Nilai Dan Norma Sosial

Dalam kehiduppan masyarakat, Nilai dan Norma  Sosial memiliki peranan penting karena berfungsi untuk mengatur tata kehidupan setiap anggota masyarakat sebagi makhluk sosial. Dengan begitu, dalam masyarakat akan tercapai suatu bentuk keteraturan yang berlandasan pada sistem budaya masing-masing. Nilai dan Norma Sosial mempunyai kedudukan penting, dalam masyarakat. Oleh karena itu, nilai dan norma harus dijunjung tinggi, dibina, dan dipertahankan, sehingga keberadaannya tidak diremehkan  dan terancam musnah. Apabila nilai dan norma sosial tersebut sudah diberrlakukan dengan baik, kehidupan masyarakat akan teratur dan lebih terkendali sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Untuk mempertahankan Nilai dan Norma Sosial didalam masyarakat, setiap individu harus memahami nialai dan norma sosial tersebut kemudian melaksanakan dan mematuhinya sehingga keteraturan didalam masyarakat akan terwujud. dengan demikian, setiap perilaku manusia harus dikendalikan oelh Nilai dan Norma Sosial.

1. Nilai sosial

a. Pengertian nilai sosial

Di bawah  ini adalah beberapa pengertian nilai sosial menurut para ahli

1). Wooda
     Nilai sosial merupakan petunjuk umum dan mengarah pada tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari
2). Young
     Nilai sosial merupakan asumsi-asumsi a yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.
3). Green
     Nilai sosial sebagi kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek, ide dan orang-perorangan.
4). Robert M.Z Lawang
     Nilai sosial adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, yang berharga yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu.

Dalam pengertian sehari-hari nilai merupakan harga atau ukuran. Misalnya, nilai ekonomis sebuah mobil, diartikan sebagai harga sebuah mobil yang dapat ditukar dengan uang. Dalam sosiologi, Nilai bukan ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang nyata, karena nilai dalam sosiologi merupakan sesuatu yang abstrak. Misalnya, nilai saling menghormati dan menepati janji merupakan sesuatu yang bernilai atau dianggap baik dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu,nilai sosial dapat diartikan sebagai sesuatu yang baik, yang diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang baik, berniali atau berharga.


b. Jenis-jenis nilai dalam masyarakat


Prof. Dr. Notonegoro membagi nilai dalam tiga jenis, yaitu nilai material, vital, dan spiritual.
1) Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan masyarakat. Misalnya, makanan, minuman dan pakaian yang berguna untuk menjaga kesehatan.
2) Nilai vvital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan mengadakan kegiatan sehari-hari. Misalnya, buku dan alat tulis bagi seorang siswa.
3) Nilai spiritual segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai ini dibagi menjadi empat jenis , yaitu sebagai berikut.
  • Nilai keindahan (Estetika), 
  • Nilai keagamaan (Religius)
  • NIlai kebenaran merupakan nilai yang bersumber dari akal manusia, Ukuran benar atau salahnya berdasarkan penilaian manusia.
  • Nilai norma merupakan nilai yang didasarkan pada keinginan manusia terhadap sesuatu yang baik dan buruk. Misalnya, mencuri merupakan perilaku yang buruk.
c. Ciri-ciri nilai sosial

Ciri-ciri nilai sosial, adalah sebagai berikut.
  1. Dipelajari melalui sosialisasi.
  2. Disebarkan dari individu satu keindividu lain, yang merupakan warga masyarakat.
  3. Merupakan hasi interaksi antar warga masyarakat.
  4. Mempengaruhi perkembangan diri seseorang.
  5. Pengaruh dari nilai tersebut berbeda pada setiap anggota masyarakat.
  6. Berbeda antara kebudayaan yang satu dan krbudayaan yang lain.
  7. Merupakan bagian dari usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya.
  8. Cenderung berkaitan antara yang satu dan yang lain dan membentuk kesatuan nilai.
2. Norma Sosial

a.  Pengertian Norma

Norma sosial merupakan ketentuan yang berisi perintah maupun larangan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama. Norma bertujuan untuk mengatur setiap tindakan warga masyarakat sehingga ketertiban dan keamanan dapat tercapai. Menurut Robert M.Z. Lawang, Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu. Norma menjadi ukuran perilaku dan pedoman yang harus di taati seseorang sebagai warga masyarakat.

b. Macam-macam norma 

Norma dibedakan dalam empat pengertian, yaitu sebagai berikut.
  1. Cara (usage) merupakan bentuk perbuatan yang menonjol dalam hubungan antar individu.
  2. Kebiasaan (folkways) mempunyai kekuatan yang lebih mengikat dari pada cara. Kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama.
  3. Tata kelakuan merupakan sifat-sifat yang hidup dalam kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas, secara sadar atau tidak sadar terhafap anggota-nggotanya Tata kelakuan disatu pihak memaksakan perbuatan, dilain pihak melarangnya. Artinya menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatannya dengan tata kelakuan.
  4. Adat istiadat merupakan pola-pola perilaku yang diakui sebagi hal yang baik dan dijadikan hukum tidak tertulis dengan sanksi yang berat.
Dalam kehidupan sehari-hari Terdapat lima macam norma pokok. yaitu sebagai berikut.
  1. Norma agama merupakan norma yang berhubungan dengan agama, didalamnya terdapat petunjuk hidup yang berasal dari tuhan bagi umatnya.
  2. Norma kelaziman merupakan aturan yang berhubungan dengan kebiasaan masyarakat yang umumnya dilakukan, karena kebiasaan itu dianggap baik dan sopan.
  3. Norma kesusilaan berupa perintah yang datang dari hati nurani, merupkan aturan yang berhubungan dengan perbuatan baik dan buruk yang datang dari dalam hati nurani.
  4. Norma kesopanan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari dan merupakan atuaran hidup dari pergaulan sekelompok  masyarakat. Artinya, dalam norma ini terdapat aturan bagaimana seharunsnya kita bertingkah laku.
  5. Norma hukum merupakan hukum resmi yang berlaku dalam masyarakat pada suatu negara yang diakui oleh pemerintah.
Gambar
Wujud nilai dan norma sosial

Faktor-Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Interaksi sosial yang kelihatan sederhana, sebetulnya suatu proses yang rumit dan kompleks, karena melibatkan Faktor psikologis pada diri seseorang untuk menanggapi atau merespon perasaan orang lain.
Menurut Soerjono Soekanto, minimal ada empat Faktor pendorong terjadinya interaksi sosial dalam masyarakat, yaitu imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati.

Gambar
Interaksi sosial

a. Imitasi 

Imitasi adalah proses peniruan tingkah laku orang lain untuk di terapkan pada diri seseorang yang meniru proses tersebut. Imitasi merupakan unsur tunggal dari segenap kehidupan sosial dalam eujud hubungan antara dua orang yang bersifat meniru dan saling mengikuti. Imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial, dan mempunyai nilai positif karena dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah, nilai serta norma yang berlaku dalam masyarakat. Akan tetapi imitasi, juga mempunyai segi negatif karena, jika yang di tiru adalah tindakan menyimpang.

