Unsur Pelengkap dalam pengelolaan suatu perusahaan

Unsur Pelengkap dalam pengelolaan suatu perusahaan 
 
 
         Yang diartikan dengan unsur pelengkap adalah aspek-aspek kegiatan perusahaan yang tidak secara langsung mempengaruhi efisiensi kegiatan perusahaan yang utama, yaitu menghasikan dan memasarkan barang. Unsur pelengkap ini, apa bila dijalankan atau diperhatikan dengan sungguh-sungguh, akan melancarkan seluruh aspek dari kegiatan perusahaan. Kelancaran usaha ini selanjutnya akan membantu meningkatkan efisiensi dan keefektifan kegiatan usaha. Yang digolongkan sebagai unsur pelengkap dalam penggolongan perusahaan meliputi pula norma-norma etika dan tanggung jawab sosial yang perlu diperhatikan dalam mengelola kegiatan perusahaan.
  1.  Akuntansi dan catatan keuangan perusahaan. Setiap perusahaan akan melakukan berbagai transaksi yang menimbulkan aliran uang yang masuk dan keluar perusahaan. Mencatat aliran uang yang berlaku dalam perusahaan dinamakan tata buku atau akuntansi. Pencatatan ini bukan saja penting untuk mengetahui aliran kaungan yang berlaku dalam perusahaan tetapi juga dapat menentukan biaya kegiatan perusahaan, hasil penjualan yang diperoleh dan keuntungan yang dinikmati. Di samping itu catatan keuangan tersebut akan berguna untuk melakukan analisis mengenai kedudukan keuangan dan kekukuhan perusahaa. Aspek keuangan dari kegiatan perusahaan.
  2. Komputerisasi sistem informasi. Banyak hal yang perlu di catat dalam menjalankan kegiatan perusahaan. Salah satu aspeknya adalah catatan ke atas aliran  uang yang berlaku, yang dicatat melalui sistem akuntansi. Contoh lain dari informasi yang perlu di catat antara lain adalah mengenai biodata pekerja, informasi mengenai langganan, catatan mengenai stok bahan mentah, harta perusahaan dan jumlah produksi, dan penjualan. Sistem computer telah membantu meningkatkan efesiensi dan keefetifan penyimpanan data dan informasi dalam perusahaan.
  3. Pendanaan kegiatan perusahaan dan institusi keuangan. Kegiatan perusahaan memerlukan dana. Mendirikan perusahaan memerlukan dana. Seterusnya dana yang cukup diperlukan untuk menjalankan kegiatannya sehari-hari. Untuk  melakukan ekspansi kegiatan usaha yang memerlukan dana. Tidak semua dana ini dapat dikumpulkan oleh semua pemiliki perusahaan.
  4. Etika dan tanggung jawab sosial perusahaan. Perusahaan merupakan bagian dari masyarakat dalam suatu Negara dan masyarakat yang meloputi seluruh dunia. Dalam kegiatannya mencari pendapatan dan keuntungan dengan cara menghasilkan barang yang di butuhkan masyarakat, perlu diperhatikan bagaimana usaha tersebut akan mempengaruhi kehidupan masyarakat di Negara sendiri dan di seluruh dunia. 
Demikianlah artikel mengenai Unsur Pelengkap Dalam Pengelolaan Perusahaan. semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.


Baca Juga :

  •  

    

