.
  6. Sesuai dengan isi. 
Demikianlah cara membuat judul yang baik semoga dapat membantu teman-teman dalam berbagai penulisan karya tulis. 

145, Contoh Kata Baku Dan Tidak Baku lengkap

Dalam berinteraksi sehari-hari mungkin kita pernah mengucapkan sebuah kata yang tidak Baku atau tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), contoh yang paling umum seperti ketika mengucapkan atau menulis kata Atlet biasanya orang mengucapkan atau menulisnya dengan kata Atlit, padahal yang Bakunya adalah Atlet. Agar hal seperti ini tidak terjadi pada anda di sini saya ingin berbagi contoh kata Baku Dan Tidak Baku, sebagai berikut,

KATA BAKU - TIDAK BAKU

  1. apotek - apotik 
  2. atlet - atlit
  3. atmosfer- atmosfir
  4. aktif - aktip 
  5. aktivitas - aktifitas
  6. akais - arkhais
  7. arkeologi - arkheologi
  8. akhir ahir; - akir
  9. akhlak - aklak
  10. advis - adpis
  11. advokat - adpokat
  12. adjektif - ajektif
  13. asas - azas
  14. asasi - azasi
  15. analisis - analisa
  16. penganalisisan - penganalisaan
  17. ambulans - ambulan
  18. anggota - anggauta
  19. beranggotakan -beranggautakan
  20. balans - balan
  21. depot - depo
  22. diferensial - differensial
  23. ekspor - eksport
  24. ekstrover - ekstrovert
  25. efektif - efektip
  26. esai - esei
  27. formal - formil
  28. februari - pebruari
  29. fisik - pisik
  30. foto - photo
  31. frekuensi - frekwensi
  32. film - filem
  33. hakikat - hakekat
  34. hipotesis - hipotesa
  35. intensif - intensip
  36. insaf - insyaf
  37. ikhlas - ihlas
  38. ikhtiar - iktiar
  39. impor - import
  40. istri - isteri
  41. iktikad - itikad
  42. ijazah - ijasah
  43. izin - ijin 
  44. ilustrasi - illustrasi
  45. jenderal - jendral
  46. jadwal - jadual
  47. komedi - komidi
  48. konkret - konkrit
  49. karier - karir
  50. kaidah - kaedah
  51. khotbah - khutbah
  52. konsepsional - konsepsionil
  53. konferensi - konperensi
  54. kreativitas - kreatifitas
  55. kongres - konggres
  56. kompleks - komplek
  57. kuantum - kwantum
  58. konsekuensi - konsekwensi
  59. kualifikasi - kwalifikasa
  60. kualitas - kwalitas
  61. kuarsa - kwarsa
  62. kuitansi - kwitnsi
  63. kuorum - kwuorum
  64. kuota - kwota
  65. konfrontasi - konfrontir
  66. konsinyasi - konsinyir
  67. koordinasi - kordinir
  68. kategori - katagori
  69. konsesi - konsessi
  70. kelas - klas
  71. klasifikasi - kelasifikasi
  72. liguistik - lingguistik
  73. lazim - lajim
  74. likuidasi - likwidasi
  75. metode - metoda
  76. motif - motip
  77. motivasi - motifasi
  78. masyarakat - masarakat
  79. mantra - mantera
  80. manajemen - managemen
  81. manajer - manager
  82. massa - masa (orang banyak)
  83. masalah - masaalah
  84. masal - massal
  85. misi - missi
  86. November - Nopember
  87. nasihat - nasehat
  88. nasionalisasi - nasionalisir
  89. operasiaonal - operasionil
  90. objek - obyek
  91. ons - on
  92. organisasi - organisir
  93. problem - problim
  94. problematik - problimatik
  95. positif - posisp
  96. produktif - produktip 
  97. produktivitas - produktifitas
  98. psikis - psikhis
  99. paspor - pasport
  100. putra - putera
  101. putei - puteri
  102. produksi - produsir
  103. proklamasi - proklamir
  104. profesi - professi, propesi
  105. rasional - rasionil
  106. resistans - resistan
  107. rezeki - rejeki
  108. risiko - resiko
  109. sistem -sistim
  110. sistematika - sistimatika
  111. sistematis - sistimatis
  112. spesies - spesis
  113. sintesis - sintesa
  114. spiritual - spirituil
  115. subjek - subyek
  116. syakwasangka - sakwasangka
  117. syukur - sukur
  118. sah - syah
  119. sahih - syahih
  120. saraf - syaraf
  121. sutera - sutra
  122. standar - standard
  123. survai - survei
  124. sukses -sakses
  125. teori - tiori
  126. teoretis - toritis
  127. telepon - tilpun
  128. tradisional - tradisionil
  129. tafsiran - tapsiran
  130. tarif - tarip 
  131. teknik - tehnik
  132. teknologi - tekhnologi
  133. teleks - telek
  134. tripleks - triplek
  135. terampil - trampil
  136. terap - trap
  137. ubah - rubah
  138. penerapan - penetrapan
  139. transpor - transport
  140. teladan - tauladan
  141. tim - team 
  142. terjemah - terjamah
  143. wujud - ujud
  144. yudikatif - yudikatip
  145. zaman - jaman

