Ciri-ciri dan Klasifikasi Protozoa

Ciri-ciri Protozoa
bersel satu. inti eukariotik. Habitat di tempat berarir atau lembap atau parasit pada organisme lain. Reproduksi dengan generatif dan vegetatif (generatif dengan konjugasi, vegetatif dengan membelah diri). Tidak berdinding selulosa. Ada yang soliter dan ada yang berkoloni.

Klasifikasi protozoa
berdasarkan alat geraknya dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu:

1. Rhizopoda (Sarcodina)
alat geraknya berupa aliran isi sel atau tonjolan sitoplasma yang disebut pseudopodia. contoh spesies dalam kelas Rhizopoda:

a) amoeba. jenis amoeba yang hidup didalam tubuh manusia disebut Entamoeba, misalnya Entamoeba dysentriae, penyebab penyakit disentri, karena menyerang dan merusak jaringan usus, disebut juga Entamoeba histolitica, Entamoeba ginggivalis hidup dirongga mulut, Entamoeba coli hidup dalam kolon, sebenarnya bukan parasit, tetapi kadang-kadang menyebabkan diare.

b) Foraminifera, hidup dilaut, terlindung kerangka luar yang beruang banyak yang terbuat dari kalsium karbonat. kerangka yang telah kosong mengendap di dasar laut dan merupakan tanah "globigerina" Fosilnya berguna sebagai petunjuk dalam pencarian minyak bumi.

c) Radiolaria, hidup dilaut. Kerangka tubuhnya tersusun dari silikat membentuk tanah radiolaria yang dapat  dimanfatkan sebagai bahan penggosok.

2. Flagellata 
alat bergerak berupa bulu cambuk (flagellum), flagellata dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu
a. flagellata yang mempunyai kromatofora dan struktur yang mengandung pigmen hijau klorofil, disebut  kelompok fitofflagellata contoh: Euglena viridis hidup diair tawar, Volvox globator hidup di air tawar berkoloni merupakan kumpulan ribuan hewan bersel satu yang berflagel dua. selsel pembentuk koloni dihubungka dengan benang-benang plasma, Noctiluca miliaris hidup dilaut mempunyai dua flagel, yang satu panjang dan yang satu pendek, hewan ini menyebabkan laut tampak bercahaya pada waktu malam hari.

b)Flagellata yang tidak mempunyai pigmen klorofil disebut kelompok zooflagellata, contoh : Trypanosoma gambiense dan trypanosoma rhodasiense penyebab penyakit tidur pada manusia. Hospes perantaranya adalah lalat tse-tse yaitu Glosina palpalis dan Glosina mursitans. Trypanosoma hidup didalam kelenjar getah bening atau cairan serebro spinal manusia, Trichomonas vaginalis parasit pada vagina saluran urine wanita.

3. Ciliata (ciliophora)
alat gerak berupa cilia atau bulu getar. Bentuk tubuh tetap, hidup di air tawar yang banyak mengandung zat organik dan bakteri. Ada yang hidup bersimbiosis dalam usus vertebrata.Contoh Paramaecium caudatum bereproduksi secara aseksual dengan membela diri dengan arah transversal, seksual dengan konjugasi dengan terjadi pertukaran inti kecil (mikronukleus), Stentor bentuk seperti terompet dan menetap di suatu tempat, Vorticella bentuk seperti lonceng bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral yang dilengkapi cilia di sekitar mulutnya.

Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Perpetual

Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Perpetual.

Pada sistem perpertual, semua kenaikan dan penurunan barang dagang dicatat dengan cara yang sama dengan pencatatan kanaikan dan penurunan kas. Akun persediaan pada awal periode menunjukkan stok pada tanggal tersebut. Pembelian dicatat dengan mendebet akun Persediaan Barang Dagang dan Mengkredit akun Kas atau Utang Usaha. Pada tanggal penjualan, harga pokok barang dagang yang terjual dicatat dengan mendebet akun harga pokok penjualan dan mengkredit akun persediaan barang dagang.

a. Metode FIFO Perpetual
Diketahuai PT LMN memiliki transaksi seperti dibawah ini.








metode ini paling banyak digunakan karena sebagian besar perusahaan menjual barang sesuai dengan urutan pembeliannya, terutama untuk barang-barang yang tidak tahan lama dan modelnya cepat berubah. Jadi, biaya-biaya yang dimasukkan dalam penjualan disesuaikan dengan urutan terjadinya biaya tersebut. perhatikan peraga1.6 untuk memperjelas hal ini! kita menganggap bahwa semua unit dijual secara kredit masing-masing seharga Rp.30.000,00. Perhatikanlah bahwa setelah 7 unit terjual pada tanggal 4 januair, masih tersisa persediaan sejumlah 3 unti seharga Rp20.000,00. delapan unit yang dibeli pada tanggal 10 januari berharga Rp21.000,00 per unit, bukan Rp20.000,00. Oleh larena itu, persediaan seelah tanggal 10 januari dilaporkan dalam dua baris, yaitu 3 unit seharga Rp20.000,00 per unti dan 8 unit seharga Rp21.000,00 per unit. Perhatikan pula bahwa harga pokok sebesar Rp81.000,00 untuk empat unit yang dijual pada tanggal 22januari terdiri dari 3 unit seharga Rp20.000,00 per unit dan 1 unit seharga Rp21.000,00. Pada saat ini masih ada tersisa 7 unit dalam persediaan dengan harga pokok penjualan Rp21.000,00 per unit. Demikian seterusnya.