b. Sugesti

Sugesti adalah suatu pendapat, saran, pandangan atau sikap yang diberikan seseorang kepada orang lain dan diterima tanpa disertai daya kritik. pada umumnya sugesti diperoleh dari hal-hal berikut.
  1. Orang yang berwibawa atau mempunyai karisma, seperti ulama, pemimpin negara, kyai, dai, orang tua atau cendekiawan.
  2. Orang-orang yang mempunyai kedudukan tinggi, seperti presiden, wakil presiden, panglima TNI, kasad, kasau, kasal, gubernur, dan bupati.
  3. Kelompok selebriti, seperti artis film, penyanyi, dan penari.
  4. Iklan dimedia massa, baik cetak maupun eletronik.
  5. Kelompok mayoritas atau yang berkuasa terhadap kelompok minoritas atau yang dikuasai.
Seorang dengan mudah tersugesti dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut.
  1. Ia sedang dilanda emosi sehingga menghambat daya nalarnya secara rasional.
  2. Kemampuan berpikir seseorang terpecah belah dan tidak berkonsentrasi.
  3. Pemberi sugesti mempunyai kekuasaan atau wewenang untuk menyampaikan saran atau pendapat kepada orang lain.
  4. Dukungan mayoritas dari orang-orang disekitarnya.
  5. Adanya dukungan pendapat dari orang-orang disekitarnya kepada orang yang ragu-ragu.
 c. Identifikasi

Identivikasi adalah suatu kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan). Identifikasi mempunyai sifat lebih mendalam dari pada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat  terbentuk melalui proses ini. Proses identifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya (secara tidak sadar) maupun dengan disengaja, karena sering kali seseorang memerlukan tipe-tipe ideal tertentu dalam proses kehidupannya.
Proses identifiksi mempunyai proses yang lebih kuat dan mendalam jika dibandingkan dengan imitasi, dan sugesti, sebab seseorang merassa ingin belajar dari tokoh yang menjadi idolanya,yang dihotmati, dan dikaguminya. Ia menganggap kedudukan dan kemampuan orang yang diidolakannya lebih tinggi sehingga dapat dijadikan penuntun atau teladan.


d. Simpati


Simpati adalah suatu proses di mana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Dalam proses ini perasaan seseorang memegang perananan sangat penting karena ia merasakan bahwa dirinya seolah-olah berada dalam keadaan yang dialami orang lain dan merasakan apa yang dilakukan bahkan diderita orang lain. Pada simpati, terjadi interaksi sosial yang bercorak kasih sayang dan keinginan untuk memahami orang lain, merasa tertarik pada orang lain, dan bersedia mengadakan kerja sama.

Pengertian Interaksi Sosial

Selain karena faktor kebutuhan yang timbul dari dalam dirinya yang tercakup dalam kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial dan kebutuhan integratif,manusia juga selalu mempunyai naluri untuk selalu hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. Hal ini disebut dengan naluri gregatiousness. Dengan demikian, faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup bersama dengan orang lain adalah sebagai berikut.

a. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
b. Dorongan untuk mempertahankan diri.
c. Dorongan untuk meneruskan generasi atau keturunan.
d. Dorongan untuk hidup bersama yang diwujudkan dalam bentuk
    1). hasrat untuk menjadi satu dengan manusia dan sekelilingnya, dan
    2). hasrat untuk menjadi satu dengan suasana alam di sekitarnya

Upaya manusia falam rangka memenuhi kebutuhan mendasar, sosial dan inntegratif dilakukan melalui suatu proses yang disebut dengan interaksi sosial. Menurut Kinball Young dan Raymond W. Mack, interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial. Oleh karena itu, tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Menurut Gillin dan Gillin, Interaksi sosial adalah suatu hubungan sosial yang dinamis antara orang perorangan, antara individu dan kelompok manusia, dan antar kelompok manusia. Dari pengertian tersebut, kita dapat membedakan pola-pola interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari yaitu dalam wujud sebagai berikut.

a. Interaksi Sosial Antarindividu

Apabila dua individu bertemu, proses interaksi pun dimulai pada saat mereka saling menegur, berjabar-tangan, dan berkomunikasi. Walau pun dua individu yang bertatap muka itu tidak saling mengadakan aktivitas. Sebenarnya interaksi sosial telah terjadi karena masing-masing pihak sadar akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan perasaan dan syraf orang-orang yang bersangkutan.

b. Interaksi Sosial antara Individu dan Kelompok

Wujud interaksi sosial semacam ini dapat ditunjukkan pada contoh seorang guru yang mengadakan kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas. Pada tahap awal, guru mencoba menguasai kelasnya sehingga proses interaksi sosial akan berlangsung dan berjalan seimbang antara guru dan kelompok siswa.

c. Interaksi sosial antarkelompok manusia

Bentuk interaksi semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan individu dalam kelompok merupakan suatu kesatuan dan berhubungan dengan individu dalam kelompok lain.
Misalnnya, antara dua keluarga yang sebelumnya belum saling mengenal, kemudian dua keluarga tersebut menjadi sutu keluarga besar setelah menjalin suatu ikatan perkawinan diantara dua keluarga tersebut.
Dari bentuk pola-pola interaksi di atas, dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
  • Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
  • Adanya komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol-simbol atau lambang.
  • Adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
  • Adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil-hasil interaksi sosial tersebut
Gambar
Interaksi sosial

Metode Ilmiah Dari Antropologi

Metode ilmiah adalah semua cara yang dapat digunakan dalam ilmu pengetahuan untuk mencapai kesatuan pengatahuan. jadi, Metode ilmiah dari antropologi adalah Semua cara yang dapat digunakan untuk mencapai suatu kesatuan pengatahuan. Kesatuan pengetahuan itu dapat dicapai melalui tiga tingkat, yaitu pengumpulan fakta, penemuan ciri-ciri umum dan sistem, serta verivikasi.

1). Pengumpulan Fakta

Pada tingkat ini, pengumpulan fakta yang diperoleh mengenai kejadian gejala masyarakat dan kebudayaan diolah secara ilimiah. Dalam kenyataan, Aktivitas pengumpulan fakta terdiri dari berbagai metode, yaitu metode observasi, mencatat, dan penelitian dalam perpustakaan.

2). Penentuan Ciri-ciri Umum dan Sistem

Tingkat ini merupakan tinkatan  dalam cara berfikir ilmiah yang bertujuan untuk menentukan ciri-ciri umum dan sistem dalam himpunan fakta yang dikumpulkan dalam suatu penelitian. Dalam ilmu antropologi, proses berfikir secarah ilmiah ini menimbulkan metode-metode yang hendak mencari ciri-ciri yang samadan umum pada berbagai fakta dalam kehidupan masyarakat dan kebudayaan umat manusia. Proses berfikir disini dilakukan secara induktif, yaitu dari prngrtahuan tentang peristiwa-peristiwa dan fakta-fakta yang khusus dan konkret ke arah konsep-konsep mengenai ciri-ciri umm yang lebih abstrak. dengan demikian pengetahuan antropologi bersifat "pengertian" mengenai kehidupan masyarakat tertentu.

3). Verifikasi

Metode untuk melaksanakan metode verifikasi atau pengujuian dalam kenyataan terdiri dari cara-cara yang harus dilakukan agar "pengertian" yang telah dicapai dalam kenyataannya semakin kuat. Oleh karena itu, digunakanlah metode verivikasi yang bersifat kualitatif.
Dalam pendekatan kualitatif ini, fenomena atau peristiwanya adalah suatu totalitas atau keseluruhan. Penelitian kualitatif bersifat keseluruhan. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif analitif karena disusun secara sistematis dan menyeluruh. Berdasarkan tempat penelitian, penelitian dilakukan di lapangan atau field work, sedangkan metode pengumpulan datanya dilakukan dengan tekhnik observasi,  dan wawancara yang mendalam sehingga data yang diperoleh merupakan data primer. Setelah terkumpul, data tersebut kemudian diklasifikasikan (metode klasifikasi) dan untuk mencari ciri-ciri umumnya digunakanlah metode komparasi sebagai langkah menguji.