Demikianlah 145 contoh  kata baku berikut kata tidak baku, semoga bermanfaat buat teman-teman,

PARAGRAF DAN JENIS-JENISNYA

Paragraf diserap dari bahasa ingris paragraf. Kata inipun berasal dari kata yunani: para- yang berarti 'sebelum' grafein yang berarti 'menulis'. Ketika itu, paragraf atau alinea adalah sebuah karangan yang tidak di pisah-pisahkan seperti skarang, pada bagian awal baris pertamanya ditempatkan tanda sebagai ciri awal paragraf. dalam ragam tulis biasanya di tandai dengan kalimat yang menjorok ke dalam atau spasi yang berbeda.

JENIS-JENIS PARAGRAF


Adapun jenis paragraf, dapat dilihat sebagai berikut;


  1. Paragraf langsung. Paragraf dimulai dengan pernyataan tentang pokok bahasan (kalimat topik), sehingga paragraf menyampaikan informasi secara lugas kepada pembaca. kalimat-kalimat berikutnya merupakan rincian untuk memperjelas paparan atau memperkuat argumentasi terhadap pokok bahasan (deduktif).
  2. Paragraf Rampat. Pokok bahasan pada paragraf rampat terdapat pada bagian akhir setelah didahului dengan serangkaian rincin. paragraf rampat mengajak pembaca secara induktif menarik kesimpulan berdasarkan fakta atau pendapat yang diketengahkan sebelumnya.
  3. Paragraf Rincian. Jenis paragraf ini tidak mempunyai pernyataan pokok bahasan, tetapi seluruhnya terdiri atas pernyataan rincian. biasnya paragraf jenis ini tidak berdiri sendiri, melainkan sebagai lanjutan dari paragraf sebelumnya yang memiliki pokok bahasan.
  4. Paragraf tanya. Paragraf tanya di buka dengan pertnyaan, yang menunjuk kepada pokok bahasan yang akan dipaparkan, atau sebagai peralihan dari gagasan yang satu keberikutnya. pertnyaan di ajukan untuk membangkitkan keingintahuan pembaca. selanjutnya pertnyaan itu di jawab sendiri oleh penulis  melalui rincian-rincian berikutnya

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membuat paragraf, antara lain:
  1. Pengulangan kata sebagai perangkai. mengulang kata atau pokok karangan dari paragraf yang satu pada paragraf berikutnya merupakan cara yang baik umtuk memperpautkan sebagai paragraf dalam sebuah karangan. ketika pembaca beralih membaca dari paragraf yang satu ke paragraf berikutnya, ia diinginkan oleh kata yang diulang itu terhadap perkara yang di bacanya pada paragraf terdahulu. Dengan demikian gagasan paragraf yang sedang dibacanya tidak terlepas dari gagasan yang mendahuluinya.
  2. Kata Rangkai.cara lain untuk memperpautkan sebuah paragraf pada paragraf yang mendahuluinya ialah dengan menggunakan kata atau gugus kata rangkai pada awal kalimat pertamnya. kata atau gugus kata rangkai yang sering di pakai untuk memperpautkan paragraf, misalnya, anehnya, sementara itu, sebaliknya, namun, sebagaimana dikatakan di muka, sehubungan dengan hal itu.
  3. Kalimat sebagai perangkai. perangkai dapat pula berupa sebuah kalimat berdiri  sendiri sebagai paragraf, isinya dapat merupakan kesimpulan uraian sebelumnya.
  4. Paragraf sebagai perangkai. paragraf dapat pula berupa sebuah paragraf utuh atau pendek. paragraf seperti itu biasanya muncul pada saat pengarang mengakhiri satu bagian dari bahasannya dan hendak berpindah pada bahasan yang lain. cara menggunakannya dapat bermacam-macam. paragraf dapat berupa ringkasan perkara yang di bahas sebelumnya, satu atau beberapa contoh mengenai masalah yang telah dibahas, atau dapat pula memperkenalkan bahasan selanjutnya.