b. Metode Lifo Perpeptual 

perhatikan kembali peraga 1.6 akun buku besar pada metode LIFO dan FIFO akan menunjukkan jumlah yang sama hingga tanggal 10 januari. Namun, berdasarkan metode lifo, harga pokok penjualan 4 unit yang dijual pada tanggal 22 januari adalah harga pokok penjualan per unit dari pembelian tanggal 10 januari (21.000 per unit). Harga pokok penjualan 7 unit dalam persediaan setelah penjualan 22 januari adalah harga pokok penjualan 3unit yang tersisa dari persediaan awal dan harga pokok penjualan 4 unit yang tersisa dari pembelian tanggal 10 januari. Demikian seterusnya.

c. Metode Average Perpetual
dalam metode ini, biaya rata-rata per unit masing -masing barang dihitung setiap kali pembelian dilakuka. biaya per unit ini kemudian digunakan untuk menentukan harga pkok penjualan setiap penjualan sampai terjadi lagi pembelian berikutnya. Setelah itu, rata-ratanya dihitung kembali untuk harga barang berikutnya metode ini jarang digunakan oleh perusahaan.

Jurnal Pembalik





Jurnal Pembalik
Pada perusahaan dagang, jurnal pembalik dibuat dengan cara yang sama dengan jurnal pembalik pada perusahaan jasa. Untuk mengulang kembali bahasan jurnal pembalik pada perusahaan jasa, berikut akan disajikan akun-akun deferal dan akural yang perlu dibuat pembaliknya.

1. Beban yang dibayar kemudian
beban yang dibayar dikemudian adalah beban yang pencatatnya dilakukan kemudian, namun manfaat dari beban utang gaji, utang bunga, dan lain sebagainya. Contoh pencatatan beban yang dibayar kemudian dengan menggunakan dan tidak menggunakan jurnal pembalik dapat kamu lihat berikut ini. Misalkan pada saat tutup buku 31 desember 2006 masih ada gaju bulan desember yang belum dibayar sebesar rp 300.000,00. jurnal penyesuainnyaadalah sebagai berikut;

beban gaji                                     300.000,00
utang gaji                                         300.000,00
pada tanggal 20 januari 2007, dibayar gaji sebesar rp2.000.000,00. jurnalnya adalah sebagai berikut.

Utang gaji                                  300.000,00
beban gaji                                1.700,000,00.
   kas                                               2.000,000,00

jurnal pembayaran gaji tanggal 20 januari di atas harus demikian jika pada awal bulan januari tidak dibuat jurnal pembalik. jika pada awal januari, misalnya tanggal 2 januari, dibuat jurnal pembalik sebagai berikut:

 Utang gaji                                 300.000,00
  Beban gaji                                         300.000,00
maka akun utang gaji menjadi tidak bersaldo. Namun, akun beban Gaji bersaldo kredit Rp.300.000,00. Dengan demikian, jurnal pada tanggal 20 januari 2006 adalah sebagai berikut.
Beban gaji       2.000.000,00
  Kas                    2.000.000,00

2. Beban dibayar dimuka
beban dibayar dimuka adalah beban yang dibayar terlebih dahulu sementara manfaatnya diterima di kemudian hari. Jurnal pembalik untuk beban dibayar di muka perlu dibuat jika transaksinya dicatat sebagai beban. Sebaliknya, jika transaksiknya dicatat sebagai harta, maka jurnal pembalik tidak diperlukan, karena pada jurnal penyesuaiannya muncul akun beban yang akan menjadi nol pada waktu jurnal penutup diposting. Misalnya pada tanggal 1 oktober 2006 dibayar di muka asuransi sebesar Rp800.000,00 untuk masa 4 bulan. jika transaksi ini dicatat sebagai beban, maka jurnalnya adalah sebagai berikut.

Beban asuransi                                     800.000,00
  Kas                                                      800.000,00
jurnal penyesuaian pada akhir periode, yaitu 31 desember 2006 adalah sebagai berikut.

Asuransi dibayar dimuka               200.000,00
       Beban asuransi                            200.000,00
sedangkan jurnal pembalik, pada awal peridoed berikutnya adalah sebagai berikut.

Beban asuransi                     200.000,00
   Asuransi dibayar dimuka        200.000,00
jika transaksi tersebut dicatat sebagai harta, maka jurnalnya adalah sebagai berikut.