Contoh Makalah Motivasi dan Manajemen Pengambilan Keputusan

A.  Latar Belakang
Mungkin ada setumpuk pertanyaan, masalah dan keinginan yang berada di kepala anda dan tentu anda ingin menjawab semua pertanyaan, masalah dan keinginan tersebut. Singkat kata, anda ingin meraih keuntungan. Benar kata orang bijak ”Jika cara anda tepat dalam membuat keputusan, maka anda akan terbebas dari berbagai persoalan dalam hidup”.
Manajemen membutuhkan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan mereka. Sistem informasi mempunyai peranan yang penting dalam menyediakan informasi untuk manajemen setiap tingkatan. Tiap-tiap kegiatan dan keputusan manajemen yang berbeda membutuhkan informasi yang berbeda. Oleh karna itu, untuk dapat menyediakan informasi  yang relevan dan berguna bagi manajemen, maka pengembangan system informasi harus memahami terlebih dahulu kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya.
Konsep Dasar Motivasi dan Manajemen Pengambilan Keputusan Motivasi berasal dari kata motif yang berarti “segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu”. Sedangkan dalam bahasa inggris kata motivasi adalah berasal dari kata “motivation” yang berarti”daya batin atau dorongan”.
Menurut Clifford T.Morgan: “Motivation is a general term it refers to states within the organism to behavior is directed in other words motivation has three aspect: 1)Motivating state within the organism; 2)Behavior arosed and directed b this state and; 3)The goal to words which the behavior is directerd”.
“Motivasi adalah istilah umum yang menunjukan kepada keadaan (kondisi) yang menggerakan kepada tujuan atau tingkah laku akhir. Dengan kata lain motivasi mempunyai tiga aspek yaitu: 1)Keadaan yang mendorong; 2)Tingkah laku yang di dorong; 3)Kondisi yang memuaskan atau meringankan keadaan yang mendorong”.
Pengambilan keputusan adalah memilih salah satu lebih di antara sekian banyak alternative keputusan yang mungkin. Alternatif keputusan meliputi keputusan ada kepastian, keputusan beresiko, keputusan ketidakpastian dan keputusan dalam konflik.
Keputusan bisa di buat berulang kali secara rutin dan dalam bentuk persoalan yang sama sehingga mudah di lakukan keputusan. Keputusan yang di hadapi mungkin serupa dengan situasi yang pernah di alami, tetapi ada ciri khusus dari permasalahan yang baru timbul.
Teori Pengambilan keputusan, Keputusan yang baru mungkin, persoalan baru yang belum pernah dialami sebelumnya. Salah satu komponen terpenting dari proses pembuatan keputusan adalah kegiatan pengumpulan informasi dari mana suatu apresiasi mengenai situasi keputusan dapat di buat. Pembuat keputusan bisa perorangan atau kelompok baik untuk kepentingan sendiri maupun kepentingan kelompok. Lingkungan keputusan dapat sampai tak terbatas.
Empat Kategori keputusan, Keputusan dalam keadaan ada kepastian (certainty) Keputusan dalam keadaan resiko (risk), Keputusan dalam keadaan ketidakpastian (Uncertainty) Keputusan dalam keadaan ada konflik (conflict).
B.  Rumusan Masalah
1.  Apa pengertian Motivasi?
2.  Apa pengertian Hubungan Motivasi dan Kerja?
3. Apa Teori-Teori Motivasi dan Aplikasi Teori tersebut pada pengelolaan perusahaan?
4.  Apa pengertian Motivasi dan Kepemimpinan?
5.  Apa pengaruh Motivasi bagi peningkatan kerja perusahaan?

C.  Tujuan
 Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah:
1.   Untuk mengetahui pengertian Motivasi.
2.   Untuk mengetahui pengertian Hubungan Motivasi dan Kinerja.
3. Untuk mengetahui Teori-Teori Motivasi dan Aplikasi Teori tersebut pada pengelolaan perusahaan.
4.   Untuk mengetahui pengertian Motivasi dan Kepemimpinan.
5.   Untuk mengetahui pengaruh Motivasi bagi peningkatan kerja perusahaan.


