Home » » Hakikat Manusia Sebgai Makhluk Budaya

Hakikat Manusia Sebgai Makhluk Budaya

Hay gays mari berkunjung dihalaman ku yang dapat membantu anda untuk menyelesaikan tugas dari guru ataupun dosen anda, artikel ku membahas mengenai Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Budaya. seperti yang kita ketahui manusia adalah makhluk yang luar biasa, dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia mengaktivisasikan dirinya serta selalu berupaya untuk berkembang sesuai dengan kebutuhan hidupnya. nah silahkan dibaca semoga dapat membantu kawan smangat.

Hakikat manusia
manusia adalah makhluk yang luar biasa kompleks dan sempurna yang diciptakan oleh tuhan yang maha esa. tuhan membekali manusia dengan akal dan dipersiapkan untuk menerima bermacam-macam ilmu pengetahuan dan kepandaian, sehingga manusia dapat berkreasi (berdaya cipta) dan sanggup menguasai alam dan hewan (binatang) melalui proses interaksi. Pada tahap awal interaksi sosial manusia, manusia bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya agar manusia dapat mengalami pembelajaran mengenai ruang lingkup sekelilingnya, sehingga menyebabkan manusia mempunyai rasa ingin tahu dan merekapun harus memiliki ilmupengetahuan yang berlandaskan ketuhanan untuk memenuhi hasrat keinginan itu, ilmu tersebut dapat digunakan dalam kehidupannya, yaitu untuk memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik, dan mana yang merupakan hak dan mana yang merupakan kewajiban sehingga berbentuklah norma-norma  dalam masyarakat. Selain itu manusia merupakan paduan antara material (jasa/raga) dan makhluk spiritual (jiwa). Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya serta selalu berupaya untuk berkembang sesuai dengan kebutuhan hidupnya.Artinya manusia adalaha makhluk yang dinamis (selalu berkembang), bukan makhluk yang statis (tetap/tidak pernah berkembang. Jika pembicaraan mengarah kehakikat, maka berbicara mengenai hakikat manusia berarti membicarakan mengenai upaya manusia untuk mengenal dan mencari tahu siapa dirinya sesungguhnya. Proses pencarian jati diri (hakikat) manusia ini dapat digambarkan dalam contoh peristiwa-peristiwa sebagai berikut.
  1. Nabi ibrahim dan nabi musa dalam rangka mencari tuhan (proses pencarian siapa yang menciptakan dirinya).
  2. Plato yang selalu bertanya "siapakah diriku?" (proses pencarian siapa dirinya sesungguhnya).
  3. manusia sering bertanya "siapa saya sebenarnya?" dan "manakah saya sesungguhnya?" (proses pencarian jati diri).
kerika contoh pristiwa diatas merupakan gambaran dimana manusia berupaya mencari tahu hakikat dirinya. Manusia diciptakan dengan memiliki keunikan tersendiri, manusia hanya bisa menjadi dirinya dan itulah hakikat dirinya sebagai yang melekat dalam pribadinya sendiri. Ahli ilmu ekonomi mendefenisikan manusia makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan (homo economicus). Ahli ilmu sosiologi mendefinisikan manusia sebagai makhluk yang tidak dapat beridiri sendiri dan lain sebgainya. Terlepas dari pendefinisian tersebut, manusia tetap merupakan makhluk yang sangat kompleks. Sebagai makhluk yang kompleks manusia bisa dipandang secara segmental/parsial, misalnya sebgai berikut. 
  1.  Manusia sebabagai homo economicus, yaitu manusia makhluk ekonomi yang cenderung tidak pernah merasa puas dengan apa yang diperolehnya dan selalu berusha terus menerus dalam memenuhi kebutuhan (self interest).
  2. Manusia sebagai homo socius, yaitu makhluk yang selalu ingin berinteraksi dengan sesama/bergaul.
  3. Manusia sebagai homo hominis lupus, yaitu manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (maksudnya manusia merugikan/membuat kelicikan/kejahatan terhadap manusia lainnya).
  4. Manusia sebagai homo faber yaitu manusia sebagai makhluk bekerja yang mewujudkan dirinya dengan bekerja yakni beraktivitas untuk kemajuan hidupnya.
  5. Manusia sebgai zoon politicon yaitu manusia adalah makhluk sosial atau makhluk yang selalu ingin bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri sehingga membutuhkan keberadaan dan kehadiran manusia lainnya.

manusia memiliki daya indra (panca indra) dan daya rasa. panca indra adalah alat penghubung manusia dengan lingkungan sekitar/dunia luar. Dilihat dari sisi hakikatnya pula, manusia adalah makhluk alamiah yang terkait dengan lingkungan, serta memiliki sifat alamiah yang tunduk pada hukum alam. Misalnya manusia menciptakan mesin traktor untuk mempermudah pekerjaannya dalam membajak sawah (dalam hal ini, mesin diciptakan untuk memanfaatkan kondisi/keadaan lingkungan).

Hakikat manusia sebagai makhluk budaya
manusia merupakan salah satu makhluk ciptaan tuhan yang ada dipermukaan bumi. Artinya, manusia bukan satu-satunya makhluk ciptaan tuhan. Makluhk tuhan di dunia (bumi) terbagi menjadi empata macam dan memiliki sifat yang berbeda yaitu.
  1. Alam memiliki sifat wujud
  2. Tumbuhan memiliki sifat wujud fan hidup
  3. Binatang memiliki sifat wujud hidup, dan dbekali nafsu
  4. Manusia memiliki sifat wujud, hidup, dibekali nafsu, serta akal budi.
akal budi merupakan pemberian tuhan dan sekaligus potensi dalam diri manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Kita bahas yang pertama yakni akal, akal merupakan kemampuan berfikir manusia sebgai kodrat alamia yang diiliki untuk memecahkan masalah-maslaha hidup yang dihadapi. Berfikir akan membuat manusia menjadi aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan kualitas martabat hidupnya. Berfikir juga digunakan oleh manusia untuk untuk mengatasi berbagai macam permasalahan yang dihadapinya. Abram maslow seorang ahli psikologi berpendapat bahwa kebutuhan manusia dalam hidup dibagi menjadi lima tingkatan yaitu sebgai berikut.
  1.  kebutuhan fisiologis
  2.  kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan
  3.  kebutuhan sosial
  4.  kebutuhan akan penghargaan
  5.  kebutuhan akan aktualisasi diri.
kebutuhan ini meliputi kebutuhan untuk memaksimalkan penggunaan potensi, kemampuan, bakat, kreativitas, ekspresi diri, prestasi, dan sebgainya.


Hierarki kebutuhan manusia menurut maslow
Hierarki kebutuhan manusia menurut maslow
 berdasarkan hierarki kebutuhan tersebut di atas, menuturut maslow kebutuhan manusia pertama-tama diawali dari kebutuhan fisiologis atau kebutuhan yang paling mendesak, kemudian secara bertahap beralih kekebutuhan tingkat diatasnya sampai tingkatan yaitu kebutuhan aktualisasi diri.

Demikianlah artikel ku yang membahas hakikat manusia sebagai makhluk budaya semoga bermanfaat kawan. terimakasih
a