Asuransi dibayar di muka    800.000,00
   Kas                                   800.000,00
sedangkan jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut.

Beban asuransi                          600.000,00
   Asuransi dibayar di muka                600.000,00

dalam hal ini,jurnal pembalik tidak diperlukan karena saldo akun yang muncul, yaitu beban asuransi, akan menjadi nol oleh jurnal penutup dan setiap membayar asuransi digunakan akun asuransi dibayar dimuka.

3. Pendapatan yang masih harus diterima
pendapatan yang masih harus diterima adalah pendapatan yang sampai pada akhir periode telah dihasilkan tetapi belum dicatat sebagai pendapatan. contohnya adalah pendapatan piutang sewa. Misalkan pada tanggal 31 desember 2006, masih harus diterima sewa di bulan november dan desember sebesar Rp600.000,00. pada saat sewa diterima, penerimaan sewa dicatat pada akun pendapatan. jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 desember 2006 sebagai berikut.

Piutang sewa                  600.000,00
    Pendapatan sewa            600.000,00

sedangkan jurnal pembalik pada awal periode berikutnya, yaitu 1 januari 2007 adalah sebagai berikut.

pendapatan sewa          600.000,00
  piutang sewa                 600.000,00

4. Pendapatan diterima di muka
pendapatan diterima di muka adalah pendapatan yang telah diterima perusahaan tetapi dilihat dari segi waktu belum merupakan pendapatan. Misalnya, pada tanggal 1 april 2006 diterima sewa di muka sebesar Rp4.800.000,00 untuk satu tahun. jurnal transaksinya adalah sebagai berikut.

Kas                                   4.800.000,00
   Pendapatan sewa                  4.800.000,00

jurnal penyesuainnya pada akhir periode adalah sebagai berikut.

pendapatan sewa                  1.200.000,00
  sewa diterima di muka                       1.200.000,00

pendaptan sewa yang dialokasikan sebagai pendapatan 2006 adalah 1 April-31 Desember atau 9bulan, yaitu 9/12 x Rp4.800.000,00= Rp3.600.000,00. jadi, selisih sebesar Rp1.200.000,00 harus dicatat sebagai sewa diterima di muka. sedangkan jurnal pembaliknya pada awal periode adalah sebagai berikut.

Sewa diterima di muka           2.000.000,00
   pendapatan sewa                      2.000.000,00

dari penjelasan diatas jelaslah bahwa jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat guna membalik jurnal penyesuaian untuk menghapus akun yang tidak lazim digunakan selama periode akuntansi berjalan. Sebagai tambahan, jurnal pembalik tidak mengubah jumlah yang dicatat dalam laporan keungan. oleh karena itu, perlu digaris bawahi bahwa jurnal pembalik bukanlah suatu keharusan (pilihan)dalam sistem akuntansi. Meskipun persediaan barang dagang berhubungan dengan jurnal penyesuaian pembaliknya tidak diperlukan.



Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi
laporan laba rugi pada perusahaan dagang menyajikan informasi mengenai penjualan, harga pokok penjualan, beban usaha, pendapatan lain-lain, dan biaya lain-lain yang dirangkaikan untuk mengetahui laba atau rugi. beban usaha pada perusahaan dagang dibedakan antara biaya penjualan dan biaya umum dan administrasi. Biaya penjualan adalah biaya-biaya yang digunakan untuk kegiatan penjualan seperti beban gaji penjualan, beban iklan, beban perlengkapan toko, beban penyusutan gedung toko, dan biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan kegiatan penjualan. Biaya umum dan administrasi adalah beban usaha yang bersifat umum, atau biaya yang tidak termasuk dalam biaya penjualan. Biaya ini tidak mempunyai hubungan langsung dengan penjualan. Biaya umum dan administrasi itu antara lain biaya gaji bagian umum, biaya sewa, biaya surat menyurat, dan biaya-biaya yang digunakan di knator pusat. Biaya penjualan serta biaya umum dan administrasi perlu dibedakan agar pengeluaran kedua jenis biaya tersebut dapat dianalisis. Dengan cara ini, misalnya, dapat dianalisis perbandingan antara jumlah penjualan dengan biaya promosi. Laporan laba rugi dapat disusun dalam bentuk single step (langsung) atau multiple step (bertahap).