Organisasi Sosial

Hallo gays kali ini kami membahasa mengenai Ciri-ciri Organisasi sosial, adapun ciri-ciri organisasi yaitu :
  1. Bersifat langgeng,
  2. Memiliki identitas kolektif tegas,
  3. Memiliki daftar anggota yang terperinci,
  4. Memiliki program kegiatan yang terus-menerus diarahkan pada pencapaian tujuan yang jelas, dan
  5. Memiliki prosedur untuk menerima anggota baru serta mengeluarkan anggota lama.
Organisasi soial dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai organisasi formal dan informal.

a. Organisasi Formal.

Menurut William Kornblum, organisasi formal merupakan organisasi yang memiliki seperangkat norma, status, peran yang jelas dan didalamnnya terdapat peraturan tertulis yang mengatur hubungan antaranggotanya. Contoh, OSIS, PMR, Pramuka, HMI, dan TNI.

b. Organisasi Informal

Menurut William Kornblum, Organisasi informal adalah kelompok yang memiliki kesempatan tentangg norma dan status, tetapi kesepakatan ini tidak tertulis, contohnya adalah keluarga.

Berdasarkan besar kecilnya jumlah anggota, organisasi sosial dibagi menjadi empat, yaitu organisasi kecil, sedang, besar, dan raksasa.
  1. Organisasi kecil, Merupakan organisasi yang anggotanya dapat berinteraksi langsung, jumlah anggotanya paling banyak 30 orang.
  2. Organisasi sedang, merupakan organisasi yang tidak terlalu besar untuk memungkinkan perkembangan hubungan antara setiap padang anggota. Anggota tetap cukup kecil, sehingga orang-orang penting dapat berinteraksi secara langsung dengan semua yang lain, Jumlah anggotanya paling banyak 100 orang.
  3. Organisasi besar, setiap anggotanya tidak dapat berinteraksi langsung,tetapi sebagian besar dapat dikumpulkan dalam suatu tempat dalam suatu kurun waktu tertentu. Jumlahnya kurang lebih 5000 orang.
  4. Organisasi raksasa, organisasi yang memiliki anggota sangat banyak , sehingga tidak mungkin dapat dikumpulkan. Mereka menyebar dimana-mana sehingga tidak memungkinkan untuk mempunyai hubungan dengan semua orang.

Arti Dan Definisi Antropologi

Secara harfiah antropologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu anthropos berarti manusia dan logos berarti studi. Jadi antropologi merupakan suatu disiplin yang berdasarkan rasa ingin tahu yang tiada hentinya tentang umat manusia. Antropologi merupakan ilmu yang masih muda usianya dan baru lahir di tengah dunia ilmu pengetahuan pada pertengahan abad ke-19.

Pada saat itu pembahasan antropologi lebih di khususkan pada pengertian tentang manusia dan perilaku manusia yang berdiam di suatu tempat yang disebut dengan suku bangsa. Awalnya antropologi mengkaji masyarakat yang masih sederhana atau masyarakat primitif, seperti di daerah pedalaman atau suku bangsa terasing. selanjutnya, antropologi mulai mengkaji masyarakat modern di perkotaan, seperti masalah kemiskinan, gaya hidup modern, dan masalah lain yang berhubungan dengan perubahan budaya.

Antropologi mempelajari manusia sebagai totalitas. Artinya, antropologi mempelajari aneka ragam manusia atau masyarakat serta kebudayaan dimasa lampau dan masa sekarang, sejarah pertumbuhannya, bentuk kebudayaan serta lenyapnya suatu masyarakat beserta kebudayaannya. Dengan kata lain antropologi menelaah manusia dari seluruh segi kehidupannya tanpa membatasi tempat dan waktu.

Ilmu antropoli memperlihatkan lima masalah mengenai makhluk manusia, yaitu sebagai berikut.
  1. Masalah perkembangan manusia sebagai makhluk biologis.
  2. Masalah sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya.
  3. Masalah sejara asal perkembangan,serta penyebaran berbagai macam bahasa di dunia.
  4. Masalah persebaran dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia seluruh dunia.
  5. Masalah dasar-dasar dan aneka warna kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat dan suku-suku bangsa yang tersebar diseluruh dunia pada masa sekarang ini.
Sebagai ilmu yang memiliki cakupan yang luas, kajian antropologi dapat dibedakan dalam dua golongan besar, yaitu sebagai berikut

1). Antropologi fisik

Antropologi fisik merupakan cabang antropologi yang menyelidiki manusia sebagai makhluk biologis. Antropologi fisik atau ragawi ini berkenaan dengan manusia sebagai makhluk yang memiliki asal usulnya, perkembangan organik, struktur serta kelompoknya (ras).
Antropologi fisik atau ragawi terbagi menjadi dua yaitu sebagai berikut.
  1. Paleontropologi, yaitu cabang antropologi yang mengkaji asal usul manusia dan terjadinya evolusi manusia.
  2. Somatologi, yaitu cabang antropologi yang mencoba mencapai pengertian tentang terjadinya aneka warna manusia dipandang dari segi ciri-ciri fisiknya.
2).  Antropologi Budaya

Antropologi budaya mempelajari segi-segi kebudayaan manusia atau merupakan cabang antropologi yang khusus mempelajari pola kehidupan masyarakat.
Antropologi budaya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
  1. Arkeologi, yaitu ilmu yang mengkaji penemuan-penemuan peninggalan kebudayaan dan fosil-fosil purba.
  2. Antropologi linguistik, yaitu mempelajari bahasa-bahasa sebagai suku bangsa didunia.
  3. Antropologi sosial, yaitu mempelajari tingkah laku sosial dalam bentuk yang sudah terlembagakan seperti tata cara hukum, organisasi politik, kultur keagamaan, keluarga dan sistem kekerabatan.
Jadi manusia dan kebudayaan merupakan objek antropologi, sedangkan pembahasannya menyangkut seluruh cara hidup manusia, baik masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan, baik masyarakat sederhana maupun moderen.

Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari pengaruh orang lain. selama manusia hidup ia tidak akan lepas dari pengaruh Masyarakat, di rumah, di sekolah, dan dilingkungan yang lebih besar manusia tidak akan lepas dari pengaruh orang lain. Oleh karena itu manusia dikatakan makhuk sosial, yaitu makhluk yang didalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain.
Perilaku manusia dipengaruhi oleh orang lain, ia melakukan sesuatu dipengruhi faktor dari luar dirinya, seperti tunduk pada aturan, tunduk pada norma masyarakat, dan keinginan mendapat resfon positif dari orang lain (pujian).

Manusia dikatakan dikatakan sebagai makhluk sosial, juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain, Ada kebutuhan sosial (sosial need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain. Manusia mempunyai kebtuhan untuk mencari kawan atau teman. Kebutuhan untuk berteman biasany didasari atas kesamaan ciri atau kepentingannya masing-masing. Misalnya, orang kaya cenderung berteman lagi dengan orang kaya. orang yanb berprofesi sebagai artis cenderung untuk mencari teman sesama artis. Dengan demikian akan terbentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat  yang didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan.

Manusia dikatakan juga sebagai makhluk sosial, karena manusia tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup ditengah-tengah manusia. ia tidak bisa mempertahan kan hidupnya tanpa bantuan orang lain. Mulai dari lahir sampai meninggal manusia akan selalu butuh bantuan manusia lain. Tanpa bantuan manusia lain, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa makan menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mngembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

Apa yang terjadi bila seseorang tidak berinteraksi dengan manusia? Seseorang yang tidak hidup dengan manusia lain, tidak akan dapat berinteraksi dengan orang lain. Hal ini terungkap dari kasus anak-anak yang ditemukan dalam keadaan terlantar (feral children). Ada kisah yaitu seorang anak laki-laki berusia sekitar 11-12 tahun yang apda tahun 1900 ditemukan di desa Sain-serin, Perancis, dan kasus gadis, berusia tiga belas tahun di California. Amerika serikat yang disekap ayahnya dalam gudang gelap sejak berumur satu setengah tahun; Light, Keller dan Calhoun (1989) mengisahkan kasus anna yang semenjak bayi dikurung ibunya dalam gudang selama lima tahun.