BAB II

PEMBAHASAN

A.   Pengertian Motivasi
Motivasi adalah aktivitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang di inginkan (Fahmi, 2013:107). Untuk memahami lebih dalam definisi motivasi ada baiknya kita melihat beberapa pendapat para ahli berikut ini.
Menurut Chung & Megginson yang di kutip oleh Faustinon Cardoso Gomes (2001:177), menerangakan bahwa”Motivation is defined as/goal-directed behavior.it concerns the level of effort one exerts in pursuing a goal…it’ is closely performance” (motivasi di rumuskan sebagai perilaku yang di tujukan pada sasaran. Motivasi berkaitan dengan tingkat usaha yang di lakukan oleh seseorang dalam mengejar suatu tujuan…motivasi berkaitan erat dengan kepuasan dan performansi pekerjaan).
Menurut Barelson dan Steinerl yang di kutip oleh Ernie Tisnawati (2005) motivasi sebagai ”all those inner striving conditions variously describet as wishes, desire, needs, drives, and the like” (Marchrany,1985). Dengan demikian, motivasi dapat di artikan sebagai keadaan kejiwaan dan sikap mental manusia yang memberikan energy, mendorong kegiatan dan menggerakan dan mengarah atau menyalurkan perilaku kearah mencapai kebutuhan yang memberi kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan.
Di sisi lain menurut Santoso Soeroso (2003:69) ”Motivasi adalah suatu set atau kumpulan perilaku yang memberikan landasan bagi seseorang untuk bertindak dalam suatu cara yang di arahkan kepada tujuan spesifik tertentu (specific goal directed way)”.
Berdasarkan pengertian motivasi menurut para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatu kondisi atau keadaan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi maupun mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu atau tindakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti yang diinginkan. sehingga motivasi dapat dibagi menjadi dua bagian pokok, yaitu:
a.       Motivasi yang bersumber dari luar diri seseorang, yang dikenal dengan Motivasi Ekstrinsik.
b.      Motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang, yang dikenal denagan Motivasi Instrinsik.

B.       Hubungan Motivasi dan Kinerja
Motivasi dan kinerja seseorang yaitu Penetapan tujuan penting dalam proses motivasi. Anda harus tahu cara menetapkan tujuan bagi diri anda sendiri dan bagaimana bekerja dengan kariawan untuk menciptakan tujuan mereka. Proses penetapan tujuan adalah proses penentuan kinerja yang akan memandu aktivitas selanjutnya. Tujuan yang  ANDA TETAPKAN haruslah realitas, bisa dicapai dan spesifikasi. Jenis tujuan yang anda akan mempengaruhi perilaku yang muncul.
Tujuan yang anda tetapkan haruslah spesifik, baik itu untuk anda sendiri maupun untuk orang lain. Tujuan yang kabur tidak akan menghasilkan tingkat kinerja terbaik. Hanya dengan memerinci dengan pasti apa yang hendak dilakukan, maka tingkat kinerja yang tinggi bisa dicapai. Jika anda hanya meminta karyawan untuk “melakukan yang terbaik”. Maka mereka tidak punya gambaran yang jelas tentang bagaimana seharusnya bekerja.
Menentukan peran uang dalam motivasi. Uang bukanlah satu-satunya motivasi kenyataanya, kini uang tidak lagi menjadi motivator utama. Bila dulu uang digunakan oleh manajemen sebagai penyelesaian masalah, sekarang para karyawan menghendaki lebih sekadar uang, pada tahun 1776, adam smith, seorang ahli ekonomi, menyatakan bahwa ketertarikan dari pada pemerolehan uang merupakan motivator utama bagi semua orang kendati sebagai orang masih memegang asumsi, kebanyakan peneliti sependapat bahwa uang bukan lagi motivator utama.