Laporan Laba-Rugi Bentuk Single Step
Laporan laba rugi bentuk single step tidak membedakan antara biaya untuk kegiatan usaha utama dan biaya untuk kegiatan di luar usaha utama. laporan laba-rugi bentuk ini juga tidak membedakan antara biaya penjualan dan biaya umum. Dengan bentuk penyajian demikian, laporan laba rugi single step kurang dapat diandalkan sebagai bahan untuk menghasilkan penjualan apabila biaya penjualan diketahui. Struktur dasar laporan laba-rugi bentuk single step disajikan dalam peraga 4-4 berdasarkan kertas kerja UD Jaya



Laporan laba rugi bentuk single stop
laporan laba rugi bentuk multiple step memisahkan biaya penjualan dengan biaya umum dan administrasi. Disamping itu, laporan laba rugi bentuk ini juga memisahkan pendapatan usaha dengan pendaptan diluar usaha. Pemisahan itu sangat berguna untuk menganalisis variabel-variabel yang saling berhubungan. Misalnya, apakah pemanfaatan biaya penjualan terhadap omzet penjualan cukup efektif. untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan biaya penjualan terhadap omzet penjualan, perlu dilihat perusahaan sejenis. Dengan membandingkan data perusahaan dengan data perusahaan sejenis, dapat disimpulkan apakah penggunaan biaya pada perusahaan sudah rasional dan efektif. Jika tidak efektif dan efesien, perlu dicari dimana kesalahannya. Jika biaya penjualan dan biaya umum dan administrasi tidak dipisahkan, maka pihak manajemen akan sulit membuat analisis. Oleh karena itu, laporan laba rugi hendaknya disusun dalam bentuk multiple step. Pada kenyataannya, memang lebih banyak perusahaan yang menyukai dan menggunakan laporan laba rugi multi step. Ilustrasi penyusunan laporan laba rugi bentuk multiple step berdasarkan kertas kerja UD Jaya disajikan dalam Peraga 4-5brikut.


Teori Globalisasi

Globalisasi adalah sebuah istilah yang dikenal pertama kali oleh wartawan Theodore Levitt pada tahun 1980-an. Istilah tersebut sampai sekarang masih terus diperdebatkan di kalangan akademis dan dunia pemerintahan, baik nasional maupun internasional. 

Teori Globalisasi
Kendati ada berbagai versi teori globalisasi, terdapat kecenderungan di hampir semua teori tersebut untuk menjaga jarak dramatis dari fokus di Barat dan menelaah tidak hanya proses-proses tradisional yang mengalir ke berbagai penjuru, namun juga dapat batas-batas tertentu, yang otonom dan independen dari bangsa atau wilayah perang (Appadurai, 1996). Menurut George Ritzer, globalisasi dapat dianalisis secara budaya, ekonomis, politis, dan/atau institusional. Pada masing-masing kasus, perbedaan utamanya dalah apakah orang melihat semakin besarnya homogenitas atau heterogenitas. Kecenderungan kearah homogenitas sering kali diasosiasikan dengan imerialisme internasional dari kebudayaan tertentu. Ada berbagai imperialisme budaya termasuk yang menekankan peran kebudayaan Amerika (Kuisel, 1993; Ritzer, 199, 2000), Barat (Giddens,1990), atau negara-negara inti (Hannerz,1990). Namin Robertson (1992) menentan gagasan ini, meskipun ia tidak menggunakan istilahnya imperialisme budaya, melalui konsepnya yang terkenal dengan istilah globalisasi. Konsep globalisasi ini melihat yang global berinterkasi dengan yang lokal untuk menghasilkan sesuatu yang khas sifatnya, yaitu glokal. Pandangan yang menegaskan heterogenitas budaya seperti itu tidak hanya dari Robertson, beberapa orang lainmenegaskan hal yang sama termasuk Garcia Cancilini (1995) dan Pieterse (1995). Yang dalam kategori umum ini adalah karya sarjana seperti Friedman (1994), yang menggambarkan dunia yang dicirikan oleh pasticbe budaya. 

Pemikiran ilmu sosial yang memusatkan perhatian pada faktor-faktor ekonomi, seperti DR Mansour Fakih di  atas, cenderung menitikberatkan faktor ekonomi dan efek homogenesis faktor-faktor tersebut bagi dunia. Pada umumnya mereka melihat globalisasi sebagai menyebarnya ekonomi pasar ke berbagai kawasan dunia. Contoh lain pemikir sosial jenis ini adalah George Stiglitz, ekonom pemenang hadia Nobel dan mantan ketua Dewan Penasihat Ekonomi Presiden Amerika Serikat pada masa Bill Clinton, mengemukakan kritik IMF karena peran mereka dalam memperburuk, ketimbang memperbaiki, krisis ekonomi global. Stigliz memberi argument yang meyakinkan akan pentingnya reformasi lembaga-lembaga dunia PBB,IMF, dan Bank Dunia, juga perjanjian-perjanjian perdagangan internasional dan peraturan tentang kekayaan intelektual supaya lembaga-lembaga itu benar-benar mampu menjawab permasalahan masa kini. Stiglitz mengecam IMF dan lembaga-lembaga keuangan internasional lainnya yang tidak sungguh-sungguh berupaya untuk membanti negara-negara miskin agar bisa keluar dari masalahnya dan sebaliknya banya menawarkan solusi "satu untuk semua" yang terbukti gagal menyelesaikan masalah-masalah spesifik dari negara-negara miskin tersebut. 