Dari kasus-kasus yang ditemukan terungkap bahwa anak-anak yang ditemukan tersebut tidak berperilaku seperti manusia, mereka tidak dapat berpakaian, buang air besar dan kecil dengan tertib, atau berbicara, Anna tidak dapat makan sendiri atau mengunyah, juga tidak dapat tertawa atau menangis. Gennie tidak dapat berdiri tegak. Setelah berkomunikasi dengan masyarakat lambat laun anak-anak ini dapat mempelajari beberapa diantara kemampuan yang dimiliki manusia sebaya mereka, namun mereka tidak pernah tersosialisai secara wajar dan cenderung meninggal diusia muda.

Karen manusia sebagai makhluk sosial, mereka berinteraksi dengan yang lain. Tidak selamanya interaksi itu berjalan dengan baik, terkadang menimbulkan hal-hal lain yang negatif. dalam hubungan antar anggota atau kelompok masyarakat, kita sering dihadapkan dengan perbedaan-perbedaan. Misalnya, orang jawa memiliki kebiasaan dan sifat-sifat yang khas, berbeda dengan orang sunda, Batak, Ambon ,Padang, dan yang lain juga begitu. terkadang ada sikap negatif yang ditunjukkan oleh satu kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat lainnya. Sikap khas yang sering ditampilkan itu disebut prasangka (predjudice). Prasangka (prejudicee) merupakan suatu istilah yang mempunyai berbagai makna. Namun dalam kaitannya dengan hubungan antar kelompok, istilah ini mengacu pada sikap permusuhan yang ditunjukkan oleh suatu kelompok tertentu, atas dasar dugaan bahwa kelompok, tersebut mempunyai ciri-ciri yang tidak menyenangkan. Sikap ini dinamakan prasangka, sebab dugaan yang dianut oleh orang yang berprasangka tidak didasari dengan pengetahuan, pengalaman ataupun bukti-bukti yang tidak memadai.

Pandangan pria bahwa wanita lebih banyak emosi dan kurang rasio, Pandangan orang kulit putih di daerah selatan Amerika serikat bahwa orang kulit hitam adalah orang-orang yangtidak tau diri  dan yang bertekad untuk menyaingi karyawan kulit putih  serta memperkosa wanita kulit putih, pandangan dikalangan orang Tionghoa di Semarang bahwa mereka lebih cerdas dari pada orang Indonesia (Willmott, 1970), Pandangan di kalangan orang Sunda bahwa orang Batak kasar dan agresif (Bruner, 1974) merupakan contoh-contoh mengenai prasangka antar kelompok.

Orang yang berprasangka bersifat tidak rasional dan berada dibawah sadar sehingga sukar diubah meskipun orang yang berprasangka tersebut dibaeri penyuluhan, pendidikan atau bukti-bukti yang menyangkal kebenaran prasangka yang dianut.
Dapat disimpulkan bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena beberapa alasan, sebagai berikut:
Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
Perilaku manusia mengharapkan penilaian dari orang lain.
Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
sekian, semoga bermanfaat.

Metode dalam sosiologi

Sosiologi dalam mempelajari objeknya yaitu masyarakat, mempumyai cara kerja atau Metode. Pada dasarnya terdapat dua Metode atau cara kerja, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.

1). Metode Kualitatif

Metode kualitatif merupakan metode yang mengutamakan bahan yang sukar diukur dengan angka-angka ayau ukuran-ukuran lain hyang bersifat eksak walaupun bahan-bahan tersebut terdapat secara nyata dalam masyarakat. Metode ini dalam bahasa jerman dinamakan metode verstehen (mengerti atau memahami). Metode yang termasuk dalam metode kualitatif adalah sebagai berikut.
  • Metode Historis, merupakan metode yang mempergunakan analisis atau penyelidikan atas peristiwa masa lampau  uang kemudian dirumuskan menjadi prinsip-prinsip umum. Contoh, seseorang yang akan menyelidiki akibat-akibat dari revolusi (secara rumus) akan menggunakan bahan-bahan sejarah untuk meneliti Revolusi-revolusi penting yang terjadi pada masa lampau.
  • Metode komperatif, Merupakan metode perbandingan antara berbagai macam masyarakat serta segala bidangnya untuk memperoleh persamaan-persamaan, perbedaan-perbedaan, dan sebab-sebabnya. persamaan dan perbedaan tersebut tujuannya untuk mendapatkan petunjuk mengenai perilaku masyarakat pada masa lampau dan masa sekarang, serta mengenai masyarakat-masyarakat yang mempunyai tingkat peradaban yang berbeda atau sama. Metode ini biasanya dikombinasikan dengan metode sejarah sehingga menjadi metode historis.
2). Metode Kuantitatif

Metode ini merupakan metode yang mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka, sehingga fakta-fakta sosial yang diteliti di ukur dengan skala indeks, tabel dan formula atau rumu yang sedikit menggunakan matematika. Metode yang termasuk kedalam metode ini adalah sebagai berikut.
  • Metode statistik, bertujuan menjelaskan gejala-gejala sosial secara sistematis.
  • Metode sosiometri, menggunakan skala-skala dan angka-angka untuk mempelajari hubungan antar manusia dalam masyarakat.
Menurut Soerjono Soekanto, ada beberapa metode sosiologi berdasarkan penjenisan, yaitu
  1. Metode deduktif adalah metode yang menggunakan proses berpikir bermula dari pernyataan-pernyataan umum (premis mayor) kepernyataan yang bersifat khusus (premi minor).
  2. Metode induktif adalah metode yang menggunakan proses berpikir bermula dari pengamatan terhadap kejadian khusus kemudian di tarik kesimpulan secara umum.
  3. Metode empiris adalah metode yang menyandarkan pada keadaan-keadaan yang dengan nyata di peroleh dalam masyarakat
  4. Metode rasionalistis adalah metode yang mengutamakan pemikiran dengan logika dan pikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah masyarakat. 
Selain dari metode-metode yang telah diuraikan di atas, sosiologi juga sering menggunakan metode fungsionalisme yang bertujuan untuk meneliti kegunaan-kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat. Dasar metode ini adalah bahwa unsur-unsur yang membentuk masyarakat mempunyai hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi, setiap unsur mempunyai fungsi tersendiri dalam masyrakat.

Dalam penerapannya metode-metode dalam sosiologi memiliki keterbatasan
yaitu sebagai berikut.
  1. Permasalahan yang dalam masyarakat sangat rumit.
  2. Kesukaran dalam pengamatan karna objek kajiannya bersifat subjektif.
  3. Kesukaran dalam replikasi, Artinya Karena gejala sosial tidak mungkin terulang dalam bentuk yang persis sama sehingga pengamatan harus benar-benar teliti.
  4. Hubungan timbal balik antara pengamat dan objek kajian. Objek kajian sering kali dapat mempengaruhi subjektifitas si pengamat.
  5. Kesukaran dalam pengendalian objek pengamatan , karena manusia pada dasarnya adalah makhluk unik.
  6. Kesukaran dalam masalah pengukuran, Karena ilmu sosial tidak sama dengan ilmu alam yang serba pasti.
Jadi, seorang sosiolog dengan pola yang digunakannya berupaya menemukan persamaan atau perbedaan dari hal-hal yang selalu terjadi di masyarakat atau berusaha mencari pola dari hal-hal yang kelihatannya tidak bersturan kemudian melakukan pengamatan.
Sebelum melakukan observasi, peneliti terlebih dahulu mengusahakan hipotesis, yaitu pengamatan sementara tentang hubungan antara hal-hal yang terjadi kemudian dilakukan pembuktian terhadap hipotesis tersebut sehingga memperoleh sebuah teori.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sosiologi sebagai metode berarti cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial dan budaya yang ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Demikian, semoga bermanfaat ;)

Hubungan sosiologi dan ilmu-ilmu lain

Sosiologi bukanlah merupakan ilmu yang berdisi sendiri. Dalam teori dan prakteknya, sosiologi juga mempunyai keterkaitan dengan ilmu-ilmu yang lain, seperti sejarah, ekonomi, ilmu politik, hukum, antropologi, dan psikologi.