C.      Teori-teori Motivasi & Aplikasi Teori tersebut pada pengelolaan perusahaan
Teori-teori motivasi
1.    Teori Dua Faktor Hezberg dan penerapan di perusahaan
Frederick Herzberg (Hasibuan, 1990:177) mengemukakan teori motivasi berdasarkan teori dua faktor yaitu faktor higiene dan motivator. Dia membagi kebutuhan Maslow menjadi dua bagian yaitu kebutuhan tingkat rendah (fisik, rasa aman, dan sosial) dan kebutuhan tingkat tinggi (prestise dan aktualisasi diri) serta mengemukakan bahwa cara terbaik untuk memotivasi individu adalah dengan memenuhi kebutuhan tingkat tingginya.
Frederick Herzeberg (Hariyanto: 2001) mengembangkan teori hierarki kebutuhan Maslow menjadi teori dua faktor tentang motivasi. Dua faktor ini dinamakan faktor pemuas (motivation factor) yang disebut dengan satisfier atau intrinsic motivation dan faktor pemelihara (maintenance factor) yang disebut dengan dissatisfier atau estrinci motivation.
Menurut Hezberg, faktor-faktor seperti kebijakan, administrasi perusahaan, dan gaji yang memadai dalam suatu pekerjaan akan menentramkan karyawan. Bila faktor-faktor ini tidak memadai maka orang-orang tidak akan terpuaskan (Robbins, 2001:170).
Menurut hasil penelitian Herzberg ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam memotivasi bawahan (Hasibuan, 1990:176) yaitu :
a.       Hal-hal yang mendorong karyawan adalah pekerjaan yang menantang yang mencakup perasaan berprestasi, bertanggung jawab, kemajuan, dapat menikmati pekerjaan itu sendiri dan adanya pengakuan atas semua itu
b.      Hal-hal yang mengecewakan karyawan adalah terutama pada faktor yang bersifat embel-embel saja dalam pekerjaan, peraturan pekerjaan, penerangan, istirahat dan lain-lain sejenisnya.
c.       Karyawan akan kecewa bila peluang untuk berprestasi terbatas. Mereka akan menjadi sensitif pada lingkungannya serta mulai mencari-cari kesalahan.
2.  Teori Harapan (Victor H. Vroom’s Expectancy Theory) dan penerapan di perusahaan
Victor Vroom  (Robbins, 2003:229). teori harapan, di katakan  seseorang karyawan dimotivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia menyakini upaya akan menghantar ke suatu penilaian kinerja yang baik
            Karena ego manusia yang selalu menginginkan hasil yang baik baik saja, daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang terkandung dari harapan yang akan diperolehnya pada masa depan (Hasibuan 2001:165). Apabila harapan dapat menjadi kenyataan, karyawan akan cenderung meningkatkan gairah kerjanya. Sebaliknya jika harapan tidak tercapai, karyawan akan menjadi malas. Teori ini dikemukakan oleh Victor Vroom yang mendasarkan teorinya pada tiga konsep penting:
a.       Harapan (expentancy)
Suatu kesempatan yang diberikan terjadi karena prilaku. Harapan merupakan propabilitas yang memiliki nilai berkisar nol yang berati tidak ada kemungkinan hingga satu yang berarti kepastian.
b.      Nilai (Valence)
Akibat dari prilaku tertentu mempunyai nilai atau martabat tertentu (daya atau nilai motivasi) bagi setiap individu tertentu.
c.       Pertautan (Inatrumentality)
            Persepsi dari individu bahwa hasil tingkat pertama akan dihubungkan dengn hasil tingkat ke dua.Vroom mengemukakan bahwa pertautan dapat mempunyai nilai yang berkisar antara –1 yang menunjukan persepsi bahwa tercapinya tingkat ke dua adalah pasti tanpa hasis tingkat pertama dan tidak mungkin timbul dengan tercapainya hasil tingkat pertama dan positip satu +1 yang menunjukan bahwa hasil tingkat pertama perlu dan sudah cukup untuk menimbulkan hasil tingkat ke dua.
Manajemen Berdasarkan Sasaran (Management By Objectives =MBO) menggunakan teori penetapan tujuan ini. Berdasarkan tujuan-tujuan perusahaan, secara berurutan, disusun tujuan-tujuan untuk divisi, bagian sampai satuan kerja yang terkecil untuk diakhiri penetapan sasaran kerja untuk setiap karyawan dalam kurun waktu tertentu.
Selanjutnya dapat dipahami bahwa penerapan teori harapan di perusahaan kiranya seorang manajer (pimpinan) selalu melakukan hal-hal seperti berikut :
a.  Tentukan tujuan organisasi secara jelas dan tentukan pula kreteria kinerjanya.
b.     Pimpinan perusahaan (instansi) selalu menyediakan insentif (pendorong kerja) yang menarik, baik berupa penghargaan dalam bentuk uang maupun penghargaan lain, agar para karyawan (terutama bawahan) bersedia mencapai tujuan organisasi melalui upaya mencapai kinerja sesuai dengan kreteria yang telah ditetapkan.
c.       Pimpinan perusahaan (instansi) secara teratur menjelaskan tentang umpan balik tujuan perusahaan (instansi), sehingga setiap karyawan mengetahui posisi peranannya dalam perusahaan (instansi).
d.      Gunakan cara manajemen partisipatif di mana para karyawan diikutsertakan dalam pengambilan keputusan tertentu di mana mereka dapat melakukan pekerjaan dengan baik.
e.        Pertemuan atau berunding dengan karyawan bawahan dilakukan berdasarkan komonikasi dua arah. Dalam hal ini kedua pihak harus menjadi pendengar yang baik didasari niat yang baik demi peningkatan kinerja perusahaan (instansi).
f.       Secara khusus memberikan orientasi pengenalan ruang lingkup kerja kepada karyawan baru tentang pekerjaan atau tugas yang diinginkan oleh perusahaan (instansi). Hal ini dipertlukan agar karyawan baru dapat cepat menguasai tugasnya sesuai degan kebutuhan instansi (perusahaan).