KonsesnsusWshington, 10 formula yang diracik ekonom John Williamson pada tahun 1987-1988 diadopsi oleh institusi-institusi keuangan terkemuka seperti IMF, Bank Dunia, dan Departemen Keuangan Amerika Serikat sebagai resep untuk memulihkan kesehatan ekonomi sebuah negara tatkala mengalami kelumpuhan. Hal itu ditolak oleh Stigitz. Ia berpendapat bahwa negara-negara yang patuh mengikuti resep tersebut justru sulit bangkit dari keterpurukan ekonomi. Stiglitz menekankan pentingnya kebiajakn yang lebih terpila-pilah di IMF dan organisasi ekonomi global lainnya. Bentuk heterogenitas lain pada ranah ekonomi antara lain komodifikasi budaya lokal dan adanya spesialisasi yang fleksibel sehingga memungkinkan dihasilkannya beragam produk yang bisa memenuhi kebutuhan bermacam spesifikasi lokal. Lebih umum lagi, mereka yang menekankan heterogenisasi berargumen bahwa interaksi pasar global dengan pasar lokal menyebabkan terciptanya pasar glokal unik yang mengintegrasikan permintaan pasar global dengan realitas pasar lokal. Orientasi politis atau institusional juga menekankan homogenitas atau heterogenitas. Contoh dari mereka yang menggunakan prspektif homogenisasi pada wilayah ini antara lain Meyer et al. (1997), yang berfokus pada penyebaran model negara bangsa keseluruh dunia dan munculnya berbentuk-bentuk pemerintahan sejenis di seluruh dunia. Lebih besar lagi, Keohane dan Nye (1989) memusatkan perhatiannya pada pengaruh global berbagai institusi. Habsbawn and Appadurai melihat tumbuhnya institusi dan organisasi tradisional telah menggerogoti kekuasaan negara bangsa dan struktur sosial lain yang lebih bersifat lokal dalam menciptakan perbedaan dalam kehidupan masyarakat. Hardt dan Negri dalam bukunya yang berpengaruh besar, Empire, mendiskusikan kemunculan bentuk kedaulatan imperial global baru yang terlepas dari bangsa manapun namun menjalankan kontrol yang semakin kuat terhadap semua bangsa dan orang-orang yang ada di dalamnya. Mereka menitikberatkan pada perkembangan sistem konstitusi supra nasional baru. Salah satu pandangan paling ektrem dalam homogenisasi ranah politik adalah pemikiran Barber(1995) tentang "McWorld," atau tumbuhnya orientasi politik tunggal yang semakin berkuasa di seluruh dunia. Pandangan Barber tentang McWorld tidak terbatas pada politik; ia melihat banyak ranah lain mengikuti model McWorld. Menurutnya, jihad sebagai perspektif alternatif yang melibatkan kekuatan politik lokal,etnis, dan reaksioner (termasuk "negara-negara kuno") yang berdampak pada tebangunnya nasionalisme dan membawa ke arah heterogenitas politik di seluruh dunia. Wujud heterogenitas tersebut antara lain berupa bangunan politik glokal unik yang lahir dari interaksi McWorld dengan Jihad. Bangunan politik tersebut mengintegrasikan elemen-elemen McWorld (misalnya, penggunaan Internet untuk menggalang dukungan) dengan yang Jihad (misalnya, penggunaan gagasan-gagasan dan retorika tradisional). Sekali lagi, teori globalisasi sangat dipengaruhi oleh pemikiran mengenai globalisasi sangat dipengaruhi oleh pemikiran mengenai homogenisasi dan heterogenisasi. 
gambar globalisasi

Akuntansi Keuangan

Laporan Keungan dan Tujuan Akuntansi
Laporan keuangan dan Tujuan akuntansi menurut berbagai sumber dapat kita lihat daripenjelasan di bawah ini. Prinsip akuntansi Indonesia (1984) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan itu adalah sebagai berikut:
  1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
  2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
  3. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
  4. Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan. seperti informasi mengenai aktivas pembiayaan dan investasi.
  5. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dibuat perusahaan.
APB Statement No. 4(AICPA) menggambarkan tujuan laporan keuangan dengan membagi duanya.
Tujuan umum:
"menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan secara wajar sesuai prinsip akuntansi yang diterima"
Tujuan Khusus adalah:
"memberikan informasi tentang kekayaan, kewajiban, kekayaan bersih. proyeksi laba perubahan kekayaan dan kewajiban serta informasi lainnya yang relevan".

akuntansikeuangan.com

Revolusi (Deprivasi Relativ dan Kekerasan)