1). Sosiologi dan Sejarah

Kedua ilmu ini termasuk dalam ruang lingkup ilmu sosial yang menyoroti tindakan manusia dan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masyarakat. Sejarah menyoroti terutama pada peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Sejarawan menyoroti hal-hal yang unik saja yang dimiliki oleh masing-masing peristiwa, sedangkan sosiologi menyoroti peristiwa secara menyeluruh. Artinya, sejarah menyoroti pebedan-perbedan yang ada pada peristiwa-peristiwa yang sama, sedangkan, sosiologi menyoroti persamaan-persamaan ada pada peristiwa-peristiwa yang berbeda. Contoh, sejarawan menyoroti Perang Dunia I dan Perang Dunia II, dan perang lainya yang terjadi pada waktu yang berbeda. Sosiologi dalam hal ini menyoroti tidak pada masing-masing perang yang terjadi tetapi lebih kepada perang itu sendiri secara keseluruhan dimana perang dianggap sebagai fenomena sosial, yaitu sebagai salah satu jenis konflik yang terjadi di antara kelompok sosial


2). Ekonomi, Ilmu Politik, Hukum dan Sosiologi


Ekonomi merupakan ilmu yang menyelidiki semua fenomina yang berhubungan dengan usaha, produksi, konsumsi dan distribusi sumber daya. Ilmu politik meniliti tentang pemerintahan dan menjelaskan kompleksitas pemerintahan, sedangkan ilmu hukum mengkhususkan  diri untuk mempelajari hukum, sifat, dasar, dan perubahan-perubahannya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu-ilmu ini membatasi penelitiannya hanya pada peristiwa dan pengalaman-pengalam tertentu, berbeda dengan sosiologi yang tidak terbatas pada satu jenis peristiwa saja.

3). Psikologi dan Sosiologi

Psikologi merupakan ilmu tentang perilaku. Ilmu ini mengkhususkan terutama pada manusia sebagai individu. Psikologi menyoroti kecerdasan, ilmu, ingatan yang dimiliki manusia, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan manusia sebagai makhluk individu. Sebaliknya sosiologi tidak menyoroti individu secara utama, tetapi lebing menyoroti kelompok dimana individu tersebut menjadi anggotanya dan lingkungan masyarakat tempat ia tinggal. Selain itu, sposiologi tidak menyoroti perilaku individu secara khusus tapi pada bentuk dan struktur sosial di mana perilaku tersebut terdapat di dalamnya.

4). Antropologi dan Sosiologi

Antropologi merupakan ilmu lain yang dekat dengan sosiologi. Keduanya mengkhususkan dirinya pada msyarakat manusia. Tapipada dasarnya antropologi secara lamgsung memberikan perhatian terutama pada masyarakat yang anggotanya belum dapat membaca, mennulis atau masyarakat yang masih primitif. Dalam mempelajari masyarakat, para antropolog meneliti tidak hanya bentuk-bentuk organisasi sosial dan hubungan sosial di mana hal tersebuut merupakan bidang yang diteliti oleh sosiolog. Antropolog juga meneliti ekonomi, agama, pemerintahan, bahas, legenda, adat istiadat, juga meneliti kepribadian yang dimiliki manusia dalam masyarakat. Berbeda dengan antropolog, sosiolog membatasi dirinya pada masyarakat yang sudah beradab, yang sudah dapat membaca dan menulis. Sosiolog tidak mempelajari ekonomi, agama, pemerintahan, bahasa, sastra yang ada di masyarakat, tetapi lebih kepada organisasi sosial, struktur sosial, di mana didalamnya berbagai fenomena sosial terjadi.


Demikian, semoga bermanfaat, terimakasih. ;)

Definisi Sosiologi Menurut Para Ahli

"Sosiologi"lahir dari seorang ahli filsafat bangsa prancis bernama Auguste Comte (1798-1857), sejak itulah Istilah Sosiologi, dikenal dan terus mengalami perkembangan sampai saat ini. 
Berikut beberapa devinisi sosiologi menurut para ahli sesuai dengan sudut pandang masing-masing.

1). Auguste Comte
Sosiologi meupakan ilmu positiftentang masyarakat, artinya sosiologi merupakan suatu studi ilmiah tentang masyarakat.

2). Emile Durkheim
Sosiologi merupakan ilmu-ilmu yang mempelajari lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses sosial.

3). Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berusaha memberikan pengertian tentang tindakan-tindakan sosial, dan juga penjelasannya secara kausal (timbal balik) mengenai arah dan konsekuensi dari tindakan sosial tersebut.

4). Pitirim A. Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut.
  • Hubungan dan pengruh timbal balik antara gejala-gejala sosial, misalnya antara ekonomi dan agama serta keluarga dan moral
  • Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala-gejala nonsosial. Misalnya, antara gejala sosial dan dan biologis atau Geografis.
  • Ciri-ciri umum dari semua jenis gejala-gejala sosial
5). Roucek dan Werren
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam
kelompok-kelompok.

6).Soerjono Soekanto
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum daripadanya.

7). Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jaringan antara unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok, serta lapisan-lapisan sosial, sedangkan proses-proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai seni kehidupan bersama, misalnya antara kehidupan ekonomi dan politik.

8). William F. Ogburn dan meyer F. Nimkoff
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu Organisasi sosial. 


Demikianlah Beberapa definisi sosiologi menurut para ahli, semoga bermanfat dan dapat menambah wawasan teman-teman.

Sifat Dasar Sosiologi

"Sosiologi" berasal dari kata latin "socios" yang berarti "kawan" dan kata yunani "logos" yang berarti "kata atau "berbicara". Jadi, sosiologi artinya "berbicara mengenai masyarakat". Sosiologi lahir ketika karya Comte yang berjudul Course of Positive Philosophy terbit pada tahun 1842. Kemudian pada tahun 1874 di Inggris Herbert Spencer menerbitkan karyanya yang berjudul principles sociology. Dalam bukunya tersebut, spencer mengembangkan sistem penelitian masyarakat, dan istila sosiologi pun semakin populer dan berkembang pada abad 20 terutama di Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat.


Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, memiliki sifat dasar, yaitu sebagai berikut.

  1. Sosiologi adalah suatau ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian.
  2. Sosiologi bukan merupakan ilmu yang normatif, melainkan ilmu yang kategoris, artinya membatasi diri dari pada kejadian dewasa ini, bukan pada apa yang terjadi atau seharusnya terjadi. Dengan demikian, sosiologi merupakan ilmu yang bebas nilai, karena menilai apa yang baik dan apa yang buruk.
  3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai (apllied science). Ilmu pengetahuan murni merupakan pencarian akan adanya pengetahuan, sedangkan penggunaan praktisnya tidak diutamakan. Sebaliknya pengetahuan terapan, adalah pencarian metode-metode untuk mempergunakan pengetahuan ilmiah guna memecahkan pengetahuan praktis.
  4. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak, bukan ilmu bukan ilmu pengetahuan konkret, artinya dalam sosiologi yang diperlihatkan adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat.
  5. Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum interaksi antar manusia.
  6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. hal ini menyangkut soal metode yang digunakan.
  7. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan ilmu khusus. Artinya sosiologi mempelajari gejala umum yang ada pada setiap interaksi antar manusia. Dengan kata lain, lapangan penyelidikan bersifat umum, yakni kehidupan bersama manusia.
 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu sosial yang mutlak, abstrak, sesuai dengan akal sehat, berdasarkan pengalaman, bersifat umum dan berusaha mencari pengertian umum.