D.   Motivasi dan Kepemimpinan
Motivasi dan kepemimpinan merupakan salah satu faktor kunci dalam fungsi pengarahan dan implementasi dari manajemen organisasi. Motivasi terkait dengan berbagai hal yang mendorong seseorang untuk menunjukan perilaku tertentu dalam organisasi dan lingkunganya.
Terdapat berbagai pendekatan dalam menjelaskan teori motivasi, di antaranya adalah pendekatan klasik dan kontemporer. Yang termasuk ke dalam pendekatan klasik mengenai teori motivasi adalah mencakup pendekatan tradisional, pendekatan relasi manusia, dan pendekatan manajemen SDM.
Yang termasuk ke dalam pendekatan kontemporer mengenai teori motivasi adalah mencakup pendekatan kebutuhan, pendekatan keseimbangan dan keadilan, pendekatan pengharapan, pendekatan penguatan, dan pendekatan penyusunan tujuan. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk memengaruhi perilku orang lain agar mereka maudi arahkan untuk mencapai tujuan organisasi (Thoha, 2015:121).
Dalam praktiknya, kepemimpinan dibedakan dengan manajemen. Kepemimpinan dalam implementasi rencana memotivasi dan memberikan inspirasi peran pada saat implementasi adalah memotvasi orang-orang yang teah sepakat bekerjasama untuk melakukan implementasi dari apa yang telah di bangun sebagai upaya bersama.
 Terdapat beberapa pendekatan dalam menjelaskan teori-teori kepemimpinan, antara lain pendekatan personal, pendekatan perilaku, dan pendekatan kontingens (Fahmi,2016)
Selain ketiga pendekatan tersebut di atas, di kenal pula beberapa pendekatan kontemporer lainya seperti pendekatan substitusi terhadap kepemimpinan, kepemimpinan karismatik, dan kepemimpinan transformative. Perilaku politis dapat di lakukan manajer atau seseorang karena dana tujuan tertentu yang ingin di raihnya dalam organisasi. Pada praktiknya, beberapa perilaku politis ini bisa berupa inducement, persuasion, creation of obligation, dan coercion. Manajer perlu mempertimbangkan berbagai perilaku dan tindakannya sekiranya ingin mampu mengendalikan dan mengelola perilaku-perilaku politis yang di tunjukan para anggotanya. Tujuan seorang pemimpin memberikan motivasi kepada bawahannya adalah :
a.    Mendorong gairah dan semangat kerja karyawan.
b.    Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.
c.    Meningkatkan produktivitas karyawan.
d.    Mempertahankan loyalitas dan kestabilan karyawan perusahaan
e    Meningkatkan kedisiplinan dan menurunkan tingkat absensi karyawan.
f.     Mengefektifkan pengadaan karyawan.
g.    Meningkatkan suasana dan hubungan kerja yang baik.
h.    Meningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan.
i.     Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan.
j.    Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya.
k.    Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku
E.   Pengaruh Motivasi bagi peningkatan kerja perusahaan
Dalam kehidupan organisasi, pemahaman terhadap motivasi bagi setiap pemimpin sangat penting artinya, namun motivasi juga dirasakan sebagai sesuatu yang sulit. Hal ini dikemukakan oleh Wahjosumidjo (1994:173) sebagai berikut :
a. Motivasi sebagai suatu yang penting (important subject) karena peran pemimpin itu sendiri kaitannya dengan bawahan. Setiap pemimpin tidak BOLEH  tidak harus bekerja bersama-sama dan melalui orang lain atau bawahan, untuk itu diperlukan kemampuan memberikan motivasi kepada bawahan.

b.    Motivasi sebagai suatu yang sulit (puzzling subject), karena motivasi sendiri tidak bisa diamati dan diukur secara pasti. Dan untuk mengamati dan mengukur motivasi berarti harus mengkaji lebih jauh perilaku bawahan. Disamping itu juga disebabkan adanya teori motivasi yang berbeda satu sama lain.

Motivasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Semakin tinggi motivasi kerja semakin tinggi pula kepuasan kerja pegawai atau anggota organisasi. Sebaiknya pemimpin harus terus memotivasi para pegawainya agar kepuasan juga menjadi tinggi. Kepuasan kerja mempengaruhi kinerja, sehingga berdampak pada prestasi yang lebih baik.
.

BAB III


PENUTUP

A.   Kesimpulan
Sebagai Kesimpulan, kami ingin memberikan tambahan sebagai kesimpulan yang lebih jelas dan mudah dipahami oleh pembaca. Berikut ini lima kiat terbaik (emas) yang menjadi landasan dan ukuran dalam membuat keputusan kreatif,efektif dan praktis.
1. Sebelum membuat keputusan,berdoalah kepada Allah dan lakukan shalat istikarah.
2. Siapkan perangkat ilmu (teori,metodologi) yang cukup sebelum membuat keputusan.
3.  Melakukan Musawarah (sharing experiences) untuk membuat keputusan.
4. Lebih mengedepankan pertimbangan rasio dari pada emosi dalam membuat keputusan.
5. Hati-hati dari pengaruh(pihak lain),dan jangan lengah serta tidak boleh tertipu (terprovokasi).

B.  Saran
Dalam mengambil keputusan dalam manajemen,kita perlu mempelajari beberapa aspek yang sudah kami susun dalam Pembahasan makalah ini,kita semua pasti tidak menginginkan keputusan yang kita ambil adlah keputusan yang bisa membuat kita menyesal di kemudian hari.Untuk itu dalam makalah ini sangat perlu dan di butuhkan oleh semua mahasiswa yang masih memerlukan ilmu dan pengetahuan dalam pengambilan keputusan untuk menentukan kehidupan di masa yang akan datang agar menjadi manusia yang lebih baik. Aamiin


                 
Daftar Pustaka
Ernie, Tisnawati (2005) Pengantar manajemen.Kencana,Jakarta
Edi, Sutrisno (2009) Manajemen sumber daya manusia.Kencana,Jakarta
Fahmi, Irham (2013) Perilaku Organisasi. Bandung :Alfabeta
____________(2016) Manajemen pengambilan keputusan teori dan aplikasi. Alfabeta, cv,Bandung
Gomes, Faustino Cardoso (2001) Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:  Andi Offset
Hasibuan, Melayu S.P (1990) Manajemen Sumber daya manusia. Jakarta: CV Haji Masagung
  _______________(2001)  Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Harianto,Sugeng (2001) Manajemen Skill,Prenada media,Jakarta
Juliansah,Nor (2013) Peneliitian ilmu manajemen,Pramedia grup,Jakarta
Robbins, Stephen P (2001) “Perilaku organisasi” Jild 1 Edisi 8, PT Prenhalindo, Jakarta
_______________ (2003)  Perilaku organisasi. Index Jakarta
Santoso, Soeroso (2003) Manajemen Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit; Suatu Pendekatan Sistem. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Wahjosumidjo (1994) Kepemimpinan dan Motivasi Pendidikan. Jakarta : Ghalia Indonesia

Resep Es Campur Buah dan Susu

Assalamualaikum ukhti, pasti ada yang pada sibuk nyari resep buat menu buka puasa nantinya, jangan repot-repot dan jangan pusing-pusing, nih aku ngasih resep Es Campur Buah dan Susu yang simpel, tidak memungut biayaya yang banyak. bisalah untuk anak kost atau mahasiswa buat acara bukber. Silahkan Menyimak dan Membaca



Bahan:
  1. 500 ml susu murni
  2. 200ml sirup cocopandan
  3. 150gr stroberi (potong-potong)
  4. 300gr daging buah avokad (potong-potong)
  5. 200gr jelli jeruk siap pakai (potong-potong)
  6. es batu seckupnya
Cara Membuat
  1. siapkan 4 buah gelas saji, isi masing-masing dengan avodak, jeli dan stroberi (sisihkan)
  2. campurkan sirup cocopandan dan susu murni,aduk hingga rata.
  3. tuangkan kedalam gelas saji lalu tambah es batu.
  4. kemudian sajikan segera.  