Apakah sedikit sekali yang kita ketahui tentang sebab-sebab kerusuhan pemberontakan sehingga kita harus menggunakan aksorsisme saat ini, seprti agresif atau konspirasi untuk menjelaskannya? saya pikir  tidak. Orang memberontak terhadap pemimpinnya selama ribuan tahun, dan selama ribuan tahun itu banyak pengamat pintar telah memberikan penjelasan seksama mengenai orang memberontak, baik secara khusus ataupun secara umum. Dalam hal tertentu kita tahu banyak tentang kecenderungan kita terhadap kekerasan. Akumulasi karangan ilmiah dan laporan serta data tentang revolusi ini dan revolusi itu, teori ini dan teori itu, cenderung mengaburkan pandangan kita tentang keseragaman mental dan sosial. Studi ini berusaha mengidentifikasikan dan menyusun sebagian keseragaman itu. Apakah orang secara inheren agresif, atau hanya agresif sehubungan dengan bahwa orang memiliki kemampuan, tetapi bukan kebutuhan akan agresi, dan bukan lainnya tentang pola-pola keadaan sosial tempat orang melaksanakan kemampuan itu secara kolektif. Apakah sebagaian orang belajar menggunakan kekerasan jawabannya jelas ya. Yang kurang jelas adalah mengapa dan bagaimana beberapakelompok menggunakan kekerasan, sedangkan yang lainnya menjauhkan diri darinya yang pasti penggunaan kekuatan publik untuk menghalangi kekerasan perorangan dan sifat organisasi manusia, membedakan bentuk dan tingkat kekerasan. Di sini kita juga akan memahami pola-pola pelaporan dan retorika; penggunaan kekuatan tertentu dan jenis-jenis hubungan antarorang pada umumnya memiliki pengaruh yang dapat diramalkan terhadap kekerasan politik.

Tulisan ini adalah latihan penyederhanaan jenis yang dikenal dengan bangunan teori. Saya akan berusaha menunjukkan keragaman yang lebih penting sebab-sebab kekerasan politik, yang di ambil dari karya semua ilmu pengetahuan manusia. Saya akan berusaha tetap menggambarkan dan mendefinisikan keseragaman ini, bahkan resiko menjelaskan beberapa kebenaran, mutlak dengan dasar bahwa prinsip yang dinyatakan dengan tetap merupakan alat yang lebih baik untuk memahami dari pada analogi yang membosankan. Keseragaman juga didokumentasikan dengan sampel bukti untuknya; pekerjaan labolatorium psokolog eksperimental pekulasi teoritikus besar dan kecil, studi kasus pemberontakan, bukti kompratif mereka yang menghitung tuntutan dan kematian, dan langkah deduksi. Penjelasan tentatif yang muncul dari proses ini masih kompleks, tidak sederhana. Kekerasan, seperti mereka yang menggunaknnya, adalah kompleks tetapi dapatdibaca. Paling tidak didemonstrasikan oleh tulisan ini.

Penjelasan umum kekerasan politik bisa menjadi tuntutan bagi aksi dari pemahaman, meskipun tidak sepenuhnya tepat. Penjelasan tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi, untuk tujuan kebijakan, potensi revolusioner negara tertentu ,dan untuk meramalkan pengaruh berbagai aksi terhadap potensi itu. Teori ini tidak direncanakan untuk aplikasi ini, tetapi banyak karakteristik yang membuatnya cocok bagi penyelidikan ilmiah dan tujuan kebijakan, Teori sosial bisa diperuntukkan cocok bagi penyelidik ilmiah dan tujuan kebijakan. Teori sosial bisa diperuntukkan bagi tujuan etis dan tidak etis. Akan tetapi saya yakin bahwa sejauh studi ini memiliki kegunaan kebijakan, studi tersebut harus lebih memberikan sumabangan untuk meredakan kesengsaraan manusia daripada memperpanjangnya. Ada kecongkakan dalam hal ini. Dampak studi tersebut bisa sangat marjinal, tetapi dunia luas dan dampak "marjinal" dapat mempengaruhi ribuan jiwa manusia.

Tulisan ini bisa dibaca oleh pemberontak ataupun pemimpin dan menyajikan banyak aksi efektif bagi keduanya. Pemberontak seharusnya membacanya, karena menurut tulisan ini menimplikasikan cara-cara pencapaian cita-cita manusia yang lebih efektif dan tidak bersifat merusak bagi mereka sendiri dan orang lain daripada beberapa taktik yang mereka gunakan bsekarang. Tulisan ini pasti akan dibaca oleh orang yang mencari cara mempertahankan ketertiban umum. Mereka akan menemukan sedikit justifikasi pada kepercayaan terhadap taktik kontrol represif. Terdapat banyak bukti dan prinsip bahwa kebijakan represif pada akhirnya mengalahkan tujuannya. Ketertiban umum dipertahankan dengan sangat  efektif -ia hanya dapat dipertahankan-apabila cara-cara diberikan di dalamnya bagi otrang untuk bekerja menuju pencapaian cita-citanya. Ini bukan penilaian etis, atau bukan hanya penilaian etis. Ia mendekati status hukum ilmiah organisasi sosial. Jenis-jenis kekuatan tertentu mungkin penting jika orang yang revolusioner atau elit yang memimpin menciptakan dan mempertahankan ketertiban sosial di waktu krisis, sehingga cara-cara konstruktif dapat dibangun. Namun, kepercayaan eksekutif pada kekuatan akhirnya meningkatkan kekuatan itu dan menghancurkannya. Bagaimanapun juga studi ini tidak dirancang untuk tujuan kebijakan, tetapi untuk penjelasan, dan untuk tujuan pada tingkat umum. Jika studi ini mengklarifikasi penjelasan dan konsekuensif aksi kekerasan manusia, ia berarti memenuhi tujuannya.