MASYARAKAT DESA DAN KOTA

Kita sering mendengar jenis-jenis masyarakata, seperti masyarakat desa dan kota. Desa dan kote memiliki perbedaan baik secara fisik maupun secara sosial.
Sebuah desa sering kali ditandai dengan kehidupan tenang, jauh dari hiruk pikuk keramaian, penduduknya ramah-tamah, saling mengenal satu sama lain, mata pencaharian penduduknya kebanyakan sebagai petani, atau nelayan.
Orang di desa mempunyai hubungan yang lebih erat dan mendalam antar-sesama warganya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok, atas dasar kekeluargaan. Penduduk masyarakat desa pada umumnya hidup dari pertanian dan nelayan. Pekerjaan bertani biasanya dilakukan secara bersam-sama antara masyarakat desa lainnya. Hal itu mereka lakukan, karena biasanya satu keluarga saja tidak cukup melakukan pekerjaan tersebut. Sebagai akibat dari kerja sama ini, timbullah kebiasaan dalam masyarakat yang namanya gotong royong. Pada masyarakat desa jarang ditemukan pekerjaan berdasarkan keahlian, alkan tetapi biasanya pekerjaan didasarkan pada usia (karena kekuatan fisik) dan kelamin.
Usia dan ketokohan sangat berperan penting dalam masyarakat desa. Golongan orang tua pada masyarakat pedesaan, pada umumnya memegang peran penting. Orang-orang akan selalu meminta nasihat-nasihat kepada mereka, apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Kesukarannya adalah orang-orang tua itu mempunyai pandangan-pandangan yang didasarkan pada tradisi yang kuat, sehingga perubahan akan sulit terjadi.
Desa mengalami perubahan sehingga unsur-unsur kota masuk di dalamnya. Begitu pula kota, meskipun disebut sebuah kota, ciri-ciri atau kebiasaan desa masih ada yang melekat di dalamnya.
Sebuah kota sering kali ditandai dengan kehidupan yang ramai, wilayahnya yang luas, banyak penduduknya, hubungan yang tidak erat satu sama lain, dan mata pencaharian penduduknya bermacam-macam.
Menurut Soerjono Soekamto (1986), masyarakat kota dan desa memiliki perhatian yang berbeda, khususnya perhatian terhadap keperluan hidup. Di desa yang diutamakan adalah perhatian  khusus terhadap kebutuhan pokok, fungsi-fungsi yang lain diabaikan. lain dengan pandangan orang kota, mereka melihat selain keperluan pokok, Contoh pada orang kota, makanan harus kelihatan mewah dan tempat menghidangkannya harus mewah dan terhormat. Di sini, terlihat ada beberapa penilaian, orang desamenilai makanan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan biologis, sedangkan bagi orang kota  sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan sosail.
Pembagian kerja (division of labor) pada masyarakat kota sangat terspesialisasi. Begitu pula jenis profesi pekerjaan sudah sangat banyak macamnya (heterogen). Dari sudut keahlian (spesialisasi), seseorang mendalami pekerjaan pada satu jenis keahlian yang semakin spesifik, contohnya: ada dokter umum, yang lebih terspesialisasi ada dokter khusus akhli THT (telinga hidung tenggorokan), dokter ahli penyakit dalam (internis), dokter ahli kandungan (genekolog), dan laim-lain. Di samping itu jenis pekerjaan banyak sekali macamnya, contohnya, ada tukang listrik, ada ahli bangunan, guru, polisi, tentara, angkutan dan lain-lain,
Antara satu pekerjaan dan pekerjaan lain sangat erat kaitannya, ada saling ketergantungan diantara mereka.Ibu-ibu rumah tangga sangat bergantung pada tukang sayur, pada tukang listrik  pada tukang gas, sehingga kegiatan rumah tangga akan terganggu ketika salah satu di antara mereka tidak ada. Seorang pelajar, pegawai atau pekerja lain, akan terganggu aktivitasnya bila para sopir angkutan umum melakukan mogok kerja. Begitu pula para sopir, atau para pengguna kendaraan lainnya akan terganggu aktivitasnya bila para penjual bensin dan bahan bakar lain melakukan mogok kerja.
Ada saling ketergantungan yang tinggi antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain karena perbedaan pekerjaan. Satu jenis pekerjaan dengan pekerjaan lain saling ketergantungan. Saling ketergantungan antara satu anggota masyarakat dengan masyarakat lain yang disebabkan karena perbedaan pekerjaan (heterogenitas pekerjaan) menurut Emile Durkheim (1973:63) disebut dengan solidaritas arganis (organic solidarity).
Di sisi lain masyarakat desa memiliki jenis pekerjaan yang sama, seperti bertani, berladang, atau sebagai nelayan. Kehidupan orang desa yang memiliki jenis pekerjaan yang sama (homogen) sangat menggantungkan  pekerjaannya kepada keluarga lainnya. Mereka tidak bisa mengerjakan semuanya oleh keluarganya sendiri. Untuk mengolah tanah, memanem padi, atau pekerjaan bertani lainnya, mereka harus sepakat dengan yang lain dengan menuggu giliran. Begitu pila jika ada pekerjaan lain, seperti membuat atau memperbaiki rumah. saling ketergantungan pada masyarakat yang disebabkan karena adanya  persamaan dalam bidang pekerjaan oleh Emile Durkheim disebut dengan solidaritas mekanis (mechanic solidaritiy).
Ferdinand Tonnies mengemukakan pembagian masyarakat dengan sebutan masyarakat gemainschaft dan geselschaft. Masyarakat gemainschaft atau disebut juga paguyuban adalah kelompok masyarakat di mana anggotanya sangat terikat secara emosional dengan yang lain, adapun masyarakat geselschaft. atau patembeyan ikatan-ikatan di antara anggotanya kurang kuat dan bersifat rasional. paguyuban sebagai refleksi masyarakat desa, sedangkan patembeyan refleksi masyarakat kota.

PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN

Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar, artinya orang asing. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui, mengapa suatu lingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan menghasilkan kebudayaan yang berbeda pula.
Usaha untuk menjelaskan pengaruh manusia sebagai perilaku budaya dalam kaidah dengan lingkungannya, terlebih lagi perspektif lintas budaya akan mengandung banyak variabel yang saling berhubungan dalam keseluruhan sistem tebuka. pendekatan yang saling berhubungan dengan psikologi lingkungan adalah pendekatan sistem yang melihat rangkaian sistemik antara beberapa subsistem yang ada dalam melihat kenyataan lingkungan total yang melingkupi satuan budaya yang ada.
Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan sebagai berikut:
  1. phyisical Envitonment, menunjuk pada lingkungan natural, seperti temperatur, curah hujan, iklim, wilayah geografis, flora, dan fauna,
  2. Cultural Social Environment, meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisasi seperti; norma-norma, adat istiadat, dan nilai-nilai.
  3. Environmental Orientation and Representation, mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungan,
  4. Environmental Behavior and Procces, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan sosial.
  5. Out Carries Product, meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah, komunitas, kota beserta usaha-usaha manusia dalam memodifikasi lingkungan fisik seperti budaya pertanian, dan iklim.
Dengan demikian dapat disimpulkan,bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan  tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai dan aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainya. 