Resep Kue Kering Untuk Lebaran

Assalamualaikum gays, ibu-ibu, kakak-kakak pasti lagi sibuk serceang resep kue kering untuk lebaran di tahun 2017 ini, nggak usah pusing aku punya beberapa resep kue kering untuk lebaran tahun 2017 ini, resep ini kudapat dari salah satu buku dan buatan ibuku sendiri. Silahkan mencoba dan semoga bermanfaat resep kue kering untuk lebaran tahun 2017.nya

A. Semprit Mawar
Kue Semprit Mawar
Bahan 
400gram terigu
35gram maizena
200gram gula halus
2kuning telur
130gram butter
100gram margarin
secukupnya selai jelli stroberi khusus kue
1/2sdt vanilli cair

Cara Membuat
  1. kocok butter +margarin+gula halus, sebentar saja
  2. masukkan kuning telur satu persatu lalu kocok kembali (sebentar)
  3. masukkan adonan kue dalam plastik segitiga dan ujungnya 
  4. kue siap dicetak dan dipanggang dalam oven, 
  5. dinginkan kue baru disimpan dalam toples
B. Nastar Isi Cokelat


Natar Isi Cokelat

 Bahan
  1. 200gram butter
  2. 90gram gula halus
  3. 50gram margarin
  4. 100gram susu bubuk
  5. 3 butir kuning telur
  6. 250gram tepung terigu protein rendah
  7. 150gram maizena
  8. 1sdt vanili ekstrak attau 1/4 sdt vanilli bubuk/essens
Bahan yang dioleskan yaitu kuning telur,minyak sayur dan susu ketal aduk rata.

Bahan Isian
  1.  20gramcokelat bubuk
  2. 100gram tepung terigu protein sedang
  3. 90gram gula pasir 
  4. 35gram butter/margarine
  5. 35gram air matang
  6. 75gran dark cooking chocolate,dicincang
Cara Membuat isian
  1. campur dan ayak tepung terigu dan cokelat bubuk. (sisihkan)
  2. campur gula pasir, butter/margarine dan air. (panaskan dengan api kecil sambil diaduk hingga mendidih dan gula larut).
  3. masukkan dcc cincang, aduk rata. (matikan api)
  4. masukkan campuran tepung terigu dan cokelat bubuk, aduk rata. (nyalakan kembali api kecil, aduk hingga adonan licin dan kalis)biarkan hingga agak hangat.
  5. pulung adonan, besar kecilnya bulatan sesuaikan ukuran nastar. (sisihkan)
Cara Membuat Kulit Nastar
  1. kocok mentega, margarien, gula halus dan vanilli sebentar saja.
  2. masukkan kuning telur satu persatu. (matikan mixer)
  3. masukkan campuran tepung terigu dan susububuk seidkit-sedikit.
  4. pulung adonan, isi adonan dengan bulatakn pasta cokelat, bulatan.
  5. panggang di oven suhu 150derajat cel sekitaran 15menit,keluarkan dan beri olesan,oven lagi hingga matang sekitar 15 menit. (lama pemanggang sesuaikan dengan oven masing-masing)
C.  Choco Chips Cookies
Choco Chips Cookies
Bahan-bahan
  1. 200gram margarin
  2. 150gram gula halus
  3. 3butir kuning telur
  4. 30gram coklat bubuk
  5. 300gram tepung terigu
  6. 25gram tepung maizena
  7. 150gram choco chips
Cara Membuat
  1. aduk rata terigu, maizena dan cokelat bubuk. (ayak)
  2. panskan oven di suhu 160derajat
  3. kocok margarin dan gula halus sampai lembut, masukkan telur satu persatu sambil terus dikocok.
  4. masukkan susu buuk dan camuran terigu sedikit demi sedikit sampai habis.
  5. cetak sesendok-sendok letakkan di loyang yang sudah disemir margarin. (hias dengan choco chips_
  6. kemudian oanggang selama15 menit , setelah dingin masukkan ditoplas