Penggunan bahan-bahan ilustratif dalam studi ini memerlukan catatan penjelasan. Banyak hubungan umum yang diselidiki menjelaskan asal-usul masing-masing kejadian konflik politik kekerasan. Namun, tidak satupun kasus kekerasan politik menggambarkan atau dianalisis secara komprehensif. Aspek tertentu dari banyak kejadian khusus, dan generalisasi komparatif tentangnya, dicantumkan untuk mendukung atau mengilustrasikan hipotesis tertentu . Semua referensi ini bukan gambaran lengkap kejadian yang dicantumkan, kecuali ditentukan. Referensi itu iyalah bukti, fase revolusi perancis mungkin diringkas menjadi satu atau dua tanpa mengacu pada fakta bahwa ringkasan itu hanyalah satu dari banyak seginya. Studi tersebut hanya dapat dikritik dari segi apakah karakteristik tersebut benar dalam arti sempit. Jika dkritik atas dasar bahwa peristiwa tertentu salah dipresentasikan karena hanya sebagian yang dianalisis, objek studi tersebut disalah pahami.

Tekanan Dari Sistem Internasional




Suatu gejala besar yang bentuknya makin lama makin jelas di bidang hubungan internasional ialah kesenjangan raksasa yang makin membesar antara negara-negara maju dan Negara-negara berkembang: bangsa-bangsa yang kaya dan miskin. Di seluruh dunia berkembang revolusi meningkatnya harapan dengan cepat dikejar oleh revolusi meningkatnya kekecewaan. Dunia berkembang dihadapi oleh bermacam-macam krisis----pertumbuhan penduduk yang sangat cepat meningkat, berlipat-gandanya perkampungan dan pedesaan miskin, keonaran SARA, agitasi politik, yang diikuti dengan represi pemerintah, perang saudara, korupsi, hilangnya nilai-nilai tradisional, inflasi, utang yang bertambah dan berkurangnya pendapatan devisa. 

Bila kita melihat fakta kita menemukan bahwa kebanyakan Negara berkembang telah menjadi lebih miskin, tidak hanya dibandingkan dengan pertumbuhan dinamik Negara-negara kaya tetapi dalam arti yang mutlak. Suatu gejala yang terdapat di kebanyakan Negara berkembang dalam bidang dalam negerinya yaitu yang kaya menjadi makin kaya, dan jurang antara yang kaya dan yang miskin terus melebar dan jumlah orang yang hidup dibawah batas kemiskinan terus bertambah dari sepertiga menjadi dua pertiga penduduk---sedang terulang pada tingkat internasional. Kira-kira dua pertiga ummat manusia, termasuk mayoritas Negara yang besar, adalah sangat miskin, dan selagi kita bergerak menuju akhir abad kedua puluh kita menuju ke suatu keadaan di mana dunia mungkin terbagi menjadi suatu golongan minoritas yang terdiri atas 20 sampai 30 persen orang dari yang agak sampai yang sangat kaya dan segolongan mayoritas dari 70 sampai 80 persen yang bagi mereka kelaparan, penyakit, kebodohan, dan kekecewaan pribadi telah menjadi hukum yang keras bagi kehidupan sehari-hari mereka. 

Tiga puluh tahun setelah penandatanganan Piagam PBB, yang meluncurkan suatu usaha untuk mendirikan suatu tertib internasional baru, seperti yang dikemukakan oleh Deklarasi Cocoyoc, tertib itu sedang mencapai titik-balik yang kritis. Harapannya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk seluruh keluarga ummat manusia pada umumnya tetap belum tercapai. Pada waktu ini ada lebih banyak orang yang lapar, sakit, tuna-wisma, dan buta huruf daripada ketika PBB pertama didirikan. Masyarakat dunia telah gagal untuk menyediakan “suatu kehidupan yang aman dan bahagia bagi penduduknya yang makin bertambah.” 

Meningkatkan keberdikarian nasional adalah dasar yang harus digunakan untuk membangun perkembanagan dalam strategi apa pun. Keberdikarian bukan berarti anarki. Ia berarti bahwa bangsa dapat memuaskan kebutuhan dasarnya dengan suatu pemerataan sumber-sumber dunia secara tegas. Tetapi kepercayaan terutama harus diletakkan pada sumber-sumbernya sendiri---alam dan manusia. Ketergantungan pada pengaruh-pengaruh dan kekutan dari luar pada akhrnya akan membawa tekanan-tekanan politik dan pola-pola perdagangan yang eksploitatif. 