MANUSIA SEBAGAI MAHKLUK SOSIAL

  Kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari pengaruh orang lain. selama manusia hidup ia tidak akan lepas dari pengaruh masyarakat, di rumah, di sekolah, dan lingkungan yang lebih besar manusia tidak lepas dari pengaruh orang lain. Oleh karena manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, yaitu makhluk yang di dala, hidupnya tidak bisa melapaskan diri dari pengaruh orang lain.
Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk mencari teman atau kawan. kebutuhan untuk berteman biasanya didasari atas kesamaan ciri atau kepentingannya masing-masing, misalnya orang kaya cenderung berteman lagi dengan orang kaya.
Manusia dikatakan juga makhluk sosial, karena manusia tidak akan hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Beda dengan hewan, jerapa misalnya, ketika ia lahir hanya dalam hitungan menit ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti induknya. kenapa hewan mampu mempertahankan hidupnya tanpa pertolongan hewan lain? karena untuk mempertahankan hidupnya hewan dibekali dengan insting. Insting atau naluri adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, yang diperoleh bukan dari proses belajar. Berbeda dengan manusia, insting yang dimiliki manusia sangat terbatas, ketika bayi lahir ia hanya mampu menagis, ia hanya memiliki insting menangis. manusia mempunyai potensi akal untuk mempertahankan hidupnya, namun potensi yang dimiliki manusia hanya mungkin berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. Untuk bisa berjalan saja manusia harus belajar dari manusia lainnya.
Menurut mead, setiap anggota baru masyarakat harus mempelajari peranan-peranan yang ada dalam masyarakat. Soaialisai adalah proses di mana di dalamnya terjadi pengambilan peranan (role taking). 
Sosialisasi merupakan proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. 


Dapat disimpulkan bahwa manusia dikatakan makhluk sosial karena  beberapa alasan, sebagai berikut

  1. Manusia tunduk pada aturan, Norma sosial.
  2. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
  3. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
  4. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusai.



Dampak globalisasi sosial budaya

assalamu alaiku warahmatullahi wabarokatu,,

di artikel yang lalu saya telah membahas dampak globalisasi bagi kesejahtraan masyarakat, nahh di pembahasan ini saya akan membuka lebar pemahaman teman-teman, dengan mnyuguhkan sebuah topik yang terkait dengan yang terjadi di masyarakat yaitu :

 DAMPAK GLOBALISASI SOSIAL BUDAYA


Globalisasi
Globalisasi
Dalam abat global, manusia terkait satu sama lain, melintasi batas-batas kelokalan. Dengan tersuguhnya media massa serba canggih, ide-ide, dan kultur yang datang dari belahan dunia yang lain akan membentuk gaya hidup. Dengan demikian masyarakat di sebuah belahan bumi dapat meniru ide/gagasan dan kultur dari masyarakat yang hidup di belahan bumi yang lain melalui jembatan media massa. dalam kondisi seperti itu, tampaknya akan terjadi Homogenisasi budaya. Homogenisasi (penyeragaman) budaya itu tampaknya didominasi oleh hegemoni budaya barat (westernisasi). mengapa demikian?
Akan tetapi, penyeragaman budaya barat tidak sepenuhnya benar. meskipun dunia terintegrasi kedalam satu sistem media komunikasi, tetapi tidak terjadi penyatuan antarbudaya secara total. hal inin terjadi karna masing-masing bangsa memberi makna dan mengapresiasi budaya lokal dengan menggunakan basis budayanya sendiri. justru yang terjadi adalah reproduksi budaya global dengan cita rasa lokal.  dengan semikian menurut beck, globalisasi budaya akan melahirkan budaya multikulturalisme.

pakaian-pakaian impor
Contoh sederhana tentang multikulturalisme adalah metode pakaian(fashion) yang mengembangkan berbagai model perpaduan dari beragam budaya. Gambar disamping menunjukkan pasar pakaian di negara-negara berkembang, di banjiri oleh pakaian dari negara maju, yang pada gilirannya dapat mematikan produksi lokal atau nasiaonal. Reproduksi budaya global juga terjadi dalam bidang seni (musik, sastra, lukis, tari dan sebagainya) sebagai bentuk persilngan antar budaya. Persilangan antarbudaya sesungguhnya berlangsung secara demokratis. masuknya, budaya lain, menyebabkan reproduksi budaya semakin berkembang. Jadi, sesungguhnya diera globalisasi berkembang demokrasi budaya

Di sisi lain, globalisasi budaya melalui media massa cenderung menyajikan sebuah produk budaya yang menguntungkan mereka, misalnya produk gaya hidup yang memanjakan konsumerisme, seperti peralatan aletronik, kosmetik, fashion, dam makanan. dengan demikian globalisasi juga mendorong lebih jauh lagi gaya hidup  konsumerisme melalui media massa. masyarakat di tuntut untuk mengikuti trend-trend terbaru dalam budaya golabal yang di tawarkan melalui media massa.

Di samping persoalan gaya hidup, globalisasi juga membawa persoalan baru yang terkait dengan persoalan identitas budaya. perubahan sosial akibat globalisasi terjadi susul menyusul sehingga mengakibatkan ketidak pastian, ketidakterdugaan, dan ketidakjelasan. fenomena ini menyababkan sebagian orang mendambakan sesuatu yang pasti sebagai pegangan hidup. inilah yang di namakan integrisme. dengan integrisme, manusia ingin mencari ke intiman bersama, berlindung pada sebuah pegangan hidup yang bisa mempersatukan mereka dalam lingkukan yang lebih kecil dan aman. Sebagai contoh adalah munculnya gerakan yang berbasis pada lokalisme, misalnya skotlandia di inggris, padania di italia, dan Quebec di kanada.  Integriame dalam agama terjadi karna perubahan  sosial yang menyebabkan sebagian manusia kehilangan pegangan hidup dan jati diri. Contohnya adalah lahirnya gerakan fundamentalisme atas nama agama.

referensi: selamet santoso, 2009, pendidikan kewarganegraan 3

Globalisasi dan pengaruhnya bagi kesejahtraan masyarakat

HAKIKAT GLOBALISASI

Konsep globalisasi, saat ini telah menjadi mode dalam kajian-kajian ilmu sosial. Istilah globalisasi menjadi kata yang paling sering di sebut, baik di kalangan akademisi, pejabat pemerintah, pebisnis, media, bahkan di kalangan petani skalipun. sebagai siswa, kamu juga perlu tahu apa yang di maksud dengan globalisasi itu. istilah globalisasi berasal dari kata "global" yang artinya dunia, atau "globe" yang artinya bola dunia. jadi secara harfiah globalisasi dapat diartikan proses mendunia. Globalisasi merupakan era yang seolah-olah tanpa jarak dan ruang, seperti kalau kamu melihat globe.

Berikut disajikan sebuah wacana tentang pengaruh globalisasi bagi kesejahtraan masyarakat dunia.

PENGARUH GLOBALISASI

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa seiring globalisasi tingkat pendapatan masyarakat di negara-negara berkembang mengalami penurunan lebih rendah di bandingkan era tahun1970-an tercatat 1,2 milyar penduduk dunia hidup dengan kurang dari 2 dollar AS setiap harinya dan ini merupakan 45% dari jumlah penduduk dunia. Tantangan yang kita hadapi sekarang  ini adalah semakin meningkatnya kemiskinan dunia.
Untuk itu, PBB telah mencanangkan MDGs, yaitu tujuan pembangunan abad milenium (millenium development Goals), yang harus dicapai oleh 191 negara anggotanya pada 2015. Ada 8 target yang harus di capaiberikut ini.
1. Meniadakan kemiskinan dan kelaparan ekstrem.
2. Mencapai pendidikan dasar secara universal.
3. Meningkatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan wanita.
4. Mengurangi tingkat kematian anak
5. Memperbaiki kesehatan ibu.
6. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit-penyakit lainnya
7. Menjamin kelestarian lingkungan.
8. Membentuk sebuah kerjasama global untuk pembangunan.
Saat deklarasi MDGs diluncurkan tahun 2000, jumlah penduduk Miskin di indonesia mencapai 19% (37,3 juta). Pada tahun 2001 menurun menjadi 37,1 juta, dan pada tahun 2004 turun lagi menjadi 36,1 jiwa (16,6%).