Semoga bermanfaat gays 

Resep Aneka Kue Kering

Jika artikel tadi membahas mengenai (Kue Putri Salju), kali ini saya akan membahas beberapa aneka kue kering yang bisa dijadikan referensi untuk kue lebaran.
Nutella Choc Chip Cookies


BAHAN
  1. 100gr unsalted butter
  2. 60gr brown sugar
  3. 150-200gr nutella
  4. 2 kuning telur
  5. 1/2 sdt garam
  6. 20gr cocoa powder
  7. 40gr gula pasir (optial)
  8. 240gr tepung self raising (bisa diganti dgn 240gr tepung kunci+2sdt baking powder)
  9. choc chip/kacang0kacang/raisins dan topping.
Cara Mmebuat
  • dengan mixxer, kocok mentega, gula dan kuning telur dengan hidh speed sampai light dan creamy+natulla.
  • ganti dengan kocokan mixer yang spiral, atau bisa juga aduk dengan spatula.
  • masukkan tepung yang sudah diayak, aduk rata sampai begerindil aduk dengan spatula sampai adonan benar-benar sudah tercampur rata.
  • ambil adonan sesuai selera lalu bentuk bulat.
  • susun diatas loyang yang sudah dioles mentega secra tipis, (jika kuenya disusun diatas loyan susunannya jangan terlalu rapat)
  • panggang 180c selama 5-10 menit untuk hasil chewy dan 10-15 menit sampai kecoklatan untuk crunchy (cek oven masing-masing)
  • ketika baru matang, cookis masih lebek, jadi biarkan dulu di loyang sampai agak keras, barula dipindahkan ke talang atau toples.

Pandan Chocco Cookies




 Bahan
  1. 200gram margarin
  2. 150gram gula halus
  3. 2 butir kuning telur
  4. 300gram tepung terigu
  5. 20gram tepung maizena
  6. 30gram susu bubuk
  7. 1 sendok teh baking powder
  8. pasta pandan
  9. pewarna makan hijau DCC dilelehka. 
Cara Membuat 
kocok margarin dan gula halus sempai halus, Masukkan kuning telur kemudian kocok lagi sampai rata, Masukkan terigu maizena, susu bubuk, dan baking powder aduk rata, Tambahkan pasta dan pewarna hijau, aduk sampai rata, Pulung adonan dan bulatkan, Panggang sampai matang kurang lebih 35 menit dengan api kecil kesedang, Setelah matang dinginkan ,Lelehkan dcc, Celup bagian dasar cookies dalam dcc leleh, letakkan dengan cookies lainnya, dan Beri toping dcc atau sesuai selera.

simpel ia, tapi semoga bermanfaat .

Kue Putri Salju

Assalamualaikum, artikel kali ini akan membahas mengenai Kue Putri Salju, bulan ini adalah bulan suci ramadhan bulan dimana para wanita tepatnya ibu-ibu pasti pada sibuk nyari resep baik dibuku maupun diinternet nah maka dari itu aku akan membagikan resep Kue Putri Salju untu kalian yang menginginkannya silahkan membaca dan menyimak.

Gambar Kue Putri Salju

Bahan
  1. 300 gr Butter misal orchid anchor wijsman
  2. 3 kuning telur 
  3. 120gr gula halus
  4. 40gr susu bubuk full cream
  5. 80gram keju cheddar parut
Taburan yang diapaki pada kue adalah Gula Halus.

Cara Membuat
  1. panaskan oven 150 derajat celcius
  2. mixer butter, gula pasir halus dan kuning telur dengan mixer kecepatan rendah, asal tercampur rata sekitar 2menit.
  3. masukkan keju parut, aduk rata
  4. masukkan campuran terigu, maizena dan susu bubuk. Aduk rata menggunakan sendok kayu.
  5. cetak/bulatkan adonan sesuai selera dan susunan di loyang yang sudah dialasi silpat atau dioles tipis margarin.
  6. panggang dengan suhu 150 derajat hingga matang jangan sampai overbaked
  7. dalam keadaan panas kuenya digulingkan ke dalam gula halus yang telah disiapkan agar suapay gula halusnya menempel sempurna.
  8. kemudian terakhir tunggu uapnya hilang baru boleh masuk di dalam toples.