Teknologi yang tidak di impor secara borongan tetapi secara yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan niscaya akan mengakibatkan suatu desentralisasi ekonomi dunia dan kadang-kadang juga ekonomi nasional. Tetapi ini tentu saja akan membutuhkan partisipasi yang lebih dari bangsa-bangsa dan kerja sama internasional yang makin bertambah. Sebenarnya, untuk mengejar sasaran keberdikarian nasional dengan tujuan untuk mencipatakan perkembangan masyarakatnya suatu system politik bahkan mungkin perlu atau bijaksana untuk melepaskan diri, walaupun untuk sementara, dari system ekonomi internasional. 

Barangkali tidak mungkin memperkembangkan keberdikarian melalui partisipasi penuh dalam suatu system yang mengekalkan ketergantungan ekonomi. Suatu usaha seperti ini pasti akan ditentang oleh mekanisme pasaran internasional yang ada yang cenderung akan mempergunakan bermacam-macam manupulasi ekonomi--- mulai dari menarik atau menahan kredit, mengenakan embargo dan sanksi-sanksi ekonomi, menggunakan badan-badan intelligence untuk melakukan subversi, mempergunakan represi, termasuk siksaan, operasi-operasi counter intelligence, sampai intervensi besar-besaran. Sebenarnya memang perlu sekali ada kewaspadaan di fihak Negara-negara baru---suatu kewaspadaan terhadap aktivitas mereka yang secara ekonomi dan politik lebih kuat. Karena itu suatu Negara-bangsa yang kuat dan swatantra (otonom) akan merupakan landasan yang layak bagi pengembangan suatu system internasional yang baru. 


Referensi:
Varma, SP. 2010. Teori Politik Modern. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada



8 Tolak Ukur Sebuah Produk Lulus Jasa


  1. Performance: Kinerja fungsional yang bisa saja terkait dengan nilai ergonomic
  2. Features; Kegunaan, nilai tambah, positive side-effect
  3. Reliability; Keandalan dalam mencukupi kegunaan dan kepuasan
  4. Conformance: Kesesuaian disbanding rencana awal dalam menanggapi keinginan dan/ atau kebutuhan konsumen
  5. Durability; Kelanggengan dan daya tahan dalam melewati normalitas masa pakai tertentu
  6. Service-abilty; layanan purnajual disertai kesiapan persediaan suku cadang untuk perbaikan dan perawatan produk.
  7. Aesthetics; Keindahan, keelokan, kemulusan, keindahan, kesenangan, streamline, subjektivitas konsumsi
  8. Perceived quality; Mutu yang dapat terasa meningkatkan harga diri, nama baik, kredibilitas, reputasi, Semisal kemampuan brand image bus Volvo yang aman, sedan Mercedes yang mewah, sepeda motor Honda yang nyaman, baju Van Heusen yang tahan lama, maupun dasi Louis Vuitton yang rapi.


Referensi:
Sagir, Soeharsono dkk. 2009. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia. Jakarta: Kencana.  

Tips Menurungkan Berat Badan

Menurunkan berat badan adalah cara yang banyak dilakukan untuk badan menjadi lebih proposinal. Tujuan dari menurunkan berat badan yaitu membuat tubuh menjadi lebih fres dan sehat. Ada banyak cara melangsingkan tubuh, tetapi yang biasa dilakukan dikalangan masyarakat yaitu dengan cara diet. Itu sama sekali tidak benar karena jika tidak makan tubuh akan menjadi lemah dan sakit. Untuk itu ada hal yang lain yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan berat badan dengan aman selain dengan melakukan diet.silahkan simak hal berikut.



  1. Banyak mengonsumsi air putih. Karena air putih sangat berguna bagi tubuh dan dipercaya dapat membuat berat badan menurun apabilah rutin mengonsumsi setiap hari.
  2. Hindri stres. Karena terkadang orang lebih cenderung makan dengan porsi yang banyak dalam keadaan marah. 
  3. Jangan mengabaikan sarapan. Sarapan sangat penting karena dapat memberikan tenaga saat melakukan katifitas dipagi hari dan mencegah makan yang banyak pada siang hari.
  4. Olahraga. Menurunkan berat badan yang paling efektif dengan melakukan olahraga yang rutin. sehingga dapat mempercepat menurunkan berat badan.
  5. Badan harus dijaga. Merupakan hal yang sulit untuk diterapkan, sebab komitmen untuk terus menerapkan pola hidup sehat cenderung sulit. Mengapa? Karena banyak yang tidak melanjutkan pola hidup sehat ketika semua cara telah berhasil dilakukan untuk menurunkan berat badan.