Demikian teman-teman artikelku, semoga bermanfaat bagi teman-teman, kritik dan saran di terima, terimakasih.

Hakikat Manusia Sebgai Makhluk Budaya

Hay gays mari berkunjung dihalaman ku yang dapat membantu anda untuk menyelesaikan tugas dari guru ataupun dosen anda, artikel ku membahas mengenai Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Budaya. seperti yang kita ketahui manusia adalah makhluk yang luar biasa, dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia mengaktivisasikan dirinya serta selalu berupaya untuk berkembang sesuai dengan kebutuhan hidupnya. nah silahkan dibaca semoga dapat membantu kawan smangat.

Hakikat manusia
manusia adalah makhluk yang luar biasa kompleks dan sempurna yang diciptakan oleh tuhan yang maha esa. tuhan membekali manusia dengan akal dan dipersiapkan untuk menerima bermacam-macam ilmu pengetahuan dan kepandaian, sehingga manusia dapat berkreasi (berdaya cipta) dan sanggup menguasai alam dan hewan (binatang) melalui proses interaksi. Pada tahap awal interaksi sosial manusia, manusia bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya agar manusia dapat mengalami pembelajaran mengenai ruang lingkup sekelilingnya, sehingga menyebabkan manusia mempunyai rasa ingin tahu dan merekapun harus memiliki ilmupengetahuan yang berlandaskan ketuhanan untuk memenuhi hasrat keinginan itu, ilmu tersebut dapat digunakan dalam kehidupannya, yaitu untuk memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik, dan mana yang merupakan hak dan mana yang merupakan kewajiban sehingga berbentuklah norma-norma  dalam masyarakat. Selain itu manusia merupakan paduan antara material (jasa/raga) dan makhluk spiritual (jiwa). Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya serta selalu berupaya untuk berkembang sesuai dengan kebutuhan hidupnya.Artinya manusia adalaha makhluk yang dinamis (selalu berkembang), bukan makhluk yang statis (tetap/tidak pernah berkembang. Jika pembicaraan mengarah kehakikat, maka berbicara mengenai hakikat manusia berarti membicarakan mengenai upaya manusia untuk mengenal dan mencari tahu siapa dirinya sesungguhnya. Proses pencarian jati diri (hakikat) manusia ini dapat digambarkan dalam contoh peristiwa-peristiwa sebagai berikut.
  1. Nabi ibrahim dan nabi musa dalam rangka mencari tuhan (proses pencarian siapa yang menciptakan dirinya).
  2. Plato yang selalu bertanya "siapakah diriku?" (proses pencarian siapa dirinya sesungguhnya).
  3. manusia sering bertanya "siapa saya sebenarnya?" dan "manakah saya sesungguhnya?" (proses pencarian jati diri).
kerika contoh pristiwa diatas merupakan gambaran dimana manusia berupaya mencari tahu hakikat dirinya. Manusia diciptakan dengan memiliki keunikan tersendiri, manusia hanya bisa menjadi dirinya dan itulah hakikat dirinya sebagai yang melekat dalam pribadinya sendiri. Ahli ilmu ekonomi mendefenisikan manusia makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan (homo economicus). Ahli ilmu sosiologi mendefinisikan manusia sebagai makhluk yang tidak dapat beridiri sendiri dan lain sebgainya. Terlepas dari pendefinisian tersebut, manusia tetap merupakan makhluk yang sangat kompleks. Sebagai makhluk yang kompleks manusia bisa dipandang secara segmental/parsial, misalnya sebgai berikut. 
  1.  Manusia sebabagai homo economicus, yaitu manusia makhluk ekonomi yang cenderung tidak pernah merasa puas dengan apa yang diperolehnya dan selalu berusha terus menerus dalam memenuhi kebutuhan (self interest).
  2. Manusia sebagai homo socius, yaitu makhluk yang selalu ingin berinteraksi dengan sesama/bergaul.
  3. Manusia sebagai homo hominis lupus, yaitu manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (maksudnya manusia merugikan/membuat kelicikan/kejahatan terhadap manusia lainnya).
  4. Manusia sebagai homo faber yaitu manusia sebagai makhluk bekerja yang mewujudkan dirinya dengan bekerja yakni beraktivitas untuk kemajuan hidupnya.
  5. Manusia sebgai zoon politicon yaitu manusia adalah makhluk sosial atau makhluk yang selalu ingin bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri sehingga membutuhkan keberadaan dan kehadiran manusia lainnya.

manusia memiliki daya indra (panca indra) dan daya rasa. panca indra adalah alat penghubung manusia dengan lingkungan sekitar/dunia luar. Dilihat dari sisi hakikatnya pula, manusia adalah makhluk alamiah yang terkait dengan lingkungan, serta memiliki sifat alamiah yang tunduk pada hukum alam. Misalnya manusia menciptakan mesin traktor untuk mempermudah pekerjaannya dalam membajak sawah (dalam hal ini, mesin diciptakan untuk memanfaatkan kondisi/keadaan lingkungan).

Hakikat manusia sebagai makhluk budaya
manusia merupakan salah satu makhluk ciptaan tuhan yang ada dipermukaan bumi. Artinya, manusia bukan satu-satunya makhluk ciptaan tuhan. Makluhk tuhan di dunia (bumi) terbagi menjadi empata macam dan memiliki sifat yang berbeda yaitu.
  1. Alam memiliki sifat wujud
  2. Tumbuhan memiliki sifat wujud fan hidup
  3. Binatang memiliki sifat wujud hidup, dan dbekali nafsu
  4. Manusia memiliki sifat wujud, hidup, dibekali nafsu, serta akal budi.
akal budi merupakan pemberian tuhan dan sekaligus potensi dalam diri manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Kita bahas yang pertama yakni akal, akal merupakan kemampuan berfikir manusia sebgai kodrat alamia yang diiliki untuk memecahkan masalah-maslaha hidup yang dihadapi. Berfikir akan membuat manusia menjadi aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan kualitas martabat hidupnya. Berfikir juga digunakan oleh manusia untuk untuk mengatasi berbagai macam permasalahan yang dihadapinya. Abram maslow seorang ahli psikologi berpendapat bahwa kebutuhan manusia dalam hidup dibagi menjadi lima tingkatan yaitu sebgai berikut.
  1.  kebutuhan fisiologis
  2.  kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan
  3.  kebutuhan sosial
  4.  kebutuhan akan penghargaan
  5.  kebutuhan akan aktualisasi diri.
kebutuhan ini meliputi kebutuhan untuk memaksimalkan penggunaan potensi, kemampuan, bakat, kreativitas, ekspresi diri, prestasi, dan sebgainya.


Hierarki kebutuhan manusia menurut maslow
Hierarki kebutuhan manusia menurut maslow
 berdasarkan hierarki kebutuhan tersebut di atas, menuturut maslow kebutuhan manusia pertama-tama diawali dari kebutuhan fisiologis atau kebutuhan yang paling mendesak, kemudian secara bertahap beralih kekebutuhan tingkat diatasnya sampai tingkatan yaitu kebutuhan aktualisasi diri.

Demikianlah artikel ku yang membahas hakikat manusia sebagai makhluk budaya semoga bermanfaat kawan. terimakasih
a